Erabaru.net. Ceritanya terjadi pada awal abad ke-20, di sebuah kota kecil di Amerika Serikat bagian Barat. Suatu hari, seorang bocah laki-laki berumur sepuluh tahun memegang koin dollar di tangannya dan bertanya pada setiap pemilik toko di sepanjang jalan: “Maaf, apakah Anda menjual Tuhan?”

Si pemilik toko berpikir itu bisa jadi candaan, jadi dia tidak menjawab dan mengusir bocah itu keluar dari tokonya. Sepanjang hari, bocah kecil itu keluar masuk toko-toko yang tak terhitung jumlahnya yang meminta untuk membeli ‘Tuhan’.

Ilustrasi.

Hari berubah menjadi malam dan bocah laki-laki yang keras kepala itu sudah keluar masuk ke toko selama enam puluh sembilan hari dan selalu bertanya kepada pemilik toko: “Maaf, tuan, apakah Anda menjual Tuhan di sini?”

Pada suatu hari pemilik toko yang merupakan seorang pria tua berusia 60 tahun dengan rambut perak dan sorot mata yang baik tersenyum dan bertanya kepada anak lelaki kecil itu: “Katakan padaku, Nak, mengapa kau ingin membeli Tuhan?”

Ilustrasi.

Untuk pertama kalinya, bocah itu mendengar seseorang menanggapi pertanyaannya. Bocah kecil itu meneteskan air mata dan menjawab dengan penuh semangat. Dia mengatakan kepada pemilik toko bahwa orangtuanya sudah meninggal ketika dia masih balita dan pamannya membesarkannya sekarang. Pamannya bekerja di lokasi konstruksi. Dia jatuh dari perancah belum lama ini dan sekarang tidak sadarkan diri di rumah sakit.

Dokter mengatakan kepadanya bahwa hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan pamannya. Anak lelaki kecil itu berpikir bahwa Tuhan pasti hal yang luar biasa. Anak kecil itu berkata dengan polos,: “Jika saya membeli Tuhan dan membuat paman saya makan, luka-lukanya akan sembuh.”

Setelah mendengarkan cerita anak-anak itu, mata si pemilik toko tampak berkaca-kaca dan bertanya,: “Berapa banyak uang yang kamu punya?”

“Satu dollar,” jawab anak itu polos.

“Nak, harga Tuhan persis satu dollar,” kata pria tua pemilik toko itu.

Pemilik toko mengambil koin dari bocah kecil itu dan mengambil sebotol “God’s Kiss” dari rak. Dia berkata kepada bocah kecil itu, “Ambillah, nak! Ketika pamanmu meminum sebotol ‘Tuhan’ ini, dia akan segera sembuh. ”Bocah kecil itu sangat gembira. Memegang minuman erat-erat di lengannya, dia berlari cepat ke rumah sakit.

Begitu dia memasuki bangsal. dia berteriak dengan gembira kepada pamannya: “Paman, saya membeli ‘Tuhan’ dan paman akan segera sembuh.”

Keesokan harinya, tim medis yang terdiri atas ahli medis terkemuka dunia dengan pesawat khusus terbang ke kota kecil itu dan langsung menuju ke rumah sakit tempat paman anak kecil itu berada. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh atas luka pamannya.

Segera, paman anak kecil itu sembuh.

Ilustrasi.

Ketika paman anak kecil itu pulang dari rumah sakit, dia hampir pingsan ketika dia melihat tagihan medis. Namun, rumah sakit itu dengan cepat menghilangkan keraguannya dan mengatakan bahwa seorang pria tua yang kaya sudah membayar tagihan itu. Pria tua itu kaya itulah yang telah membawa ahli medis gabungan untuk merawat paman anak kecil itu.

Belakangan, paman anak kecil itu mengetahui bahwa pria tua pemilik toko adalah miliarder dan dia suka menghabiskan waktu di toko kelontongnya ketika dia punya waktu luang.

Paman anak kecil itu merasa senang dan segera pergi ke toko kelontong bersama bocah kecil itu untuk berterima kasih kepada pemilik toko itu. Ketika mereka sampai di toko, seorang penjaga toko mengatakan kepada mereka bahwa bosnya sudah pergi untuk liburan. Penjaga toko itu juga memberi tahu mereka bahwa mereka tidak perlu terlalu khawatir tentang biaya pengobatan dan menyerahkan surat yang ditulis oleh miliarder (pria tua) kepada paman anak kecil itu.

Paman anak kecil itu membuka surat itu dan membaca: “Anak muda, Anda tidak perlu berterima kasih kepada saya. Semua biaya telah dibayarkan oleh keponakan Anda. Saya ingin memberi tahu Anda bahwa Anda adalah orang yang beruntung memiliki keponakan yang baik. Untuk menyelamatkanmu, dia membawa satu dollar dan pergi ke setiap toko yang dia lihat untuk membeli ‘Tuhan’ … Terima kasih Tuhan, dia adalah orang yang menyelamatkanmu! ”(yant)

Sumber: goodtimes.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular