Erabaru.net. Juice atau Guozhi dalam bahasa Mandarin – yang dianggap sebagai salah satu anjing paling terkenal dalam bisnis pertunjukan setelah membintangi beberapa film dan produksi televisi, baru saja dikloning oleh pemiliknya.

(Foto: Sohu)

Pelatih hewan yang berbasis di Beijing, yang juga pemilik Juice, He Jun, ingin anjingnya tetap hidup meski usia semakin bertambah.

Dia menemukan solusi untuk masalah ini adalah mengkloning anjing dengan bantuan Sinogene, perusahaan biotek pertama di Tiongkok, menurut Reuters.

(Foto: Sohu)

“Juice sendiri adalah bagian dari kekayaan intelektual dengan pengaruh sosial,” katanya kepada media.

(Foto: Sohu)

Sinogene, baru sebulan setelah sukses besar dalam mengkloning beagle Mei lalu, mulai menawarkan layanan kloning komersial yang biayanya setidaknya 380.000 yuan (sekitar 800 miliar rupiah).

(Foto: Xuehua)

Perusahaan Tiongkok itu berhasil mengkloning Juice dengan mengambil sampel kulit dari perut bagian bawah anjing.

Beberapa minggu setelah prosedur, Sinogene mampu mengisolasi DNA Juice dan menyuburkan telur yang kemudian disuntikkan ke anjing betina pengganti.

(Foto: Xuehua)

Kemudian, pada pertengahan September, “Little Juice” (Zhizhi dalam bahasa Mandarin) lahir. Anak anjing itu tinggal bersama ibu pengganti selama sekitar satu bulan sebelum diberikan kepada He dan Juice.

Setelah melihat anak anjing itu, He mengatakan dia melihat potensi besar di anjing kecil, bahkan mungkin lebih dari Juice asli, yang ditemukan di jalanan.

“Kami percaya dia akan lebih baik daripada Juice yang lebih tua,” kata pelatih itu.

(Foto: Xuehua)

CEO Sinogene, Mi Jidong, mengatakan kepada media bahwa perusahaan memiliki rencana untuk memperluas layanannya ke mengubah gen sambil mengakui bahwa bisnis kloning masih dalam tahap awal.

“Kami telah menemukan bahwa semakin banyak pemilik hewan peliharaan ingin hewan peliharaan mereka menemani mereka untuk jangka waktu yang lebih lama,” kata Mi.

(Foto: Xuehua)

Memanipulasi kehidupan, khususnya pengubah gen, telah menjadi topik hangat di Tiongkok baru-baru ini. He Jiankui, seorang profesor dari Southern University of Science and Technology, Tiongkok, telah meminta maaf di depan rekan-rekannya untuk percobaan mengubah gen bayi yang sangat kontroversial.

Tin-Lap Lee, Associate Professor of Biomedical Sciences di Chinese University of Hong Kong, mengatakan kepada media bahwa Pemerintah Tiongkok masih belum memiliki undang-undang yang secara eksplisit mencakup kloning hewan.

“Di sisi pemerintah, citra industri kloning ini sangat berteknologi tinggi, dan pasti … sangat mendukung industri-industri berteknologi tinggi karena margin keuntungan mereka yang tinggi,” kata Lee.(yant)

Sumber: nextshark.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular