- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Pelajaran Besar dari Seorang Suci

Erabaru.net. Di suatu hutan di pinggir kota, hiduplah seorang suci yang sangat bijak, kebijakannya sangat tinggi dan namanya sudah terkenal ke seantero negri.

Suatu hari, dia setuju untuk memberikan pelajaran kepada seluruh penduduk kota, dan mengangkat mereka semua menjadi muridnya. Seluruh penduduk kota merasa sangat senang.

Pada hari yang ditentukan, mereka semua berkumpul di dalam auditorium yang besar, menunggu sang orang suci datang untuk memberikan wejangan.

[1]
Ilutrasi. Kredit: terebess.hu

Acara dijadwalkan akan dimulai pada pukul 9 pagi, namun sampai pukul 9.30 orang suci itu belum juga datang.

Panita kemudian berkata, “Mohon maaf hadirin sekalian, kami mendapat kabar bahwa sang orang suci baru saja bangun, jadi diperlukan beberapa waktu baginya untuk mempersiapkan diri dan menempuh perjalanan kemari, namun dia memastikan bahwa dia akan datang hari ini, jadi mohon bersabar dan menunggu.”

Sebagian penduduk yang sudah datang merasa kecewa, dan akhirnya setengah dari mereka memilih untuk keluar dari auditorium dan pulang ke rumah.

[2]
Ilustrasi. Kredit: industryweek.com

Mereka semua terus menunggu, sampai akhirnya, pada jam 12 siang, panitia berkata lagi, “Mohon maaf para hadirin, kami mendapat kabar bahwa orang suci kedatangan tamu penting, dia harus menjamu tamu tersebut, dan setelah itu barulah dia bisa datang kemari, namun dia memastikan bahwa dia akan datang hari ini, jadi mohon untuk besabar dan menunggu lebih lama.”

Penduduk yang tersisa merasa kecewa dan sebagian dari mereka memutuskan untuk pergi dari auditorium.

[3]
Ilustrasi. Kredit: seattlepi.com

Mereka semua kembali menunggu, hingga jam 5 sore, akhirnya panitia kembali berkata, “Orang suci baru saja selesai menjamu tamunya, dan dia agak kelelahan, jadi dia ingin beristirahat sebentar sebelum berangkat kesini, namun dia memastikan bahwa dia akan datang hari ini, mohon bersabar dan menunggu.”

[4]
Ilustrasi. Kredit: minnpost.com

Para penduduk di dalam auditorium merasa sangat kecewa, mereka mulai pergi dan akhirnya hanya tersisa 3 orang penduduk di dalam auditorium.

[5]
Ilustrasi. Kredit: ThinkVermont.com

Tidak lama kemudian, tibalah sang orang suci di auditorium, dengan tenang dia berkata, “Hanya kalian bertiga yang pantas menjadi murid saya, kalian sudah berhasil melewati ujian kesabaran dan kekecewaan. Walau apapun yang terjadi, kalian tetap yakin dengan kata-kata saya bahwa saya pasti akan datang hari ini.”

Sumber: pencerahansejati.com

Video Rekomendasi:

Era Baru