Dr. Spesialis Penyakit Dalam dan DR. PTT Huang Yuanfu

*Menurut PTT, proses perkembangan penyakit adalah: Terlebih dulu terjadi “penyakit (yang ada di dalam saluran) Qi”, lalu disusul “penyakit (yang ada di dalam saluran) darah”. Dalam kitab kuno “Huang Di Nei Jing” disebutkan: “Penyakit yang bergerak (tidak terdeteksi oleh panca indera pada umumnya)” adalah penyakit karena Qi yakni, energi pada organ mengalami perubahan; sedangkan “penyakit yang muncul (berwujud)” adalah darah dan organ telah mengalami masalah.

*Penyakit Qi muncul lebih awal daripada penyakit darah, jadi diagnosa dengan PTT dapat lebih awal mendeteksi masalah pada Qi (energi), bisa segera disembuhkan dengan herbal PTT atau dengan metode akupunktur; sedangkan pemeriksaan darah pada PBM (Pengobatan Barat Modern) lebih lambat menemukan masalah, dan pada saat itu biasanya penyakit telah mencapai stadium menengah menjelang akhir.

Di klinik acap kali ada pasien bertanya, “Menurut seorang sinshe/dokter Pengobatan Tradisional Tiongkok (PTT) ginjal saya tidak baik, tapi setelah saya periksakan ke dokter Pengobatan Barat Modern (selanjutkan disebut PBM) dikatakan ginjal saya baik-baik saja, ada apa ini sebenarnya?” Saya tertawa dan berkata, “Apa yang dikatakan dokter PTT maupun dokter PBM sama-sama benar, hanya saja permasalahan yang mereka katakan tidak sama.”

Ilmu PTT berdasarkan kitab “Huang Di Nei Jing (dibaca: huang ti nei cing)” yang telah ada sejak 5.000 tahun silam, sedangkan ilmu PBM mulai berkembang sejak abad ke-17 dan memiliki sejarah sekitar 300 tahun lebih; meskipun sama-sama meneliti tubuh manusia, namun antara PTT dengan PBM pada dasarnya sangat berbeda.

Manusia Terbentuk Dari “Keharmonisan Langit dan Bumi”

Menurut PBM, manusia terbentuk dari sel sperma ayah dan sel telur ibu yang menyatu di dalam rahim sang ibu yang kemudian mengalami masa kehamilan 10 bulan; sedangkan cakupan yang dikatakan PTT lebih luas lagi, manusia memang dilahirkan oleh ibu atas peran ayah, tapi juga harus ada campur tangan “harmonisasi langit dan bumi (Tian Di He Qi)”.

Dalam kitab kuno “Huang Di Nei Jing” disebutkan: ”Manusia lahir di bumi, sedangkan jiwa manusia berasal dari ‘langit’, disini ‘langit’ bukan berarti angkasa, melainkan Kerajaan Langit, jadi manusia adalah hasil harmonisasi bersama antara ‘Langit’ dan ‘bumi’.

Mengapa ‘langit’ disini bukan angkasa melainkan Kerajaan Langit? Karena “Yuan Shen” (jiwa primer) yang menguasai manusia berasal dari Kerajaan Langit.

Apa yang dipahami oleh manusia di zaman kuno tentang kelahiran manusia? “Manusia terbentuk dari sperma ayah dan darah ibu sebagai pondasi, lalu mendapat ‘Yuan Shen’ dan kemudian terlahir, kehilangan ‘Yuan Shen’ berarti mati, ‘Yuan Shen’ sangat penting bagi manusia, adalah masalah hidup dan mati bagi manusia.” Demikian yang tercatat di dalam Kitab “Huang Di Nei Jing.

Lima Organ Menyimpan Intisari, Qi dan Shen

Menurut PTT, selain memiliki tubuh fisik, manusia juga memiliki banyak unsur yang tak berbentuk. Dalam kitab “Huang Di Nei Jing” dikatakan: ”Untuk menjadi manusia yang sempurna, selain darah (Xue) dan Qi (baca: Chi, energi vital) harus mengalir lancar, Ying dan Wei (daya fungsional) -nya juga harus lancar, setelah lima organ terbentuk, harus ada “jiwa primer (Yuan Shen)” yang berdiam di jantung, ‘Hun (roh yang besifat Yang)’ dan ‘Po (roh yang bersifat Yin)’ harus ada, dengan kata lain Yuan Shen, Hun dan Po harus eksis bersamaan.

PTT meyakini di dalam lima organ (liver, jantung, limpa, paru-paru dan ginjal) terdapat ‘intisari (Jing / 精)’ yang berbentuk dan juga terdapat ‘Qi’ dan ‘ Yuan Shen’ yang tidak berbentuk. Kitab “Huang Di Nei Jing” mengatakan: Di dalam lima organ terdapat ‘intisari’, adalah unsur yang sangat esensial; di dalam lima organ terdapat ‘Qi’, disebut Qi lima organ, ada Qi liver, Qi limpa, Qi jantung, Qi paru-paru dan Qi ginjal; ada yang lebih unik lagi, di dalam jantung terdapat ‘Yuan Shen’; di dalam liver terdapat ‘Hun’; di dalam paru-paru terdapat ‘Po’; di dalam limpa terdapat ‘Yi (niat)’; di dalam ginjal terdapat ‘Zhi (tekad)’.

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds