- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Setelah Menyantap Makanan di Kulkas, Wanita Hamil 7 Bulan Ini Melahirkan Bayi Tak Bernyawa

Erabaru.net. Beberapa waktu lalu, sebuah rumah sakit menangani seorang wanita hamil lebih dari 7 bulan yang merasa tidak nyaman dengan perutnya. Setelah dokter melakukan pemeriksaan jantung janin, mereka menemukan kejanggalan pada janin, lalu melakukan operasi caesar lebih awal, sayangnya nyawa anak itu tak terselamatkan .
[1]
Setelah diselidiki lebih lanjut, penyebab utama wanita itu kehilangan bayinya adalah listeria monocytogenes yakni bakteri gram positif yang bersifat pathogen. Bakteri ini dapat mengkontaminasi sayuran mentah, buah, salad, susu murni, soft cheese, daging dan produk daging, unggas, sauerkraut (kubis fermentasi), dan seafood.

Ia dapat bertahan hidup selama setahun bahkan dalam freezer minus 20 derajat. Ia juga dikenal sebagai “pembunuh dalam lemari es”.

Bakteri ini tersebar luas dan dapat ditemukan di air, limbah rumah pemotongan hewan, susu dari sapi normal atau mastitis, bahkan pada feses manusia. Namun, tingkat kejadian pasca infeksi pada orang biasa hanya satu dari beberapa ratus ribu.

Tetapi, bagi wanita hamil dengan kekebalan tubuh yang lemah, pasca infeksi bakteri ini dapat menyebabkan risiko kematian janin, keguguran, sepsis neonatorum (Infeksi darah yang terjadi pada bayi yang baru lahir).dan risiko lainnya.

Setelah menanyakan lebih lanjut kepada pasien, dokter menemukan, bahwa karena cuaca terik pada musim panas ini, wanita itu sangat suka dengan makanan dingin dari kulkas, dan kejadian selanjutnya seperti ulasan singkat di atas.

[2]

Jadi apa itu listeria ?

Listeria tersebar luas di alam terbuka dan mudah menyebar dengan berbagai cara, dapat menyebabkan kontaminasi pada berbagai makanan.

Bakteri ini dapat bertahan hidup pada suhu 0 ~ 45 ° C, terutama di kulkas pada suhu pendingin dapat berkembangbiak dan bertahan hidup selama 1 tahun meski dalam freezer pada -20 ° C. Selain itu, bakteri ini juga mampu bertahan di lingkungan yang kering dan lingkungan dengan konsentrasi garam yang tinggi.

Infeksi pada manusia dan hewan dapat menyebabkan penyakit seperti meningitis, sepsis, dan endokarditis (infeksi pada lapisan bagian dalam jantung) dan juga dapat menyebabkan kematian janin.

Bakteri ini menginfeksi manusia terutama melalui makanan dan dapat hidup dalam usus manusia.

Produk daging, susu atau produk susu (mentah dan keju lembut), produk akuatik, makanan siap saji (seperti daging matang) dan sayuran dapat terkontaminasi bakteri ini.

Bagaimana cara menangani listeria?

Dokter mengingatkan bahwa lemari es bukanlah tempat serbaguna yang aman, banyak orang yang suka menyimpan makanan untuk waktu yang lama di lemari es, atau menyimpan makanan sisa yang tidak habis lalu memakannya secara langsung saat dikeluarkan, asal tahu saja, ini adalah cara yang salah.

Terutama wanita hamil harus lebih teliti dan hati-hati untuk menghindari makanan dingin dari kulkas.

Makanan yang diolah sebaiknya dimasak sampai benar-benar matang, sementara untuk beberapa hidangan khusus, seperti salad sayuran, pilihlah bahan yang segar dan higienis, sebaiknya hidangan itu dihabiskan pada saat itu juga.

[3]

Cara makan sehat :

Setelah terinfeksi bakteri listeria, akan terjadi masa inkubasi 3-70 hari, kemudian akan menunjukkan gejala seperti demam, sakit kepala, sakit perut, diare dan gejala lainnya.

Karena gejalanya mirip dengan flu, atau demam, sehingga seringkali diabaikan, salah didiagnosis, dan ditangani seperti flu biasa.

Oleh karena itu, ketika wanita hamil dan anak-anak, lansia dengan kekebalan tubuh relatif lemah mengalami gejala demam, diare atau flu setelah mengonsumsi makanan yang mecurigakan, dihimbau sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi: