Erabaru.net. Laporan otoritas setempat menyebutkan, seekor macan tutul membunuh seorang biksu yang sedang bermeditasi di sebuah hutan lindung di India, Selasa (11/12/2018).

Biksu yang bernama Rahul Walke Bodhi adalah salah satu dari sejumlah biksu yang mengunjungi wilayah itu dengan agenda konferensi doa tahunan seperti yang dilaporkan AFP.

“Dia duduk di bawah pohon dan diserang oleh macan tutul itu,” kata petugas konservasi cagar hutan setempat, Santosh Chaudhuri, kepada CNN melalui telepon.

“Biksu itu berjalan sekitar 1 hingga 2 kilometer dari kuil, ke hutan untuk bermeditasi. Di situlah dia diserang.”

Wilayah cagar alam ini berjarak lebih dari 820 KM dari Mumbai, ibukota negara bagian Maharashtra di India barat.

Chaudhuri kepada CNN mengatakan wilayah hutan lindung itu juga merupakan rumah bagi harimau dan beruang.

Menurut AFP, ada empat serangan mematikan lainnya di kawasan cagar hutan tersebut dalam beberapa pekan terakhir. “Macan tutul ini hidup di dalam hutan,” kata Chaudhuri.

Pencarian macan tutul sedang berlangsung dan hewan akan dipindahkan keluar dari area ketika ditangkap. “Petugas telah memasang kandang dan perangkap di daerah itu,” kata Chaudhuri.

“Rencananya adalah menangkap macan tutul di kandang dan memindahkannya ke tempat lain, untuk menghindari pembalasan dari penduduk desa. Macan tutul akan ditenangkan terlebih dahulu, ” tambahnya.

India adalah rumah bagi antara 12.000 dan 14.000 macan tutul. Laporan ini disampaikan sebuah studi tahun 2016 yang dipublikasikan oleh Wildlife Institute of India.

Keberadaan Kucing-kucing besar ini terancam kehilangan habitat. WWF India menyebut faktor ini terjadi dikarenakan peningkatan konflik dengan manusia dan perburuan tubuh macan tutul untuk diperdagangkan.

Pemerintah memperkirakan bahwa 431 macan tutul mati pada 2017. Pada 2016, tiga orang diterkam ketika macan tutul memasuki pekarangan sekolah di kota Bangalore. Insiden ini membuat petugas setempat membutuhkan waktu seharian untuk menundukkan macan tutul ini. (asr)

Sumber : CNN via The Epochtimes

Video Rekomendasi : 

Share

Video Popular