California, AS — Sebuah pesawat roket milik Virgin Galactic berhasil mencapai ruang angkasa pada 13 Desember 2018 lalu. Pesawat juga berhasil kembali dengan selamat ke padang pasir California, Amerika Serikat.

Pendaratan itu mengakhiri pengujian selama bertahun-tahun untuk menjadi penerbangan komersial manusia pertama di AS yang menembus atmosfer Bumi. Pesawat milik Virgin Galactic menjadi penembus atmosfhire pertama dari AS, sejak program pesawat ulang-alik Amerika berakhir pada 2011.

Uji coba penerbangan yang sukses menghadirkan era baru perjalanan sipil ruang angkasa yang berpotensi segera dimulai tahun depan. Virgin Galactic kini terus berjuang melawan dominasi pemain besar yang didukung miliarder Richard Branson, dan juga pendiri Amazon.com Inc., Jeff Bezos, dengan Blue Origin-nya, untuk menjadi yang pertama dalam menawarkan penerbangan sub-orbital kepada wisatawan yang sanggup membayar ongkos-nya.

Branson, mengatakan bahwa dia secara pribadi menyiapkan $ 1 miliar untuk biaya pengembangan yang mencapai sekitar $ 1,3 miliar untuk bisnis luar angkasa Virgin. Dia mengatakan kepada Reuters, bahwa dirinya memandang persaingan dengan Bezos dan ‘pemain’ lainnya sebagai perlombaan, meskipun keselamatan penumpang adalah prioritas utama.

“Hari ini kita bisa menikmati kenyataan bahwa kita telah menempatkan orang ke luar angkasa sebelum orang lain,” kata Branson.

Pesawat induk kembar Virgin yang memegang pesawat ruang angkasa SpaceShipTwo lepas landas pada pukul 07:11 waktu setempat dari Mojave Air and Space Port, sekitar 90 mil di utara Los Angeles.

Richard Branson, Miliarder asal Inggris menghadiri ‘take-off’ pesawat bersama dengan ratusan penonton pada pagi yang cerah di gurun California.

Setelah pesawat roket, yang juga disebut VSS Unity, mencapai puncak sejauh 51,4 mil di atas Bumi, Branson menangis dan memeluk putranya. Kemudian, ketika pesawat kembali memasuki atmosfer dengan kecepatan 2,5 kali kecepatan suara dan mendarat beberapa menit kemudian, dia bersorak dan bertepuk tangan bersama pengunjung lainnya. Itu mengakhiri sekitar satu jam perjalanan pesawat keluar-masuk atmosfir Bumi.

Salah satu pilot menyerahkan ‘bola bumi’ kecil kepada Branson, pada akhir acara.

Penerbangan uji-misi keempat ini, di mana VSS Unity terbang dengan kekuatannya sendiri dan dikendalikan oleh pilot Mark Stucky dan Frederick Sturckow. Mereka membawa empat orang staf peneliti NASA, dan seorang ‘peragawati’ bernama Annie sebagai penumpang.

“Tes penerbangan berikutnya akan digelar dalam beberapa bulan ke depan, tergantung pada analisis data dari penerbangan,” kata Virgin Galactic.

Branson mengatakan bahwa perjalanan luar angkasa komersial pertama Virgin akan terjadi dalam beberapa bulan dan bukan tahun dalam hitungan tahun. Dia akan turut serta dalam perjalanan wisata antariksa perdana itu.

Pesawat induk pengangkut yang mengangkut pesawat penumpang dengan roket, SpaceShipTwo terbang menuju ketinggian sekitar 45.000 kaki dan melepaskan pesawat luar angkasa-nya. Beberapa detik kemudian, SpaceShipTwo menembak, melontarkannya ke lebih dari 51 mil di atas Bumi, cukup tinggi bagi pilot untuk mengalami kondisi tanpa bobot dan melihat lengkungan planet Bumi.

Roket yang terbakar dan pendakian vertikal melalui langit yang tak berawan bisa dilihat dari tanah.

Pesawat induk Virgin Galactic, WhiteKnightTwo, membawa pesawat roket pariwisata antariksa, SpaceShipTwo lepas landas dari Mojave Air and Space Port di Mojave, California, pada 13 Desember 2018. (Gene Blevins/Reuters/The Epoch Times)

Tes penerbangan terbaru Virgin dilakukan empat tahun setelah SpaceShipTwo asli jatuh selama penerbangan uji coba yang menewaskan co-pilot dan menyebabkan cedera serius pada pilot. Mereka menghadapi kemunduran besar terhadap Virgin Galactic, cabang A.S. dari Virgin Group yang berbasis di London.

“Sudah 14 tahun yang panjang untuk sampai ke sini,” kata Branson kepada wartawan setelah penerbangan penting ini. “Kami memiliki air mata, air mata yang nyata, dan kami memiliki saat-saat sukacita. Jadi air mata hari ini adalah air mata sukacita.”

Perjalanan Mahal
Hampir 700 orang telah membayar atau menyetorkan deposit untuk terbang dalam misi suborbital Virgin, termasuk aktor Leonardo DiCaprio dan bintang pop Justin Bieber. Penerbangan selama 90 menit itu memiliki biaya $ 250.000. Virgin Galactic telah menerima sekitar $ 80 juta deposit dari ‘para astronot’ masa depan, kata Branson.

Perjalanan tamasya singkat ke luar angkasa dengan menggunakan roket New Shepard Blue Origin kemungkinan akan menelan biaya sekitar $ 200.000 hingga $ 300.000, setidaknya untuk tahap-tahap awal, Reuters melaporkan pada bulan Juli. Tiket akan ditawarkan sebelum peluncuran komersial pertama, dan uji penerbangan dengan karyawan Blue Origin diperkirakan akan dimulai pada 2019.

Perusahaan lain yang merencanakan berbagai pesawat ruang angkasa dengan penumpang termasuk Boeing Co, SpaceX Elon Musk, dan co-founder Microsoft Corp Paul Allen Stratolaunch.

Pada bulan September, SpaceX mengatakan miliarder Jepang Yusaku Maezawa, pendiri dan kepala eksekutif aplikasi pengecer pakaian online, Zozo, akan menjadi penumpang pertama perusahaan dalam perjalanan mengelilingi bulan dengan pesawat ruang angkasa Big Falcon Rocket yang sedang dibangun, dan dijadwalkan pada 2023.

Musk, CEO miliarder dari produsen mobil listrik Tesla Inc., mengatakan Big Falcon Rocket dapat melakukan penerbangan orbital pertamanya dalam dua hingga tiga tahun mendatang sebagai bagian dari rencana besarnya untuk mengangkut penumpang ke bulan dan akhirnya menerbangkan manusia dan kargo, ke Planet Mars.

Melihat ke masa depan setelah penerbangan yang sukses, Branson berbicara tentang kemungkinan menggunakan pesawat luar angkasanya untuk menghubungkan kota-kota internasional, menawarkan penerbangan ruang angkasa orbital, atau bahkan berpotensi membangun sebuah hotel Virgin di luar angkasa.

“Satu hal mengarah ke yang lain. Saya selamanya bermimpi,” katanya kepada Reuters. “Sebenarnya, saya berkata kepada putra saya hari ini, kami duduk di kokpit (sebelum penerbangan), dan saya berkata kadang-kadang saya pikir hidup hanyalah sebuah mimpi yang luar biasa.” (Reuters/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds