Erabaru.net. Saya harus mengakui bahwa seperti kebanyakan orang, ada hal-hal tertentu yang kita anggap biasa. Sementara saya berjuang dengan beberapa masalah kesehatan karena penyakit kronis, saya masih bisa melihat, mendengar, berjalan, dan berbicara. Bagi saya sendiri, sulit membayangkan seperti apa hidup jika salah satu hal itu tiba-tiba diambil dari hidup ini.

Tapi, ada orang yang hidup tanpa hal-hal ini sepanjang waktu. Untungnya, kemajuan teknologi telah memungkinkan beberapa dari orang-orang itu untuk mendapatkan kembali sesuatu yang mereka pikir telah hilang selamanya.

Judah Bittner yang berusia lima tahun tidak dapat berbicara karena pita suaranya bermasalah, tetapi alat yang disebut electrolarynx mengubah segalanya untuk anak kecil ini.

Judah dan saudari perempuannya, Annikah, lahir 24 minggu lebih awal dan masing-masing beratnya hanya satu pon saat lahir. Dokter meprediksi bahwa kemungkinan besar mereka tidak akan bertahan hidup, tetapi bayi-bayi itu terbukti menjadi petarung dan bertahan hidup meskipun kemungkinannya amat kecil.

Seperti juga bayi lain yang terlahir prematur pada umumnya, Judah menderita banyak masalah kesehatan. Pada 2015 dia dirawat di rumah sakit selama beberapa bulan.

Berjuang untuk tetap hidup, balita itu diberi tabung trakeostomi untuk membantunya bernafas. Sayangnya, tabung yang menyelamatkan hidupnya juga merusak pita suaranya, membuat pita suaranya tidak berfungsi. Sejak itu, dia tidak bisa menggunakan suaranya.

Jessica dan Mike Bittner mengadopsi Judah dan saudari perempuannya, dan bertekad untuk membantu semua anak angkat mereka berkembang semampu mereka. Pada usia lima tahun, Judah diperkenalkan ke perangkat electrolarynx yang memungkinkan dia berbicara untuk pertama kalinya.

Meskipun awalnya dia ragu-ragu akhirnya dia bisa mendengar suaranya sendiri, senyum di wajahnya mengungkapkan kebahagiaan sejatinya. Senyumnya yang besar menerangi seluruh ruangan dan video dari acara tersebut telah menjadi viral.

Ibunya berbagi perkembangan Judah di media sosial:

“Judah perlahan mulai terbiasa menggunakan ‘kotak suara’ atau ‘buzzer’ miliknya! Teman-teman sekelasnya di TK mendorongnya untuk menggunakannya —yang sangat membantu baginya!

Kami masih ingin Judah menjalani operasi yang akan memulihkan saluran nafasnya. Setelah saluran nafasnya stabil dan dapat mendukung pernafasannya, kita mungkin dapat melepas alat bantu bicaranya!

Dan kemudian, akhirnya, kita bisa memiliki prosedur yang perlu dilakukan untuk mencoba memperbaiki kelumpuhan pita suaranya.

Itu adalah perjalanan panjang! Tapi dia seorang juara! Sebagian besar pengguna electrolarynx lebih tua darinya. Dia adalah kasus yang unik! ” (rpg)

Sumber: metaspoon

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular