Erabaru.net. Ingin terlihat indah, malah menjadi petaka ! Seorang mahasiswi dari Perancis membeli pewarna rambut untuk mewarnai rambutnya di rumah. Tapi tak disangka, ternyata dia alergi terhadap zat bernama P-phenylenediamine atau disebut dengan PPD, menyebabkan kepala membengkak bak “bohlam”, keseulitan bernapas dan hampir tewas karenanya !

Setelah seminggu dirawat di rumah sakit, kepalanya kembali normal. Setelah itu, dia menghimbau untuk berhati-hati terhadap pewarna rambut, jangan sampai menjadi yang kedua seperti yang dialaminya !

Estelle sebelum mewarnai rambut.

Mahasiswi berusia 19 tahun itu bernama Estelle. Beberapa hari yang lalu, dia membeli pewarna rambut di supermarket di pinggiran Kota Paris dan mengecat rambutnya di rumah.

Estelle membiarkan rambutnya yang telah dipoles pewarna itu selama 30 menit. Namun, tak lama setelah membilas rambutnya, dia mulai merasa ada yang aneh dan gatal, kulit kepalanya mulai memerah dan bengkak. Lalu, dia membeli antihistamin dan krim obat.

Setelah menggunakan obat itu, situasinya tidak juga membaik. Keesokan harinya kelopak matanya membengkak dan kepalanya membengkak ke luar di sekitar matanya, membuat seluruh kepalanya tampak seperti bola lampu besar.

Kondisi Estelle setelah menggunakan pewarna rambut.

Lingkar kepala Estelle awalnya 56 cm, kemudian berubah menjadi 63 cm, yang membuatnya tampak seperti alien. Selain itu, lidahnya juga bengkak dan menyumbat saluran pernapasan, kemudian dia bergegas ke rumah sakit.

Di ruang gawat darurat, dokter memberinya suntikan adrenalin, dan dia juga dirawat di rumah sakit selama satu malam untuk observasi. Sekarang Estelle sudah pulih kembali.

“Aku hampir mati, aku tidak mau hal ini terjadi pada orang lain!” katanya.

Kepalanya yang bengkak itu baru mengempes sekitar satu minggu kemudian.

Kondisi Estelle dakam pemulihan.

90% pewarna rambut mengandung PPD. Ini adalah sejenis alergen dan sekitar 2 hingga 3% orang memiliki reaksi alergi yang parah terhadap zat ini.

PPD telah digunakan dalam pewarna rambut selama beberapa dekade, dan lipstik, kosmetik gelap (warna), tato Henna dan semacamnya juga mengandung PPD. Zat ini dapat menyebabkan gagal ginjal, Edema angioneurotik, gagal napas dan sebagainya, dan dapat berakibat fatal jika serius.

Ilustrasi. (Foto : Adobe Stock)

“Aku tidak ingin hal ini terjadi pada orang lain,” kata Estelle. Oleh karena itu, dia mengimbau kepada teman-teman untuk tidak membeli produk pewarna rambut kualitas rendah, dan harus lebih teliti terhadap bahan pewarna rambut sebelum mewarnai rambut.

Ibu Estelle juga mengatakan bahwa keterangan peringatan pada kemasan produk pewarna rambut terlalu kecil, sehingga sulit terbaca oleh konsumen. Ia berharap hal ini dapat menjadi pembelajaran publik untuk lebih memahami tentang bahaya di balik PPD – Para-phenylenediamine.(jhn/yant)

Sumber: life.bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds