Erabaru.net. Wang Xianqiang, pria 37 tahun asal Chongqing dengan tinggi badan kurang dari 160 cm dan berperawakan kurus ini merawat ibunya yang lumpuh selama 15 tahun sambil mencari pekerjaan.

Dua puluh tiga tahun silam, Tian Jinggui, ibunya, lumpuh karena terjatuh ketika Wang berusia 14 tahun. Tian dirawat suaminya sampai sang suami meninggal. Namun, karena terpukul atas kematian suaminya, Tian tidak lagi berbicara dengan siapa pun, kecuali dengan putranya.

“Ibu adalah segalanya bagi saya,” kata Wang.

Wang yang semula bekerja di Zhejiang kemudian ke Chongqing untuk merawat sang ibu dan memutuskan menggendong ibunya yang lumpuh sambil mencari kerja di Kota Chongqing, dan ini sudah berlangsung selama 15 tahun terakhir.

Wang Xianqiang yang berperawakam kurus dan tidak terlalu tinggi ini, menggunakan punggungnya untuk menggendong sang ibu. Karena harus meluangkan lebih banyak waktu untuk merawat ibunya, sehingga jarang ada perusahaan yang mau menerimanya.

Belakangan dia bekerja di pabrik dengan gaji yang tidak seberapa. “Cukuplah, selama dapat menafkahi ibu dan saya sendiri,” kata Wang.

Selama 15 tahun terakhir, Wang selalu menggendong ibunya yang lumpuh di punggungnya ketika dia pindah dari kota ke kota untuk mencari pekerjaan.

Berkat perawatan putranya yang telaten, Tian Jinggui yang meski pun tidak bisa berjalan, tetapi kondisi kesehatannya sangat baik, dan jarang sakit.

Agustus lalu, saat pabrik libur, Wang Xianqiang pulang ke kampung halamannya sambil menggendong ibunya.

Para tetangga yang peduli dan prihatin pada Wang dan ibunya selalu berusaha mengajak ngobrol ibu Tian yang enggan bicara sejak kematian almarhum suaminya.

Meskipun ibu Tian hampir tidak mau bicara, namun, kondisi mentalnya terlihat jauh lebih baik.

“Ibu lebih suka tinggal di kampung,”kata Wang kepada media setempat.

Melihat perubahan ibunya, dan mengerti dengan pikirannya, Wan Xianqiang bertekad membangun rumah baru untuk ibunya.

Berkat bantuan pemerintah daerah dan dukungan pejabat desa, Wang Xianqiang menggunakan dana subsidi untuk merenovasi rumah yang sudah tua, dan meminjam sejumlah uang dari sanak keluarga, hingga akhirnya membangun sebuah rumah seluas 70 meter persegi.

“Sebulan lagi, ibuku sudah bisa tinggal di rumah yang baru!” kata Wang Xianqiang sambil tersenyum bahagia.

Sementara itu, komite desa setempat memutuskan untuk membantunya mengajukan permohonan kesejahteraan, serta memberinya pekerjaan yang memungkinkannya tetap bisa merawat ibunya dengan penghasilan sekitar satu juta rupiah sebulan.

Pengguna media sosial setempat juga telah tergerak mendukung Wang untuk merawat ibunya. Orang-orang di situs mikro-blogging Weibo mengatakan mereka ingin menyumbangkan kursi roda.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular