Erabaru.net. James Harrison (81), yang tinggal di Sydney, Australia, terus menyumbangkan darah selama enam puluh tahun. Ketika istrinya, Barbara, yang telah dinikahinya selama 50 tahun meninggal, dia hanya istirahat selama seminggu, kemudian terus menyumbangkan darah.

“Kepergian Barbara membuatku sangat sedih, tetapi aku tahu bahwa hidup harus berlanjut, kita harus melanjutkan apa yang seharusnya kita lakukan. Barbara akan melihatku dari surga sana, jadi aku putuskan untuk terus menyumbangkan darah seperti sebelumnya,” ujar kakek 81 tahun ini.

Golongan darah yang unik, menyelamatkan bayi hemolitik

Menurut laporan media internasional, bocah asal Australia yang ketika itu baru berusia 14 tahun menjalani operasi dada besar, dan menjalani perawatan selama 3 bulan di rumah sakit. Beruntung, setelah operasi itu Harrison mendapatkan transfusi darah dari 13 pendonor, yang kemudian membuatnya masih tetap bertahan hidup sampai saat ini.

Dokter mengatakan bahwa darah Harrison unik karena memiliki antibodi yang dapat digunakan untuk menghasilkan ANTI-D yang sangat berguna bagi wanita hamil dengan memiliki rhesus negatif (RhD Negatif) di dalam darahnya.

Bayi yang memiliki rhesus positif yang diturunkan dari garis ayah akan terancam nyawanya.Sehingga untuk menyelamatkan janin dari ibu yang sensitif rhesus positif (RhD Positif), dibutuhkan antibodi yang mampu melindungi bayi dari serangan antibodi yang dihasilkan dari darah sang ibu dengan RhD negatif, atau janin mengalami kerusakan otak. Yang paling fatal, janin tewas.
“Hingga sekitar tahun 1967, ada ribuan bayi yang mati setiap tahunnya di Australia. Banyak wanita hamil yang mengalami keguguran 4-5 bulan semasa kehamilan karena berbagai faktor, salah satunya dampak dari hemolisis. Meski sang bayi berunutung bisa bertahan hidup, namun, otaknya akan rusak secara permanen.

Ilustrasi (Foto:pixabay)

Sebelumnya, dokter tidak berdaya menghadapi kondisi itu, karena tidak sanggup mengobati penyakit tersebut…..

Karena kontribusi James, Australia merupakan salah satu negara pertama di dunia yang menemukan antibodi dalam darah tubuh manusia ini. Ketika itu, komunitas medis dibikin geger dan menjadi langkah besar dalam penelitian ilmiah.

Ilmuwan Australia menggunakan antibodi khusus dalam darah James untuk menciptakan vaksin yang disebut Rho-imunoglobulin anti-d. Di Australia, Harrison menjadi satu di antara tak lebih dari 50 warga Australia yang diketahui darahnya mengandung antibodi.

Ilustrasi (Foto:internet)

James Harrison, dinobatkan sebagai pendonor paling banyak dalam Guinness World Records

Menurut pelayanan darah Palang Merah Australia, James menjalani bedah jantung pada usia 14 tahun. Nyawanya diselamatkan oleh darah yang didonorkan ke tubuhnya saat operasi bedah jantung, jadi dia bersumpah menyumbangkan darahnya untuk menyelamatkan orang lain. Hingga saat ini, James telah menjadi pendonor paling banyak dalam Guinness World Records

James telah menjadi pendonor darah paling banyak dalam Guinness World Records (Foto: dikutip dari Thanking James Harrison, “The Man With the Golden Arm”-Facebook)

Biasanya, donor darah sekali dapat menyelamatkan tiga nyawa, dan menyumbangkan plasma sekali dapat menyelamatkan delapan belas orang. Darah James memang sangat istimewa dan dapat digunakan untuk membuat obat-obatan untuk menyelamatkan janin yang belum lahir, sehingga dia dianggap sebagai “Pria bertangan emas.”

Menurut statistik Palang Merah Australia, James menyumbangkan 500-800 ml plasma per minggu, 1.162 donor dilakukan pada tangan kanannya dan 10 dari tangan kirinya. Setelah donor darah terakhir pada 11 Mei lalu, Harrison mengumumkan “Pensiun”.

Dia menyumbangkan darah setiap minggu selama enam puluh tahun, menyelamatkan total 2,4 juta anak. Dalam donor darah terakhirnya, sambil menghela napas, James mengatakan : “Hari ini adalah hari yang menyedihkan bagi saya karena saya harus mengakhiri pekerjaan mendonorkan darah.”

