Erabaru.net. Bagi seorang remaja, 17 tahun adalah usia yang sedang mekar-mekarnya seperti bunga. Namun, Li Chenxi, seorang gadis dari Kota Xinxiang, Provinsi Henan, Tiongkok, dilahap hidup-hidup oleh kobaran api akibat ledakan gas di rumahnya, menyebabkan 80% tubuhnya mengalami luka bakar hebat.

Gadis yang optimis dan tegar itu menjalani berbagai perawatan, tetapi belakangan ayahnya tidak pernah lagi ke rumah sakit menjenguknya. Ternyata ayahnya diam-diam melakukan ini untuknya …

Ilustrasi (Sumber: Pixabay)

Pada 3 Oktober lalu, itu adalah mimpi buruk bagi keluarga Li ! Orangtua Li Chenxi adalah petani. Pada hari itu, mereka semua sibuk di ladang.

Sang ayah Li Zhifeng mengatakan bahwa pada saat itu, hanya Li Chenxi dan adiknya yang berusia 11 tahun di rumah.

Ketika kedua kakak beradik itu sedang mengerjakan pekerjaan rumah, sayup-sayup Li Chenxi mendengar suara aneh dari dapur, lalu ke sana untuk memeriksa, tetapi tak disangka gas di dapur bocor, dan meledak seketika saat dia membuka pintu, dan sekujur tubuhnya pun dilalap kobaran api.

Ilustrasi (Sumber: Pixabay)

Li Chenxi segera dilarikan ke rumah sakit, dan beruntung nyawanya terselamatkan, namun, dia mengalami luka bakar tingkat dua dan tiga, meliputi area seluas 80%.

Betapa sedihnya orangtua Li Chenxi melihat putrinya terbaring tak berdaya di tempat tidur, dan harus menjalani berbagai operasi dan perawatan. Dan betapa mereka berharap merekalah yang terbaring lemah di sana, bukan putrinya yang masih belia.

Internet

“Saya anak laki-laki, dan saya tidak peduli dengan fisik saya, lebih baik ledakan itu terjadi pada saya,”kata sang adik dengan sedih sambil menyeka air mata.

Sementara itu Li Chenxi kakaknya justru mengatakan, :“Untung saja saya yang terluka, adik saya masih kecil, dan lukanya pasti lebih serius dan menyakitkan jika itu terjadi padanya.”

Meskipun seluruh tubuhnya ditutupi dengan kain kasa, namun, Li Chenxi masih bisa tersenyum ketika melihat keluarga menjenguknya. Senyum Li Chenxi justru semakin menyayat hati Li Zhifeng, ayahnya.

Li Chenxi sangat tegar, dia berkata pada perawat rumah sakit, bahwa dia tidak ingin orang tuanya sedih melihat keadaannya seperti itu.

Internet

Li Zhifeng sangat menyayangi putrinya, tapi entah mengapa belakangan ini ayahnya tidak pernah menjenguknya, hanya ibunya yang mengurus semua keperluannya.

Li Chenxi yang penasaran beberapa kali bertanya kepada ibunya : “Bu, ayah kemana, mengapa tidak pernah menjengukku lagi ?”

Ibunya beralasan bahwa ayahnya bekerja lembur untuk biaya rumah sakit yang mahal, jadi belum bisa meluangkan waktu ke rumah sakit.

Li Chenxi tidak marah pada ayahnya hanya karena hal itu, justru meminta ibunya untuk memberi tahu ayahnya agar menjaga dirinya baik-baik .

(Foto:Adobe Stock)

Namun, Li Chenxi tidak tahu kalau ibunya berbohong padanya. Ayahnya sebenarnya terbaring di ranjang rumah sakit yang sama dengannya selama hampir sebulan.

Dia telah mencangkokkan kulit kaki kirinya untuk Li Chenxi, putri yang disayanginya!

Tapi kenapa harus menyembunyikan hal itu pada putrimu? Tanya wartawan setempat yang meliputnya

“Putriku, meski masih belia, tapi sikap dan pikirannya cukup dewasa. Kami takut dia akan cemas, kami terpaksa merahasiakannya dulu darinya, setidaknya untuk sementara ini.” ujar Li Zhifeng

Kaki Li Zhifeng masih terbungkus lapisan kasa tebal dan perban elastis di kaki kirinya. Setiap hari, dia harus menjalani latihan pemulihan dan sekarang sudah bisa berjalan perlahan di sekitar bangsal rumah sakkit.

“Jika dibutuhkan, saya juga merelakan kulit di kaki sebelah lagi untuknya!” katanya.

Internet

Demi biaya pengobatan putrinya, Li Zhifeng dan istri berusaha mengumpulkan uang, mereka telah menghabiskan total 1,2 juta yuan.

Biaya pengobatan yang besar serasa menyesakkan dada mereka, tapi untungnya, organisasi terkait telah membantu mereka mengumpulkan dana.

Ketegaran dan keberanian putrinya membuat kita tersentuh, dan pengorbanan sang ayah yang tanpa pamrih kepada putrinya itu membuat kita bisa merasakan betapa besarnya kasih sayang seorang ayah!

Meskipun sang ayah tidak akan mengungkapkan kasih sayangnya di bibir, tapi dia pasti sosok orang yang diam-diam mengorbankan segalanya.

Semoga ayah dan anak itu segera sembuh dan berkumpul kembali dalam kebahagiaan bersama sekeluarga.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular