Erabaru.net. Jika amarah Anda tidak bisa dikendalikan lagi, lalu membentak anak, cobalah baca cerita tentang siput ini .

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa siput jalan-jalan.

Siput itu tak bisa jalan terlalu cepat, sementara siput sudah berusaha keras merangkak, setiap kali hanya merangkak sedemikian sedikit.

Aku mendesak, menghardik, memarahinya, siput memandangku dengan pandangan meminta maaf, seakan berkata: ‘Aku sudah berusaha dengan segenap tenagaku!’

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, siput terluka. Ia mengucurkan keringat, napas tersengal-sengal, merangkak ke depan.

Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak siput jalan-jalan ?

Oh Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap.

Siput itu merangkak di depan, sementara aku menggerutu di belakang.

Pelankan langkah, tenangkan hati….

Oh…Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.

Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.

Hmm…! Aku mendengar suara kicau burung, suara dengung kumbang.

Aku lihat langit penuh dengan bintang cemerlang.

Oh? Mengapa dulu tidak kurasakan semua ini ? Tiba-tiba aku baru ingat, jangan-jangan aku telah salah menduga!

Ya…Ternyata Tuhan meminta siput menuntunku jalan-jalan, sehingga aku dapat mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalau aku berjalan sendiri dengan cepatnya.

Kesimpulan :

Mengajar anak seperti

Menuntun siput berjalan-jalan.

Berjalan bersama anak melalui masa kecil dan masa mudanya.

Meskipun terkadang timbul kegusaran dan kehilangan kesabaran, namun, anak-anak tanpa sadar menunjukkan satu sisi kehidupan terindah di awal kehidupan mereka.

Penglihatan anak itu polos, dan sudut pandang anak-anak itu unik. Jadi, mengapa kita selaku orangtuanya tidak memperlambat langkah kaki ?

Singkirkan pandangan subjektif Anda, temani anak dan rasakan nuansa hidup, dengarkan gema suara batin anak-anak, Berikan sedikit waktu untuk kita menjelajahi dalam kehidupan yang tak berujung, dan manfaat yang dapat dipetik ini bukan hanya anak..

Dipersembahkan kepada semua ayah dan ibu yang sedang sibuk dengan dunianya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular