Erabaru.net. Markas Polsel Ciracas, Jakarta Timur dibakar massa pada Selasa (11/12/2018) dini hari. Akibatnya,  tujuh mobil Polsek Ciracas dan gedung Mapolsek rusak. Insiden ini menyebabkan empat anggota Polri terluka.

Kapendam Jaya, Kolonel Kristomei Sianturi menyatakan  tidak bisa terburu-buru menyimpulkan pelaku pengrusakan adalah anggota TNI. Hingga saat ini TNI  masih mengusut dan menyelidiki insiden tersebut. 

Namun demikian, Kolonel Kristomei menegaskan TNI berada bersama-sama rakyat. Apalagi TNI merupakan bagian dari rakyat. 

“Kita TNI tidak akan pernah menyakiti rakyat, artinya TNI adalah bagian dari rakyat, kita baik baik pada rakyat,” katanya kepada wartawan.

Sebelum terjadi pengrusakan, rombongan massa mendatangi Mapolsek Ciracas. Mereka menanyakan pengeroyokan tukang parkir terhadap anggota TNI di kawasan pertokoan Arundia, Cibubur, Jakarta Timur.

Berikut fakta-fakta dirangkum berbagai sumber :

1-Rentetan Kasus Pengeroyokan

Kejadian bermula pada Senin (10/12/2018), ketika itu Kapten Komarudin sedang memeriksa motornya. Namun seorang tukang parkir menggeser motor tersebut hingga mengenai Komarudin. Hingga kemudian, dia menegur sang juru parkir.

Tak terima ditegur, si juru parkir lantas memanggil rekan-rekannya. Lantas si juru parkir mengeroyok Kapten Komarudin.

Bersamaan itu, Pratu Rivonanda dari Kesatuan Dronkavser Paspampres melintasi di lokasi kejadian. Pratu Rivonanda bermaksud melerai. Tapi dia justru malah ikut menjadi korban pengeroyokan.

2- Pelaku Pengeroyokan Dicari

Kedua anggota TNI yang sempat dikeroyok oleh juru parkir akhirnya mundur dari lokasi pengeroyokan. Mereka kemudian mencari pelaku, hingga menemukan seorang di antara mereka. Lantas si pelaku diserahkan ke Polsel Ciracas.

3- Respon Wiranto

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Kemanan (Menko Polhukam) Wiranto merespon aksi pembakaran terhadap Mapolsek Ciracas. Dia menyatakan akan menindak tegas pelaku yang terlibat perusakan Mapolsek Ciracas di Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur.

Menurut Wiranto, seandainya atau diduga dilakukan oleh oknum yang tidak menaati serta tidak setia kepada pemerintah, maka akan ditindak tegas sesuai hukum dan Undang-Undang yang berlaku.

Wiranto mengatakan, Panglima TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Tito Karnavian secara Bersama-sama sudah menyampaikan kepada anggota TNI dan Polri untuk menjaga keamanan dan stabilitas nasional.

Menurut Wiranto, Polri harus patuh dan tunduk kepada Tri Brata atau pedoman hidup kepolisian, sedangkan TNI wajib patuh kepada Sapta Marga.  

“Intinya jangan sampai antar aparat kita, aparat keamanan itu bermasalah. Negeri ini bisa aman kalau aparat keamanan kita menyatu,” tegas Wiranto.

4- Kecaman AJI

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengecam pengeroyokan yang dialami oleh dua jurnalis dari Transmedia dan Kumparan.com saat terjadi pengrusakan massa di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.

Ketua AJI Jakarta Asnil Bambani Amri mendorong korban dan perusahaan medianya agar melaporkannya ke Kepolisian agar dapat ditindak lebih lanjut secara hukum serta jeratan Pasal 18 UU Pers dengan ancaman dua tahun penjara atau denda Rp 500 juta.

Menurut Asnil, kekerasan terhadap jurnalis adalah perbuatan melawan hukum dan mengancam kebebasan pers. Selain itu, aksi tersebut memunujukkan pelaku tidak menghargai serta menghormati profesi jurnalis dalam kegiatan jurnalistiknya.

Berdasarkan Pasal 8 UU Pers menyatakan, bahwa dalam menjalankan kerja-kerjanya jurnalis mendapat perlindungan hukum, yang meliputi mencari bahan berita, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, hingga menyampaikan kepada publik. (asr)

Share

Video Popular