- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Setelah Diblokir Sejumlah Negara, Terpaan ‘Krisis’ Menerjang Huawei

oleh Wu Ying

Perusahaan Huawei Tiongkok yang baru-baru ini diblokir oleh Amerika Serikat dan negara lain karena menyebabkan risiko keamanan nasional. Kini menghadapi krisis besar lainnya yakni bank-bank internasional telah memperketat layanan keuangan bagi perusahaan tersebut.

Sumber yang mengetahui informasi mengatakan kepada ‘Wall Street Journal’, bahwa Bank HSBC dan Bank Standard Chartered yang memiliki Huawei bisnis dengan Huawei memutuskan untuk tidak menyediakan layanan perbankan baru setelah kajian resiko berurusan bisnis dengan Huawei terlalu tinggi.

Sumber tersebut mengungkapkan bahwa tahun lalu HSBC telah menghentikan kerjasama dengan Huawei karena pengadilan federal AS mengukuhkan adanya beberapa catatan transaksi Huawei yang mencurigakan pada tahun 2016 yang ditemukan oleh inspektur yang ditempatkan di bank tersebut kemudian melaporkannya kepada Kejaksaan AS.

Standard Chartered Bank yang melakukan transaksi bisnis dengan Huawei pada tahun 2000, memutuskan untuk berhenti memberikan layanan kepada Huawei setelah media AS melaporkan bahwa Kementerian Kehakiman AS meluncurkan penyelidikan terhadap Huawei pada tahun ini.

Menurut sumber bahwa bank besar lainnya yang bertransaksi dengan Huawei yakni Citigroup Inc, yang berada di Meksiko, Pakistan dan Bangladesh saat ini masih menyediakan layanan perbankan harian kepada Huawei. Tetapi untuk layanan perbankan baru akan ditinjau lagi dan Citigroup menyatakan akan terus memantau perkembangan investigasi terhadap Huawei yang sedang dilakukan pemerintah AS.

Dari data yang ditunjukkan ‘Dealogic’ dapat diketahui bahwa dalam beberapa tahun terakhir Citibank telah menjadi pemimpin pemberian pinjaman konsorsium dan obligasi yang diterbitkan Huawei.

Menurut sumber, sekitar bulan Januari 2014, Citibank telah mengambil langkah baru berupa melakukan peninjauan transaksi reguler terhadap perusahaan Huawei dan pelanggan besar lain yang bisnisnya dianggap berisiko tinggi.

Selain itu, Goldman Sachs Group Inc. yang pada tahun 2013 mempertimbangkan untuk meningkatkan finansing bagi Huawei kemudian membatalkan rencana karena eksekutif Goldman Sachs menerima umpan balik negatif dari Kementerian Keuangan AS.

Bank lain yang telah menyediakan dana pinjaman atau layanan kepada Huawei, termasuk JP Morgan Chase, Australia dan New Zealand Banking Group (ANZ), dan ING Groep NV, menolak berkomentar apakah mereka masih akan melakukan layanan perbankan baru kepada Huawei.

Juru bicara perusahaan Huawei menolak berkomentar tentang hubungan perusahaannya dengan perbankan.

Huawei yang memiliki hubungan bisnis dengan pelanggannya di 170 negara harus bergantung pada bank internasional untuk mengelola arus kas dan transaksi keuangannya, serta membiayai operasi dan investasi perusahaan.

Selama lebih dari satu dekade, HSBC, Standard Chartered Bank, dan Citigroup telah membantu Huawei memasuki sistem keuangan global, menyediakan berbagai layanan keuangan, dari pertukaran mata uang asing hingga mengamankan investor asing.

Meskipun perbankan Tiongkok juga memberikan layanan keuangan kepada Huawei, mereka tidak dapat memberikan layanan yang dapat disediakan oleh bank internasional dalam skala global.

Meng Wanzhou, kepala keuangan Huawei yang merupakan putri dari pendiri perusahaan  ditangkap oleh pihak berwenang Kanada pada 1 Desember lalu.

Kementerian Kehakiman AS menuduh Meng Wanzhou terlibat pemberitaan bohong kepada bank mengenai tidak ada hubungan antara Huawei dengan Skycom Tech untuk menghindari kaitannya dengan Iran yang terkena sanksi Amerika Serikat. Meng Wanzhou akan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk diadili.

Pihak berwenang Kanada mengijinkan Meng Wanzhou tinggal di Vancouver untuk menunggu prosedur ekstradisi setelah ia melunasi jaminan pada 11 Desember lalu.

Menurut dokumen pengadilan Kanada, Meng Wanzhou dan eksekutif Huawei lainnya diduga telah memberikan pernyataan palsu kepada 4 bank internasional termasuk HSBC tentang hubungan perusahaan dengan Starcom Hongkong yang beroperasi di Iran. Menurut catatan properti Kanada, HSBC adalah Bank pemberi pinjaman kepada Meng dan suaminya dengan menjaminkan 2 rumahnya di Vancouver.

Sejak tahun 2007, pejabat pemerintah AS khawatir dengan perangkat telekomunikasi dan perangkat lunak Huawei yang dapat menimbulkan risiko keamanan nasional.

Pada tahun 2013, Reuters melaporkan bahwa Huawei diduga telah melakukan bisnis dengan Iran melalui Starcom Hongkong. Hal tersebut mendorong HSBC untuk meminta Huawei menjelaskan hubungannya dengan Starcom Hongkong dan hubungan bisnisnya dengan Iran.

Menurut dokumen pengadilan Kanada, pertanyaan HSBC tentang hubungan Huawei tersebut telah mendorong eksekutif HSBC mengadakan rapat dengan Meng Wanzhou pada bulan Agustus 2013.

Dalam pertemuan tersebut, Meng mencoba untuk mengurangi kekhawatiran HSBC dengan mengklaim bahwa Huawei adalah mantan pemegang saham Starcom Hongkong dan ia adalah mantan anggota dewan direksi perusahaan tersebut yang sudah lengser.

Kementerian Kehakiman AS menuduh Meng telah berbohong agar pemindahan dana dari negara-negara yang telah dijatuhi sanksi oleh AS atau negara-negara Eropa ke sistem perbankan internasional tetap bisa berjalan.

Pengungkapan dari HSBC dan bank lain mengenai  transaksi perusahaan Huawei memungkinkan perusahaan ini terlibat pelanggaran sanksi yang dikeluarkan Amerika Serikat. (Sin/asr)