Erabaru.net. Meski bukan ibu kandung, tetapi memiliki perasaan yang mendalam. He Sihan, seorang bocah tanggung 13 tahun ini telah hidup bersama bibinya sejak kecil. Demi He Sihan, bibinya rela tidak menikah, dan He Sihan juga tahu berterima kasih atas pengorbanan bibinya.

Belakangan, bibinya jatuh sakit, dan membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Demi mengumpulkan uang untuk biaya pengobatan bibinya, He Sihan menjual kaligrafi dan lukisan di gerbang pintu rumah sakit.

Orangtua He Sihan bercerai ketika dia baru berusia 1 tahun, Dia dititpkan kepada He Jianhua bibinya yang saat itu berusia 33 tahun. Saat itu, He Jianhua sudah membahas tentang rencana pernikahan dengan pacarnya, tetapi keluarga dari calon suaminya merasa He Sihan hanya akan menyusakan dan tidak mau menerimanya. Setelah direnungkan, akhirnya He Jianhua membatalkan pernikahannya demi membesarkan He Sihan yang masih kecil ketika itu.

He Sihan memiliki fisik yang lemah sejak kecil, sekolah dasar belajar sendiri di rumah, dan tugas mengajarnya menjadi tanggung jawab He Jiahua. Bibinya meminjam buku sekolah dan buku diktat untuknya, termasuk bahasa nasional, matematika dan bahasa Inggris, dan dengan sabar menjelaskan kepadanya.

He Sihan memiliki bakat belajar dan prestasi yang mengagumkan. Dia diterima di sekolah menengah setempat dan menjadi ketua kelas. Selain itu, He Sihan juga memiliki bakat melukis yang hebat, karyanya pernah memenangkan penghargaan nasional.

Baru-baru ini, He Jianhua didiagnosis menderita penyakit serius dan memerlukan perawatan di rumah sakit. Biaya pengobatan yang tinggi membuat sekeluarga tidak mampu menjangkaunya.

Untuk membantu mengumpulkan biaya pengobatan bibinya, He Sihan memutuskan menjual lukisan kaligrafi. Dia menggelar stan lukisan di luar rumah sakit untuk mengumpulkan biaya pengobatan bibinya.

Beberapa orang yang mengetahui hal itu kemudian datang membantu dengan membeli lukisan di stannya, selain masyarakat yang simpati kepadaya, staf medis juga ikut membantu.

Setelah diliput media setempat, kisah hidup He Sihan pun tersebar dan dikenal luas masyarakat setempat. Yayasan dari berbagai daerah dan platform penggalangan dana telah mengumpulkan beberapa donatur untuk membantu meringankan beban biaya pengobatan mereka.

“Anak itu sangat cerdas, saya akan sangat sedih dan sangat menyesal jika saya pergi meninggalkannya begitu saja” ujar He Jianhua.

Sekarang neneknya sudah tua, He Jianhua khawatir keponakannya akan menjadi anak yatim jika dirinya tiada.

“Saya tidak takut mati, karena setiap manusia pasti akan kesana bila sudah tiba waktunya, hanya saja saya berharap Tuhan bisa memberi saya sedikit waktu agar bisa menyaksikan He Sihan tumbuh dewasa,” kata He Jianhua lemah dengan bibir bergetar.

He Jianhua dan He Sihan bukan ibu dan anak, tetapi hubungan mereka jauh lebih kental daripada ibu dan anak kandung, selama puluhan tahun mereka bergantung satu sama lain.

Semoga bibi segera sembuh dan sehat kembali !(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular