Erabaru.net. Philipina seperti Indonesia, adalah negara kepulauan yang terkenal dengan kekayaan keanekaragaman hayati lautnya dan fakta tentang hal itu adalah bahwa lautan di sekitarnya dihuni oleh ribuan spesies akuatik yang jarang ditemukan di lautan lain.

Oleh sebab itu, negara kepulauan itu telah menjadi tujuan wisata utama bagi pecinta pantai dan lautan, terutama bagi penyelam yang ingin melihat lingkungan akuatik yang luar biasa.

Jika Anda melihat pemandangan bawah laut Philipina yang indah, terdapat ikan paling beracun dan merupakan salah satu spesies paling dahsyat di dunia.

(Foto: pixabay)

Ikan itu disebut ikan batu. Ikan batu juga dikenal sebagai raja kamuflase. Ikan ini mampu bersembunyi dengan sempurna di sekitarnya dan ini bisa dilakukan karena kulitnya yang coklat atau abu-abu dengan bintik-bintik merah atau kuning, yang pada saat yang sama membuatnya terlihat seperti terumbu karang.

Tidak hanya itu, ikan ini juga bisa terlihat seperti batu biasa, jadi penyelam harus selalu berhati-hati dan selalu memakai sepatu air untuk melindungi kulit agar tidak terkena kehidupan berbahaya ini.

(Foto: Leisurepro)

Ikan batu bisa tumbuh hingga 50 sentimeter panjang dan beratnya bisa mencapai lima kilogaram. Ikan ini memiliki 13 sirip berduri tajam, masing-masing mengandung dua kelenjar beracun yang melepaskan beberapa racun yang dihasilkan dari protein ketika ikan terganggu atau terinjak.

Racun yang dihasilkan sangat kuat sehingga dapat membunuh korban dalam waktu kurang dari satu jam – tergantung pada tingkat penembusannya.

(Foto: Kon Tiki Thailand)

Ada banyak kematian yang tercatat berasal dari ikan batu ini. Siapa saja yang secara tidak sengaja menginjaknya akan segera menderita sakit dan kaki mereka mulai membengkak.

Bila racun mengalir melalui urat, sistem vaskular korban juga akan terpengaruh dan dalam waktu singkat, seseorang bisa mati karena kekurangan oksigen di dalam otak.

(Foto: Gold Coast Bulletin)

Ikan batu adalah jenis ikan lain daripada yang lain dan sangat unik. Bukan hanya karena racun yang bisa membunuh, bahkan ikan batu pun bisa hidup tanpa air selama 24 jam.

Jadi, jika Anda mengunjungi pantai di Australia atau pantai-pantai di Philipina atau di mana saja di wilayah Indo-Pasifik, adalah lebih baik jika Anda melihat bahwa Anda benar-benar melangkahi batu dan bukannya ikan batu yang bisa membunuh ini.

Namun, meskipun ikan ini dikenal sebagai ikan yang berbahaya, ikan ini masih digunakan sebagai salah satu bahan paling berharga dan sempurna untuk makanan Jepang – Sashimi.

(Foto: Food To Die For/Facebook)

Ada sesuatu yang mengejutkan tentang ikan batu itu. Meskipun ikan ini sangat berbahaya bagi manusia, ikan ini sebenarnya digunakan sebagai bahan khusus dalam hidangan yang lezat.

Chef Guy Turland dari seri dokumenter yang mengeksplorasi kisah di balik layar orang-orang yang membahayakan nyawa mereka demi sesuap makanan yang berharga di dalam piring, “Food to Die For”, menjelajah Pulau Marinduque di Philipina untuk menyingkap ramuan yang paling berbahaya tetapi merupakan salah salah satu ramuan paling mahal di dunia.

(Foto: Food To Die For/Facebook)

Chef Guy menjelaskan bagaimana ikan yang sangat berbisa ini benar-benar menyembunyikan daging yang sangat unik dan manis yang sering digunakan untuk hidangan yang sangat lezat.

Chef Guy dan sekelompok nelayan lokal pergi ke laut dan menyelam hingga 50 meter ke dasar laut untuk mencoba menangkap beberapa ikan batu.

(Foto: Food To Die For/Facebook)
(Foto: Food To Die For/Facebook)

Di Philipina, ikan batu disajikan di salah satu restoran Jepang yang paling populer dan mahal di negara ini. Tentu saja, Chef Guy mencoba makanan yang disajikan di restoran Kitsho, di mana ikan batu disediakan dengan sangat hati-hati, racunnya dikeluarkan, sebelum isinya diiris menjadi potongan Sashimi yang tipis dan lezat.

(Foto: Food To Die For/Facebook)

Tonton video di bawah ini dan lihat bagaimana ikan batu berbahaya digunakan sebagai makanan paling berharga.(yant)

S1:E4 Poisonous Fish in the Philippines

The Philippines is home to more aquatic species than anywhere on Earth, but hiding in the ocean shadows and coral reef is one of the most dangerous ingredients in the world — the stone fish. Covered with needle sharp spines filled with deadly poison, one wrong step could mean death within the hour. Follow Guy as he travels to Marinduque Island, where local divers risk their lives to catch this scary, yet sweet delicacy.

Posted by Food To Die For on Thursday, September 21, 2017

Sumber: Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular