NEW DELHI — India akan memberikan bantuan keuangan sebesar US$1,4 miliar kepada Maladewa, Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan pada 17 Desember, bantuan terbesar bagi negara pulau Samudera Hindia tersebut yang bergulat dengan utang untuk pesta foya-foya pembangunan dari Tiongkok.

Modi membuat pengumuman tersebut setelah pembicaraan dengan presiden baru Maladewa, Mohamed Ibrahim Solih, yang mengalahkan orang kuat pro-Tiongkok, Abdulla Yameen, dalam hasil pemilihan mengejutkan pada bulan Oktober dan sedang mencoba untuk mengatur ulang hubungan dengan India.

Selama lima tahun pembangunan konstruksi di Maladewa, Tiongkok telah membangun sebuah jembatan laut yang menghubungkan ibukota, Male, ke bandara utama dan juga pengembangan bandara itu sendiri, serta membangun perumahan-perumahan di atas tanah yang direklamasi dari laut tersebut.

Tanda-tanda ledakan infrastruktur ada di mana-mana di Male, mulai dari mana wisatawan dibawa dengan perahu berkecepatan tinggi sampai ke resor-resor mewah yang dibangun di atas pulau-pulau karang (atol).

Yameen juga telah menyewa para pengembang Tiongkok untuk sejumlah pulau yang tidak disebutkan dalam membangun resor-resor untuk turis-turis, seperlima di antaranya adalah Tiongkok, dalam perluasan hubungan yang dramatis sejak Beijing membuka kedutaannya di Maladewa delapan tahun lalu.

Tiongkok telah membangun pelabuhan, jembatan dan jalan raya di negara-negara yang membentang dari Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan sekutunya Pakistan sebagai bagian dari inisiatif One Belt, One Road (OBOR, juga dikenal sebagai Belt and Road) untuk perdagangan dan koridor transit di seluruh Asia dan di Eropa.

Namun kegiatan pembangunan cepat tersebut telah memicu kekhawatiran bahwa Maladewa telah menimbuni utang yang bisa menjadi berapa pun dari $1,5 miliar hingga lebih dari $3 miliar.

Pemerintahan Solih telah mengatakan sedang mencoba untuk mencari tahu seberapa banyak negara dengan 400.000 penduduk tersebut telah berutang pada Tiongkok.

Modi mengatakan India siap membantu Maladewa sebagai teman dekat dan tetangga.

“Untuk pembangunan sosial dan ekonomi Maladewa, kami menyediakan bantuan keuangan sebesar US$1,4 miliar dalam bentuk dukungan anggaran, perjanjian pertukaran mata uang, dan pemberian kredit lunak,” katanya saat tampil di media secara singkat dengan Solih.

Baik India maupun Tiongkok telah berusaha membangun pengaruh regional di Maladewa dan negara-negara Samudera Hindia lainnya seperti Sri Lanka yang terletak di sepanjang jalur pelayaran penting.

Segera setelah ia mengambil alih bulan lalu, Solih mengatakan kas negara telah dijarah selama beberapa tahun terakhir dan memperingatkan bahwa negara tersebut dalam kesulitan keuangan setelah mengumpulkan utang dengan para pemberi pinjaman Tiongkok.

Solih mengatakan Maladewa dan India telah menandatangani perjanjian untuk bekerja sama dalam perdagangan, kesehatan dan pertahanan. India akan membantu meningkatkan keamanan Maladewa melalui patroli bersama serta pengawasan udara, kata para pejabat.

Kekhawatiran besar India adalah bahwa diplomasi Tiongkok yang luas di kawasan tersebut bertujuan untuk mendapatkan kepemilikan pos terdepan di sebuah pulau di Maladewa.

Menteri Luar Negeri Maladewa Abdulla Shahid mengatakan dia telah meyakinkan para pemimpin India bahwa negaranya menginginkan hubungan terbaik dengan negara-negara tetangga terdekatnya dan akan kembali ke kebijakan “India yang Pertama”.

Modi mengatakan dia telah membahas keamanan regional dengan Solih dan keduanya sepakat untuk tidak mengizinkan masing-masing wilayah untuk digunakan melawan yang lain. (ran)

Rekomendasi video:

Nasib Kelam Maladewa, Dibawah Ancaman Pengaruh Komunis Tiongkok

Share

Video Popular