Erabaru.net. Ini adalah kumpulan cerita pendek yang akan memberikan pencerahan dalam kehidupan Anda.

Cerpen 1:

Ayahnya kehilangan arloji, dia pun mencarinya di mana-mana sambil menggerutu. Tapi tidak juga ditemukan.

Ketika dia pergi, putranya masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian menemukan arloji ayahnya.

”Bagaimana kamu menemukan arloji ayah ?” tanya ayahnya.

”Hanya duduk dengan tenang, tak lama kemudian, saya mendengar ‘tik tak tik tak’ suara arloji, lalu aku temukan arloji itu”sahut anaknya kalem

Kesimpulan : Semakin kita gelisah, justru akan semakin membuat kita tidak dapat menemukan apa yang dicari, hanya dalam keadaan tenang, kita baru bisa mendengar suara dalam batin kita.

Cerpen 2:

Pria: “Berapa duit sekali mandi di sini?”

Pemilik: “Rp. 20.000 untuk laki-laki dan Rp. 200.000 untuk perempuan.”

Pria: “Mau ngerampok ya …”

Pemilik: “Anda mau mandi di kolam mandi pria atau perempuan?”

Pria: … (merenung), lalu langsung menyerahkan Rp. 200.000.

Saat masuk dia melihat semuanya pria ketika ke kolam pemandian wanita!

Pria lain di kolam mandi : …Sial, laki-laki lagi!

Kesimpulan: Pemasaran (memasarkan produk) bukan didasarkan pada harga yang rendah/murah, Kuncinya adalah memenuhi kebutuhan pelanggan.

Cerpen 3:

Ketika sebuah gelas diisi dengan susu,

Orang-orang akan mengatakan itu adalah susu;

Ketika diisi dengan minyak,

Orang-orang akan bilang itu adalah minyak.

Hanya pada saat gelas itu kosong, orang-orang baru akan mengatakan itu adalah gelas.

Kesimpulan: Demikian pula, ketika kita dipenuhi dengan ilmu pengetahuan, kekayaan, kekuasaan, kesuksesan dan prasangka, itu bukan jati diri kita lagi.

Seringkali saat kita memiliki segalanya, namun, tidak bisa memiliki diri sendiri.

Cerpen 4:

Seorang wanita yang cantik dan seksi dibawakan hidangan makan siang oleh suaminya, kemudian langsung pergi setelah meletakkannya!

Rekan pria yang baru bertanya, “Siapa itu?”

Wanita: “Kurir catering.”

Rekan pria: “Tidak dikasih tip?”

Wanita: “Tidak usah, cukup temani tidur saja di malam hari.”

Keesokan harinya, rekan prianya membawakan untuknya empat menu hidangan dan satu sup untuk makan siang …

Kesimpulan: Model bisnis tidak bisa ditiru sesederhana itu. Model orang lain pasti memiliki prasyarat dan kriteria akses mereka.

Cerpen 5:

Dua harimau, satu di kandang dan satunya di hutan.

Kedua harimau itu masing-masing menganggap lingkungan mereka tidak bagus, kedua nya saling iri.

Mereka memutuskan untuk bertukar posisi, pada awalnya mereka sangat bahagia.

Tapi tak lama kemudian, kedua harimau itu mati:

Satu mati kelaparan dan satunya mati karena depresi.

Kesimpulan: Terkadang, orang-orang menutup mata terhadap kebahagiaannya. Selalu melihat kebahagiaan orang lain. Sebenarnya, apa yang Anda miliki itulah yang membuat iri orang lain.

Cerpen 6:

Seorang tentara diserbu musuh dan melarikan diri ke gua.

Musuh mengejar di belakangnya, dia bersembunyi di dalam lubang dan berdoa agar tidak dilihat musuhnya.

Tiba-tiba lengannya disengat sesuatu, ternyata seekor laba-laba.

Ketika akan membunuhnya, tiba-tiba dia merasa kasihan, lalu membiarkannya, dan tak disangka laba-laba itu merayap naik ke lubang dan membuat jaring baru.

Musuh yang mengejarnya sampai di gua melihat jaring laba-laba yang masih utuh, dia berpikir pasti tidak ada orang di dalam, kemudian pergi.

kesimpulan: Di saat membantu orang lain, sebenanya Anda juga sedang membantu diri Anda sendiri.

Cerpen 7:

Orangtua itu berkata kepada anaknya: “Kepalkan tinjumu dengan keras dan katakan padaku bagaimana rasanya?”

Anak itu mengepalkan tinjunya: “Pegal!”

Orangtua: “Coba kepalkan lebih keras lagi!”

Anak: “Semakin pegal dan ngilu!”

Orang tua: “Coba lepaskan !”

Anak: “Terasa nyaman sekarang.”

Orangtua: “Ketika kamu merasa pegal, di mana semakin kuat kamu cengkram, justru akan membuat kamu semakin ngilu, tetapi jika kamu melepaskannya, kamu akan merasa nyaman dan lega! “

Kesimpulan: Logika yang sangat sederhana, lepaskan sesuatu yang membebani pikiran, Anda baru akan merasa nyaman!

Cerpen 8:

Guru: “Jika kamu mau merebus air, di mana saat sedang menyalakan api, tiba-tiba kamu melihat kayu bakarnya tidak cukup, lalu apa yang akan kamu lakukan?”

Salah seorang muridnya langsung bilang segera pergi mencari kayu bakar, ada juga yang bilang pinjam dulu, atau membeli kayu bakar.

Guru: “Mengapa tidak membuang sebagian airnya?”

Kesimpulan: Segala sesuatu di dunia ini tidak bisa selalu berjalan lancar seperti yang diharapkan. Ada kehilangan baru akan mendapatkan.

Tuhan itu Maha Adil, tidak akan bersimpati kepada Anda hanya karena keluhan Anda.

Dalam masyarakat saat ini,hanya mereka yang cakap, baik skill atau pola pikir yang bijak baru bisa menjadi pemenang dalam hidup ini, dan sebaliknya mereka yang selalu mengeluh dan pesimis hanya akan dieliminasi dan menjadi pecundang, ini adalah fakta yang kita ketahui bersama.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular