Erabaru.net. Dalam kisah pengembangan Coca-Cola, Cocaine selalu menempati posisi penting. Setelah menciptakan lebih dari 500 merek minuman dan lebih dari 3.800 jenis minuman, Coca-Cola, perusahaan minuman ringan terbesar di dunia berencana mengincar pasar minuman beraroma ganja.

Menurut BNN Bloomberg Kanada, bahwa perusahaan minuman ringan ikonik ini telah melakukan pembicaraan dengan Aurora Cannabis di Kanada. Hal itu dilakukan sebagai upaya Coca Cola untuk mengembangkan minuman infus ganja tersebut ke dalam produk barunya.

Coca-Cola tidak akan menambahkan tetra hydro cannabinol – THC yang membuat pengguna ganja mabuk bukan kepayang, melainkan Cannabidiol – CBD yang tidak akan mengakibatkan kecanduan seperti bahan kimia lain yang terdapat dalam ganja.

Cannabinol diketahui memiliki efek anti-inflamasi, analgesic dan telah digunakan untuk menangkal epilepsi dan beberapa penyakit lainnya.

Lembaga Anti-Doping Dunia telah menghapus cannabinol dari daftar “zat terlarang” dan banyak negara memanfaatkannya sebagai obat-obatan psikotropika dan beberapa produk yang diberi CBD sudah bermunculan belakangan ini.

Meskipun cannabisdiol tidak menyebabkan kecanduan, tapi bagaimana pun itu adalah zat dalam ganja, sementara ganja adalah obat terlarang di sebagian besar negara. Dipastikan wacana Coca-Cola akan memicu perdebatan sengit.

Kanada adalah salah satu dari sedikit negara di dunia yang telah melegalkan ganja, sehingga pasar potensial untuk minuman ganja sangat besar.

BNN Bloomberg Financial mengutip data dari Hemp Business Journal menyebutkan, Cannabinol memiliki pasar yang sangat besar untuk konsumsi di sektor konsumen, yaitu 200 juta dollar Amerika pada tahun 2015 dan mungkin akan melampaui 2,1 miliar dollar Amerika pada tahun 2020.

Menurut data dari Euromonitor International, pasar kanabis di Amerika Serikat pada 2015 mencapai 5,4 miliar dollar Amerika, dan diperkirakan akan mencapai 16 miliar dollar AS pada tahun 2020 memdatang.

Coca-Cola akan menjadikan minuman ganja sebagai minuman kesehatan fungsional, yang merupakan “minuman rehabilitasi” dan memiliki khasiat menangkal depresi dan anti-psikotik. Namun, saat ini, Coca-Cola belum memutuskan apakah akan meluncurkan minuman ganja.

Dalam sebuah pernyataannya, mereka menyatakan keprihatinan tentang penggunaan cannabidiol dalam minuman kesehatan fungsional, tetapi “kami belum membuat keputusan yang relevan, setidaknya unuk saat ini.”

Selain Coca-Cola, Pepsi, Nestle, banyak perusahaan tembakau dan anggur (minuman) tertarik dengan minuman beraroma ganja.

Pada Agustus lalu, merk bir Corona menambahkan saham di Canopy Growth Corporation, pabrik ganja untuk tujuan medis terbesar di dunia di Kanada, Guinness dan Heineken juga berencana meluncurkan “minuman beraroma ganja” pada produk baru mereka.

Setelah menambahkan cannabisdiol, “Taste The Happiness” Coca Cola pasti akan menarik perhatian luas

Anda ingin mencobanya jika Coca-Cola benar-benar meluncurkan minuman dengan sensasi rasa ganja?(jhn/yant)

sumber :Daily Mail

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular