Erabaru.net. Suatu masa hiduplah seorang raja yang murah hati dan baik hati. Dia menyukai burung dan memiliki tempat perlindungan burung besar di kerajaannya. Dia tidak suka menyakiti hewan dan burung dan bahkan tidak membunuh mereka demi memakan dagingnya.

Karena kemurahan hatinya dan kebaikannya terhadap burung, dia diberi dua burung elang yang indah oleh seorang raja dari negeri lain yang cukup jauh, yang sudah menjalin hubungan dagang dengan kerajaannya.

Kedua elang itu berasal dari tempat yang berbeda dan hidup dalam kondisi iklim yang berbeda. Sang raja berterima kasih kepada raja itu dan memerintahkan kepala pelatih burung untuk menyediakan semua fasilitas bagi elang-elang yang indah itu, dan membuat mereka merasa nyaman di negeri baru mereka.

Kepala pelatih mengambil burung dan menyediakan semua hal penting untuk membantu burung-burung tersebut beradaptasi dengan lingkungan disitu. Lambat laun, burung-burung itu mampu beradaptasi dengan keadaan di sana.

Suatu hari raja ingin melihat burung-burung elang itu terbang ketika mendengar bahwa kedua burung elang itu adalah jenis yang mampu terbang ke ketinggian yang sangat tinggi dengan kecepatan yang sangat tinggi.
Satu ekor burung elang dilepas dan dia langsung terbang dengan amat tinggi dan cepat, raja sangat senang melihatnya.

Ilustrasi. (wikimedia)

Sang raja cukup terkejut dan menghadiahi pelatih burung itu dengan segenggam koin emas. Dia bertanya tentang satu elang lainnya. Pelatih burung itu menyatakan dengan menyesal bahwa elang yang lain tidak bergerak bahkan selangkahpun, dari hari pertama sejak dia tinggal disini, elang itu hanya hinggap di dahan pohon.

Ilustrasi. Kredit: feelpositive.wordpress.com

Sang pelatih juga menambahkan bahwa dia telah mencoba segala hal terbaik yang bisa dia lakukan, namun tetap saja dia gagal membuat burung itu bergerak dan terbang tinggi.

Raja menghiburnya dan memberi tahu pelatih bahwa dia akan membawa seseorang yang lebih berpengalaman darinya ataupun orang bijak yang tahu lebih banyak perihal burung elang.

Raja mengumumkan tentang sayembara untuk membuat elang peliharaannya bergerak dan terbang. Mendengar pengumuman ini, seorang lelaki tua datang ke istana dan meyakinkan bahwa dia akan membuat burung itu terbang seperti yang lain.

Raja meminta pelatih kepala untuk membawa orang tua itu ke tempat khusus untuk melatih elang yang tidak mau terbang, dan mengatakan bahwa dia akan mengunjungi mereka keesokan harinya untuk melihat apakah ada perubahan.

Ilustrasi. Kredit: hbw.com

Keesokan harinya, sang raja sangat terkejut melihat elang tersebut terbang seperti yang pertama sampai ke ketinggian yang sangat tinggi dalam kecepatan yang sangat cepat. Raja merasa sangat senang dan menghadiahinya segenggam penuh koin emas.

Raja bertanya apa yang telah dilakukannya untuk membuat burung itu terbang dalam sehari. Orang tua itu hanya menjawab; “Saya hanya memotong cabang pohon tempat elang itu biasa duduk.”

Banyak dari kita yang seperti ini. Kita memiliki sayap untuk terbang, kita tahu cara terbang dan di mana harus terbang, namun kita tetap duduk diam atau melakukan sesuatu yang membuat kita lebih rendah daripada diri kita yang seharusnya.

Mungkin saja kita sudah terlalu nyaman berada di satu tempat sehingga kita lupa akan kemampuan kita yang sesungguhnya!

Jangan mencoba berjalan ketika Anda memiliki sayap untuk terbang! (ss/jul)

Sumber: pencerahansejati.com

VIDEO REKOMENDASI

Era Baru

Share

Video Popular