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

“Mereka meminta saya untuk menjadi kelinci percobaan, dan saya telah menyumbangkan darah sejak itu,” kata James kepada Sydney Morning Herald.

Jemma Falkenmire, dari Palang Merah Australia mengatakan,: “Setiap kantong darah berharga, namun darah James khususnya sangat langka. Darahnya telah menjadi obat penyelamat nyawa, diberikan kepada ibu yang darahnya berisiko menyerang janin mereka. Setiap Anti-D yang telah dibuat di Australia berasal dari darah James.

“Lebih dari 17% wanita di Australia berisiko memiliki rhesus-negatif, jadi James telah membantu menyelamatkan banyak nyawa.” Lanjut Jemma.

Dia mengatakan sangat sedikit orang yang antibodinya dengan konsentarsi yang sangat tinggi dalam plasma. “Tubuhnya menghasilkan banyak antibodi, dan ketika dia mendonorkan darah, tubuhnya akan memproduksi lebih banyak antibodi.”

Sejak 1967, lebih dari 3 juta antibodi anti-D telah ditanamkan ke dalam tubuh ibu yang memiliki darah RH-positif, dan putri kandung James juga menerima darah yang disumbangkan olehnya.

Ilustrasi. (Foto: pixabay)

Dalam sebuah wawancara, Harrison mengatakan bahwa bagian paling memuaskan dalam komitmennya adalah bayi-bayi yang diselamatkannya, termasuk cucunya sendiri. Tracey Mellowship , putri Harrison menyebut bahwa dia membutuhkan suntikan Anti-D untuk kelahiran putra pertamanya.

“Terima kasih ayah, Saya bisa melahirkan seorang anak laki-laki yang sehat… Terima kasih ayah telah memberi saya kesempatan untuk memiliki dua anak yang sehat – cucu Anda,” tulis Tracey dalam akun Facebooknya.

Falkenmire mengatakan bahwa antibodi dalam darah James telah membawa perubahan besar.

Falkenmire berharap menemukan orang-orang yang mau berbagi mendonorkan darahnya yang mengandung antibodi seperti yang dilakukan Harrison.

“Kami hanya dapat berharap di sana akan ada orang yang cukup bermurah hati dan melakukan seperti yang dia lakukan, tanpa pamrih,” ujarnya.

Sangat sedikit orang yang mendonorkan darah untuk waktu yang lama memiliki kesehatan seperti James Harrison. (Foto: Australian Red Cross Blood Service-Facebook)

Harrison telah menyelamatkan banyak nyawa dan dianggap sebagai “pahlawan Australia.” Atas jasanya, Harrison pun mendapat banyak penghargaan, termasuk Medal of the Order of Australia, salah satu penghargaan paling bergengsi di Australia.

“Inilah yang bisa saya lakukan, mungkin satu-satunya bakat saya adalah bisa menjadi pendonor darah,” ujarnya dengan nada canda.

Di usia 81, dia telah melewati batas usia yang diizinkan untuk donor darah. Layanan darah juga telah memutuskan Harrison harus berhenti mendonor darah demi kesehatannya sendiri.

“Jika mereka setuju, saya bersedia untuk terus mendonorkan darah. Ini adalah hadiah terpenting dalam hidup saya,”katanya

Ilustrasi.(Foto: Internet)

Karena kontribusi James yang berharga dan istimewa, organisasi kesehatan Australia bahkan membelikan asuransi untuknya senilai 1 juta dollar Autralia (sekitar Rp 10.2 miliar).

Semua warga Australia menganggapnya sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan jutaan nyawa dan memberinya gelar “Pria bertangan emas.”

Selama bertahun-tahun, banyak wanita yang beruntung melahirkan anak-anak dengan sehat lancar karena darah yang dia sumbangkan, dan mereka sangat berterima kasih kepadanya karena telah membantu banyak anak-anak melanjutkan kehidupan mereka di muka bumi.

Ilustrasi (Foto: pixabay)

Ketika James mengakhiri mendonorkan darahnya, semua orang berlari dan berseru sambil memeluknya, mengucapkan terima kasih atas komitmennya untuk “menyelamatkan umat manusia”.

donor darah
James Harrison yang telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia. (Foto: Thanking James Harrison, “The Man With the Golden Arm – Facebook)

Dalam masa hidup yang relatif singkat, dan dapat menyelamatkan banyak nyawa, James memang pantas mendapat gelar sebagai pahlawan sejati!(jhn/yant)

Sumber: bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular