Erabaru.net. Sulit membayangkan trauma yang dihadapi seorang ibu ketika dia tahu bayi yang baru dilhairkannya meninggal dunia. Dan beberapa dekade kemudian dia diberi tahu bahwa putrinya itu masih hidup.

Genevieve Purinton dari Tampa, Florida, telah melahirkan seorang bayi perempuan ketika dia berusia 18 tahun. Genevieve melewati masa-masa sulit karena ketika dia melahirkan bayi itu, dia masih remaja dan belum menikah. Sesaat setelah melahirkan Genevieve bertanya tentang bayinya, tapi dijawab oleh pihak rumah sakit, bahwa bayinya telah meninggal.

(Foto: Fox 13 Berita – Tampa Bay / YouTube)

Genevieve Purinton percaya bahwa bayi perempuannya telah meninggal. Mungkin karena trauma, Genevieve hidup sendiri dan tidak berkeluarga. Sekarang ketika dia berusia 88 tahun, semua saudara laki-laki dan perempuannya telah meninggal dan dia hidup sendiri.

Genevieve mengingat kembali pengalaman traumatis pada tahun 1949 lalu di rumah sakit mengatakan,: “Saya bertanya pada mereka, saya ingin melihat bayi saya, dan mereka mengatakan bayi perempuan saya telah meninggal.”

(Foto: Fox 13 Berita – Tampa Bay / YouTube)

Hal yang sebenarnya tidak dia ketahui adalah bahwa, rumah sakit telah membohongi Genevieve karena sebenarnya bayinya masih hidup dan telah diserahkan kepada sebuah keluarga di California. Bayi perempuan itu bernama Connie Moultroup. Connie tumbuh dengan keluarga angkat di California selatan. Malang baginya, ibu angkatnya meninggal di usia muda dan ayah angkatnya kemudian menikah.

Ibu tiri Connie bukanlah ibu yang baik, dan hubungan mereka tidak begitu akrab. Connie berkata, :”Saya sudah berangan-angan sejak usia 5 tahun, suatu hari nan ibu kandung saya akan datang menyelamatkan saya. Dan impian itu tidak pernah padam. “

(Foto: Fox 13 Berita – Tampa Bay / YouTube)

Kemudian setelah 69 tahun, putri Connie, Bonnie Chase memutuskan untuk mencari keluarga biologis ibunya melalui alat tes DNA. Setelah menjalani tes ini, Connie menemukan bahwa dia memiliki sepupu, dan sepupunya mengatakan dia memiliki saudara dari ibunya yang sama dengan DNA dengan Connie. Namanya Genevieve Purinton dan dia hidup dan tinggal di panti jompo di Tampa.

Setelah beberapa kali menghubungi dengan telepon, mereka memutuskan untuk bertemu. Tanpa banyak pertanyaan, keduanya sudah tahu bahwa mereka memang ibu dan anak biologis karena wajah mereka sangat mirip satu sama lain. Mereka saling memeluk karena kerinduan selama 69 tahun.

(Foto: Connie Moultroup / Facebook)

Connie berkata,: “Ini perasaan yang sangat hebat dan luar biasa ketika akhirnya saya bertemu ibu saya. Tidak ada kata yang bisa diungkapkan kecuali kami menangis karena gembira. “

Pertemuan antara ibu dan anak yang benar-benar menyentuh hati, mengungkapkan sebuah kata, masih belum terlambat untuk menemukan keajaiban. Kini, Genevieve Purinton tidak lagi sendirian karena dia akan selalu ditemani oleh putrinya dengan kehadiran cucu dan cicit hingga akhir hayat. Hadiah Hari Natal paling bermakna.(yant)

Sumber: Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular