‘Jerusalem Post’ sebelumnya juga melaporkan bahwa Harel Menashri, mantan kepala jaringan Institut Teknologi Holon Institute of Technology dan mantan pejabat dari Badan Keamanan Nasional Israel Shin Bet, bahkan percaya bahwa investasi swasta Tiongkok di Israel akan membawa risiko bagi Israel, karena mereka berkewajiban untuk melayani kepentingan Partai Komunis Tiongkok.

“Para pemimpin Israel harus memahami bahwa di Tiongkok tidak ada sektor swasta yang dapat didefinisikan secara jelas,” kata Menashri.

kapal tanker di Pelabuhan Haifa, Israel (http://www.haifaport.co.il)

“Meskipun banyak perusahaan mendefinisikan diri mereka sebagai swasta murni” semua perusahaan ini secara langsung atau tidak langsung dikendalikan oleh Partai Komunis Tiongkok. Semua pengusaha asal Tiongkok, investor, dan perusahaan mengikuti garis dan semangat yang diarahkan oleh partai,” tambahnya.

“Kementerian Pertahanan AS semakin khawatir bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok akan memperoleh kecerdasan buatan berteknologi tinggi melalui investasi swasta atau transaksi khusus yang kemudian juga digunakannya dalam sunjata generasi baru,”  kata Branstedt, profesor ekonomi dan kebijakan publik di Heinz College di Carnegie Mellon University. “Akhirnya, militer AS dan pasukan sekutu AS terancam.”

“Pentagon juga khawatir Israel akan menjadi pintu belakang untuk mendapatkan teknologi tinggi bagi Tiongkok komunis,” tambahnya.

Shaul Chorev, mantan ketua Komisi Energi Atom Israel percaya bahwa Israel harus menciptakan mekanisme pemerintah yang dapat mengendalikan ekspansi pengaruh Tiongkok komunis di Israel yang di luar batas.

Usulannya telah mendapat dukungan dari pejabat yang lain, dan mantan kepala Badan Intelijen Nasional Israel, Harry percaya bahwa jika dibiarkan, pengaruh Partai Komunis Tiongkok yang semakin meningkat akan dapat menimbulkan ancaman keamanan bagi Israel. (Sin/asr)

Share

Video Popular