Erabaru.net. Seseorang yang dapat melakukan sesuatu secara aktif, seringkali menjadi penentu kecepatan pertumbuhan dan puncak kesuksesan! Mereka yang memiliki hak untuk memutuskan, akan memiliki kesempatan untuk hidup, jika tidak, hanya akan menjadi objek yang teraniaya!

Tuhan meletakkan dua kelompok domba di padang rumput: Satu kelompok di selatan dan satu di utara. Selain itu, Tuhan juga mencarikan dua musuh alami untuk kawanan domba, satu adalah singa dan satunya lagi adalah serigala.

Tuhan berkata kepada kawanan domba, :”Jika kamu ingin serigala, aku akan memberi satu ekor, dan membiarkannya menggigit kalian. Jika ingin singa, aku akan memberikan dua ekor, kalian bebas memilih salah satu dari dua singa itu dan kalian juga dapat menggantinya kapan saja.”

Pertanyaan untuk tema ini adalah: Jika Anda juga berada dalam kawanan domba, Anda akan memilih serigala atau singa? Mudah untuk membuat pilihan, bukan ? Baiklah! Ingat pilihan Anda, dan teruskan membaca !

Domba di selatan berpikir, singa jauh lebih ganas dari pada serigala, lebih baik pilih serigala saja ! Mereka pun memilih serigala. Sementara itu, domba di utara berpikir, meskipun singa jauh lebih ganas daripada serigala, tapi kita memiliki hak untuk memilih, lebih baik pilih singa saja! Mereka pun meminta dua ekor singa.

Setelah serigala memasuki area kawanan domba di selatan, dia mulai memakan domba. Perawakan serigala kecil, porsi makannya pun sedikit. Satu ekor domba juga sudah cukup untuk digerogotinya selama beberapa hari. Dengan demikian, kawanan domba hanya akan dimangsa sekali dalam beberapa hari.

Sementara itu, domba di utara memilih seekor singa dan singa lainnya bersama Tuhan. Setelah singa itu memasuki area kawanan domba, dia mulai memakan domba. Singa tidak hanya lebih ganas dari serigala, tetapi porsi makannya juga menakjubkan, satu ekor domba setiap hari.

Kalau begini, kawanan domba akan dimangsa setiap hari, dan kawanan domba pun jadi takut dan ngeri, kemudian kawanan domba meminta Tuhan ganti dengan singa lainnya.

Tapi siapa sangka, singa satunya di tangan Tuhan itu belum makan apa pun, dan laparnya bukan main, dia pun dimasukkan ke area kawanan domba utara.

Singa yang ini ternyata jauh lebih beringas daripada singa sebelumnya. Kawanan domba hanya bisa berusaha menyelamatkan diri dari pagi hingga malam, bahkan tidak sempat lagi makan rumput. Domba-domba di selatan merasa senang mereka telah memilih musuh yang tepat, dan mereka menertawakan domba-domba di utara bodoh.

Domba-domba di utara sangat menyesal, mereka memohon kepada Tuhan, meminta musuh alaminya diganti, diganti dengan musuh alami, yaitu serigala.

Tuhan berkata: “Jika sudah memilih, kalian tidak dapat mengubahnya lagi. Dan ini akan terus berlangsung dari generasi ke generasi. Satu-satunya hak kalian adalah memilih satu diantara dua singa.“

Kawanan domba di utara mau tidak mau harus terus mengganti kedua singa itu terus-menerus. Namun, kedua singa itu sama-sama ganas, singa mana saja yang diganti jauh lebih membuat mereka sengsara daripada domba di selatan.

Mereka pun pasrah saja tidak menggantinya, sehingga singa yang satunya menjadi gemuk dan kuat, sedangkan singa lainnya harus menahan lapar dan kurus.

Melihat singa yang kurus itu akan mati kelaparan, kawanan domba itu baru meminta Tuhan untuk mengganti singa lainnya.

Setelah cukup lama menahan lapar, singa kurus ini perlahan-lahan menyadari satu kebenaran : Meskipun dia sangat galak dan beringas, seratus domba juga bukan lawannya, tetapi nasibnya dikendalikan oleh kawanan domba. Kawanan domba dapat mengirimnya kembali kepada Tuhan kapan saja, membiarkannya menderita kelaparan dan bahkan mungkin kelaparan sampai mati.

Setelah menyadari kebenaran itu, singa yang kurus kemudian menjadi sangat santun kepada kawanan domba, hanya makan domba mati dan domba sakit. Ia tidak lagi memangsa domba sehat. Kawanan domba itu sangat gembira, dan beberapa anak domba menyarankan agar memutuskan pilihan pada singa yang kurus dan bukan singa yang gemuk itu.

Seekor domba jantan tua mengingatkan: “Singa takut kita akan mengirimkannya kembali kepada Tuhan dan menderita kelaparan, jadi sangat baik pada kita. Jika singa gemuk kelaparan sampai mati, kita tidak punya pilihan lagi, dan singa kurus akan segera kembali ke sifat aslinya, menjadi ganas.”

Kawanan domba merasa bahwa apa yang dikatakan domba tua itu masuk akal, agar tidak membiarkan singa yang lain mati kelaparan, mereka pun segera menggantinya.

Singa yang awalnya gemuk, telah menjadi kurus kering karena menderita kelaparan dan sadar bahwa nasibnya berada di tangan kawanan domba. Agar bisa tinggal di padang rumput untuk waktu yang lama, dia pun berusaha menyenangkan kawanan domba. Sementara singa satunya yang dikirim kembali kepada Tuhan meneteskan air mata saking sedihnya.

Setelah mengalami banyak kesulitan, kawanan domba di utara akhirnya hidup bebas. Sementara situasi domba di selatan semakin tragis, serigala semakin merajalela karena tidak memiliki saingan, sedangkan kawanan domba di selatan tidak dapat menggantinya.

Setiap hari serigala itu memangsa puluhan ekor domba, serigala ini sudah lama tidak makan daging domba, hanya meminum darah domba, dan tidak boleh mengembek, siapa pun yang mengembek akan digigit sampai mati.

Sementara kawanan domba di selatan hanya bisa meratap di dalam hati: “Kalau tahu begini jadinya, lebih baik meminta dua singa.”

Ini adalah pertanyaan pilihan yang sangat sederhana. Menurut pengalaman pribadi secara berulang kali, jika Anda bertanya kepada teman-teman di Eropa dan Amerika, sebagian besar dari mereka akan memilih singa, tetapi jika Anda bertanya kepada orang Timur, sebagian besar orang akan memilih serigala.

Nah, sudahkah Anda menyadarinya? Jika Anda memiliki hak untuk memutuskan, Anda akan memiliki kesempatan untuk hidup, sebaliknya jika tidak, Anda hanya akan menjadi korban dan menjadi santapan yang empuk.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds