Erabaru.net. Ada masalah yang biasa jika kita menemukan benjolan kecil yang ditemukan di anggota badan dan seringkali itu hanya masalah kecil dan tidak khawatir seperti jerawat atau lipoma. Namun, jika ada benjolan keras yang terlihat aneh atau luar biasa di leher atau telinga, itu mungkin menunjukkan tanda-tanda bahaya atau masalah yang mengancam jiwa.

Di bawah ini adalah beberapa penelitian yang telah dilakukan yang menunjukkan mengapa ada benjolan di leher atau di telinga, dan Anda harus memeriksanya terlebih dahulu jika benjolan tersebut ada pada diri Anda, sebelum memastikan untuk pergi ke dokter.

1. Benjolan yang perlu diperiksa untuk menentukan apakah ada sel kanker

Benjolan di leher terutama di belakang mungkin disebabkan oleh kanker nasofaring (NPC) yang telah menyebar ke kelenjar getah bening di leher. Benjolan ini biasanya tidak menyakitkan, tetapi tidak bisa dibiarkan tumbuh membesar.

Tanda lain dari NPC termasuk pendengaran yang kurang jelas, hidung tersumbat, hidung berdarah, penglihatan kabur, leher mati rasa dan sakit kepala. Walaupun Anda tidak mengalami gejala ini melainkan hanya ada benjolan di leher, segera temui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut agar terhindar dari bahaya yang lebih buruk.

(Foto: Shutterstock.com)

Benjolan di belakang telinga biasanya menunjukkan tanda-tanda kanker lain seperti kanker kulit, atau pembentukan tumor yang tidak berbahaya.

Apakah benjolan itu kecil atau besar dan tidak menyakitkan, mungkin akan terus tumbuh atau tetap. Jika Anda memiliki masalah, segera periksa ke ahli untuk mendapatkan penagnan lebih lanjut, apakah diobati atau dibuang.

2. Benjolan untuk pemeriksaan sistem limfatik

Apabila sistem limfatik tidak berfungsi dengan baik, kelenjar getah bening akan membesar dan membengkak. Kondisi ini dikenal sebagai ‘limfadenopati’. Sistem limfatik di tubuh terdiri dari saluran limfatik dan ratusan kelenjar getah bening yang mengumpulkan bakteri dan racun dengan menjebak dan kemudian menghancurkannya.

‘Limfadenopati’ terjadi mungkin karena kelenjar getah bening yang membesar di beberapa bagian tubuh termasuk di leher, di belakang telinga atau di bawah lengan. Jika Anda menemukan kelenjar getah bening berkembang atau bengkak, lakukan pemeriksaan dan minta saran dokter.

(Foto: Shutterstock.com)

Kelenjar getah bening yang berkembang di leher, di bawah lengan atau di pangkal paha adalah gejala umum Limfoma Hodgkin, sejenis kanker yang menyerang sel darah putih atau limfosit.

Gejala lainnya adalah pasien akan berkeringat di malam hari, menurunkan berat badan, demam dan batuk. Meskipun sebagian besar kasus kelenjar getah bening mungkin disebabkan oleh infeksi, Anda disarankan untuk tidak membiarkan gejala-gejala ini dan segera berkonsultasi dengan dokter untuk meminta saran.

3. Pemeriksaan seluruh sistem tubuh untuk menentukan apakah ada infeksi bakteri atau virus

(Foto: Shutterstock.com)

Infeksi virus dan bakteri sering menyebabkan tanda-tanda benjolan atau bengkak di sekitar leher dan telinga. Infeksi yang paling umum terjadi di belakang telinga ketika Anda mengalami mononukleosis, infeksi tenggorokan, cacar dan campak.

Ada juga infeksi yang menyebabkan ‘mastoiditis’ atau radang tulang mastoid yang ditemukan di belakang telinga. Karena tulangnya bengkak, ada benjolan di belakang telinga.

4. Benjolan yang disebabkan oleh kista sebaceous

(Foto: get_well_mobile_std_screening / Instagram)

Benjolan di telinga dan leher mungkin disebabkan oleh kista’sebaceous. Kista ini terjadi ketika kelenjar ‘sebaceous’ yang menghilangkan lapisan minyak pada kulit dan rambut telah rusak atau tersumbat.

Kelenjar ini mungkin telah terpengaruh oleh kulit berjerawat, dengan luka dan kulit yang sangat terluka, yang akhirnya menyebabkan kista. Biasanya dokter akan mendiagnosis kista selama pemeriksaan visual, dan dalam beberapa kasus, pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan.

Karena itu, jika ada benjolan di leher dan telinga, itu tidak boleh dianggap enteng.

Jika benjolan atau bengka di bagian ini tidak berkurang dan sembuh, segera periksa ke dokter untuk pemeriksaan, saran, dan pengobatan.(yant)

Sumber: Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds