WASHINGTON – Ketika kebangkitan komunis Tiongkok yang kurang damai dan impiannya untuk membentuk kembali tatanan dunia telah mengkhawatirkan dunia dalam beberapa tahun terakhir, gerakan akar rumput telah mengambil bentuk yang secara damai dapat menghancurkan Partai Komunis Tiongkok, kata para ahli hak asasi manusia. Namun gerakan ini tidak diperhatikan oleh banyak orang.

Sekarang jumlah orang Tionghoa yang telah mengeluarkan pernyataan-pernyataan bersama dalam Tuidang (yang berarti gerakan “Keluar dari Partai”), dengan demikian telah meninggalkan semua hubungannya dengan Partai Komunis Tiongkok (PKT) dan organisasi-organisasi afiliasinya, telah mencapai 321 juta. Pekan lalu, Pusat Layanan Global untuk Pengunduran Diri dari Partai Komunis Tiongkok (Global Service Center for Quitting the Chinese Communist Party) telah menyatukan sebuah panel yang terdiri dari para ahli dan aktivis hak asasi manusia untuk membahas apa arti gerakan Tuidang bagi Tiongkok dan dunia.

MENGHINDARI PERANG DUNIA III

Trevor Loudon, seorang ahli sosialisme dan kontributor Selandia Baru untuk The Epoch Times, berbicara pada forum 4 Desember di Capitol Hill tersebut melalui telepon, mengatakan bahwa “dari semua gerakan indah dunia saat ini,” gerakan Tuidang “adalah yang paling penting, karena Partai Komunis di Tiongkok adalah ancaman No.1 untuk perdamaian dunia.”

“Jika orang-orang dahulu mengatakan ‘Keluar dari partai Nazi,’ ‘Jangan bergabung dengan partai Nazi,’ ‘Abaikan partai Nazi,’ jika kita memiliki gerakan seperti itu pada masa itu, kita mungkin bisa menghindari Perang Dunia II,” Loudon kata.

“Ini adalah situasi kita sekarang. PKT hari ini adalah partai Nazi pada tahun 1930-an.

“Satu-satunya gerakan di dunia yang mencoba menghentikan PKT adalah Anda semua. … Jika Anda dapat terus membuat semakin banyak orang meninggalkan partai tersebut, maka kita dapat dengan damai mencegah Perang Dunia III. Kita dapat mencegah apa yang saya pikir adalah salah satu bencana terbesar yang kita hadapi, dan itu adalah perang global yang melibatkan Tiongkok dan sekutu-sekutunya melawan Barat.”

SALAH SATU KISAH HAK ASASI MANUSIA TERBESAR

Jeffrey Imm, pendiri dan direktur Responsible for Equality and Liberty, telah mengamati bahwa jumlah orang yang telah mundur dari PKT dan organisasi-organisasi afiliasinya hampir sama dengan populasi Amerika Serikat.

tuidang gerakan keluar dari partai komunis tiongkok
Jeffrey Imm, pendiri dan direktur di R.E.A.L. (Responsible for Equality and Liberty), berbicara di forum ‘Deteriorating Human Rights and Tuidang Movement in China’ di Capitol Hill di Washington pada 4 Desember 2018. (Samira Bouaou / The Epoch Times)

“Memikirkan gerakan hak asasi manusia lainnya seukuran AS yang akan meninggalkan ideologi totaliter,” kata Imm. “Ini adalah salah satu kisah hak asasi manusia terbesar dalam sejarah.

“Dunia tidak boleh menyerah pada rezim PKT. Rezim Komunis tidak berniat membatasi kontrolnya hanya untuk Tiongkok, hanya untuk orang-orang yang ia aniaya dalam Falun Gong, Buddha Tibet, Muslim Uighur, Kristen, minoritas, dan orang-orang Tionghoa lainnya ia aniaya. Partai Komunis Tiongkok tidak berencana untuk berhenti sampai di sana. Ia berencana untuk menargetkan dunia.”

‘PENGHANCURAN SPIRITUAL’ UNTUK RAKYAT TIONGKOK

gerakan tuidang mundur dari partai komunis tiongkok mengubah dunia
John Lenczowski, presiden Institute of World Politics, berbicara di forum ‘Deteriorating Human Rights and Tuidang Movement in China’ di Capitol Hill di Washington pada 4 Desember 2018. (Samira Bouaou / The Epoch Times)

“Saya selalu berpikir adalah kesalahan bagi kita untuk percaya bahwa kita dapat mengubah Tiongkok komunis melawan komunis Soviet, dan dengan cara itu, dalam hal-hal kebijakan keseimbangan kekuasaan abad ke-19,” kata John Lenczowski, pendiri dan presiden dari Institute of World Politics, yang telah dengan tajam mengkritik kebijakan AS tentang Tiongkok di masa lalu.

“[Itu] telah berakhir, dalam pandangan saya, menciptakan kekacauan moral, mengatakan bahwa ada komunis yang buruk di Uni Soviet dan ada komunis yang baik di Tiongkok, dimana saya pikir telah berubah menjadi masalah konseptual yang telah benar-benar menghasilkan bencana strategis untuk Amerika Serikat dan dunia dan penghancuran spiritual yang sangat besar terhadap begitu banyak orang di Tiongkok.

“Sekarang, kita sedang menyaksikan munculnya ketegangan antara Tiongkok Komunis dengan AS, dan antara Tiongkok Komunis dengan banyak negara tetangganya di Asia Timur. Kita melihat kebijakan luar negeri kolonialis yang meningkat oleh Tiongkok. Arah strategis, pembangunan militer yang luas, operasi spionase besar-besaran, pencurian kekayaan intelektual semuanya secara tidak langsung (implisit) terkait dengan sifat dasar dari rezim itu.”

Lenczowski mengatakan kebijakan ekspansionis dan imperialis PKT secara langsung terkait dengan tidak sahnya rezim tersebut. “Ketika Anda adalah rezim yang tidak sah, Anda memiliki masalah; dan itu adalah rasa takut dari orang-orang yang Anda miliki,” katanya.

“Ini masalah keamanan internal yang sangat besar. Maka segala sesuatunya, dari sistem informan, laogai (kamp kerja paksa), berbagai jenis hukuman, penganiayaan, pengambilan organ dan sebagainya, semua yang kita dengar hari ini, semua ini adalah bagian dari sistem keamanan internal untuk melindungi…kekuasaannya dan kekayaan dari komplotannya yang terlibat.”

PENGHALANG PKT

Charles Lee, direktur kesadaran publik Pusat Layanan Global untuk Pengunduran Diri dari Partai Komunis Tiongkok, merilis 79 halaman “Laporan Komprehensif tentang Gerakan Tuidang” di forum tersebut. Dia mengajak publik untuk melihat melalui “gen yang diwariskan” dari PKT, dimana dia mengatakan termasuk kejahatan, penipuan, dan hasutan, dan bukan tempat berlabuh khayalan apa pun bahwa Partai dapat diubah menjadi lebih baik.

gerakan tuidang mundur dari partai komunis cina tiongkok
Charles Lee, direktur kesadaran publik di Pusat Tuidang, berbicara di forum ‘Deteriorating Human Rights and Tuidang Movement in China’ di Capitol Hill di Washington pada 4 Desember 2018. (Samira Bouaou / The Epoch Times)

Laporan gerakan Tuidang tersebut mengatakan: “AS kehilangan banyak peluang untuk mengalahkan PKT di masa lalu dan sebaliknya, telah membantu PKT keluar dari beberapa krisis besar dan bahkan dengan ‘keajaiban’ ekonominya. Sementara AS telah menderita karena invasi ekonomi dan perang-perang tak terlihat lainnya yang dilakukan oleh PKT, juga sedang kehilangan tanah dari dalam, karena penyusupan-penyusupan komunis. … Waktunya telah tiba untuk berbalik posisi, dan gerakan Tuidang dapat dan akan membantu AS untuk menghalangi PKT dan untuk menghapus pengaruh komunisme dari Amerika Serikat.

“Ini adalah gerakan akar rumput terbesar yang paling mendapat dukungan dari AS”

Surat dukungan untuk gerakan Tuidang oleh anggota Parlemen Chris Smith (R-N.J.) dan Steve King (R-Iowa) dibacakan di forum tersebut. Selain itu, Tunne Kelam, anggota Parlemen Eropa, dan International Society for Human Rights (organisasi hak asasi manusia terbesar di Jerman) juga mengirim surat dukungan dan menyerukan Kongres AS untuk mengesahkan House Resolution 932, yang diperkenalkan oleh anggota Parlemen Dana Rohrabacher (R-Calif.) pada bulan Juni, untuk menunjukkan solidaritas pada gerakan Tuidang. Rohrabacher, yang akan meninggalkan Kongres setelah 30 tahun di DPR, mendapat penghargaan yang diberikan oleh Pusat Layanan Global untuk Mundur dari Partai Komunis Tiongkok. (ran)

gerakan tuidang mundur dari partai komunis cina tiongkok
Anggota Parlemen Dana Rohrabacher (R-Calif.), berbicara di forum ‘Deteriorating Human Rights and Tuidang Movement in China’ setelah menerima penghargaan dari Pusat Layanan Global untuk Pengunduran Diri Partai Komunis Tiongkok, di Capitol Hill di Washington pada 4 Desember, 2018. (Samira Bouaou / The Epoch Times)

Rekomendasi video:

Upaya Memfitnah Trump, Komunis Tiongkok Salah Perhitungan

Share

Video Popular