Erabaru.net. Cendol adalah minuman yang tergolong mudah kita temukan di mana-mana. Hanya merogoh Rp 5.000, kita sudah bisa menikmati minuman ini. Warga Indonesia pun tak asing dengan minuman ini.

Sebagaimana umumnya, minuman ini terdiri campuran santan, gula merah dan cendol terbuat tepung tapioka atau tepung beras. Bahkan sesuai cita rasa masing-masing bisa ditambah dengan durian. Terbaru, cendol kini menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet Malaysia dan Singapura.  Apa yang terjadi? 

Warganet yang berasal dari Malaysia dan Singapura menjadi ribut gara-gara saling klaim tempat asal muasal cendol. Bahkan website kedua negara menulis dengan judul persepsi dan argumentasi mereka masing-masing.

Website Singapura misalnya, theindependent.sg menulis dengan judul yang artinya “Oooops! Orang Malaysia tidak senang dengan CNN yang mengatakan cendol berasal dari Singapura.”

Laporan media ini menjelaskan, Warga Malaysia tidak senang dengan CNN belakangan ini. Pasalnya, CNN menyertakan cendol manis lokal dalam daftar terbaru ‘50 makanan penutup terbaik dunia, ’yang diterbitkan hanya beberapa hari yang lalu.

Tak ada yang aneh awal berita CNN ini. Namun lain persoalan ketika menyebut asal muasalnya. Cendol dapat ditemukan di tempat-tempat berbeda di seluruh Asia Tenggara.

“Versi pencuci mulut yang dingin ini dapat ditemui di berbagai tempat di Asia Tenggara, tetapi dengan tambahan satu sendok kacang merah yang dimaniskan, Singapura memberi camilan klasik ini terus menggoda,” demikian tulisan CCN.

Akibatnya, warganet Malaysia menyuarakan ketidaksetujuan mereka di media sosial, mulai dari tweet hingga mendaftarkan pelanggaran, kemarahan, dan menantang penulis artikel.

Warganet lainnya bahkan turut menanggapi sebuah artikel tentang daftar makanan yang ditulis oleh CNN di Malay Mail, beberapa menulisnya dengan ringan hati. Tapi, ada yang menulisnya dengan serius.

Bahkan, seorang warganet menunjuk pada “hidangan Singapura” lainnya yang konon berasal dari Malaysia. Tapi ada warganet mencoba menyelesaikan masalah ini dengan mengatakan bahwa cendol sebenarnya tidak berasal dari Singapura atau Malaysia, tetapi dari Indonesia

Walaupun asal-usul cendol belum jelas, sejumlah negara-negara di Asia Tenggara memiliki kesamaan dalam aspek budaya dan makanan.

Laporan iFood, kemudian menulis kembali dengan menyebut kata “cendol” muncul untuk pertama kalinya dalam sebuah proyek berbahasa Melayu yang diterbitkan pada tahun 1932.

Meski demikian perdebatan tetap tak kunjung mereda, seperti yang dikatakan oleh penulis Amin Ashaari, “Ini adalah CNN … Jika cendol berasal dari Singapura, lalu mengapa gula yang digunakan di Cendol disebut gula Melaka? Jelaskan itu CNN. ” (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds