Erabaru.net. Golongan darah manusia berasal dari faktor keturunan, tetapi tahukah Anda? Golongan darah menentukan resistensi penyakit dan kebutuhan nutrisi seseorang, saling berinteraksi dengan sistem kekebalan tubuh, yang selanjutnya mempengaruhi rasio seseorang menderita penyakit yang umum ditemui.

Risiko seseorang menderita penyakit jantung, kanker dan penyakit lainnya tidak sama berdasarkan golongan darah masing-masing.

Golongan darah dibagi menjadi empat tipe : Golongan darah A, B, O, dan AB.

Berkut, mari kita bedah sejenak korelasi antara sejumlah penyakit dengan tipe golongan darah tertentu yang dimiliki. Pahami masalah kesehatan masing-masing melalui golongan darah untuk menjaga dan memelihara kesehatan kita.

Golongan darah A 

Ilustrasi. (Internet)

Perbanyak konsumsi vegetarian untuk meningkatkan kekebalan tubuh

Kelebihan golongan darah A :

Tubuh lebih tangkas dan memiliki daya tahan yang kuat, sehingga tidak selalu terganggu masalah penyakit, dan rasio sub-kesehatan juga akan berkurang.

Kelemahan :

  1. Viskositas/kekentalan darah lebih mudah naik diantara golongan darah lainnya. (Risiko: stroke)
  2. Tingkat adhesi trombosit lebih tinggi. (Risiko : migrain)
  3. Regulasi vaskular perifer buruk, sensitif terhadap rangsangan dingin. (Risiko: Chilblains – luka kulit atau benjolan yang terjadi akibat terpapar suhu yang sangat dingin)
  4. Lemahnya fungsi pada sistem pencernaan, kadar asam lambung rendah, enzim pencernaan relatif rendah. (Risiko: penyakit pencernaan)

Sistem imun orang-orang dengan golongan darah A lebih lemah dibandingkan dengan golongan darah lainnya, terutama saat cuaca dingin, karena itu penting kiranya bagi golongan darah A untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Golongan darah B

Ilustrasi. (Internet)

Sindrom kelelahan kronis

Kelebihan golongan darah B :

Orang-orang dengan golongan darah tipe B memiliki sistem pencernaan yang kuat dan kemampuan beradaptasi. Semua jenis nutrisi yang bermanfaat hampir dapat dicerna dan diserap. Baik itu makanan hewani atau nabati, laju metabolisme sangat cepat dan efisiensinya juga tinggi

Kelemahan :

  1. Tekanan/stres jangka panjang rentan memicu masalah kesehatan (Risiko : sindrom kelelahan kronis)
  2. Pertahanan tubuh terhadap virus influenza sangat lemah. (Risiko : influenza)
  3. Saluran pencernaan rentan terhadap infeksi bakteri. (Risiko: diare, disentri)
  4. Metabolisme dipengaruhi oleh lektin dalam makanan. (Risiko : obesitas)

Golongan darah AB 

Ilustrasi. (Internet)

Rentan terhadap gejala asma

Kelebihan golongan darah AB :

Golongan darah AB adalah golongan darah terakhir yang baru ada di dunia, tetapi jumlahnya terus meningkat, dapat dilihat bahwa orang dengan golongan darah AB memiliki kemampuan beradaptasi yang kuat.

Selain itu, ia mengandung antigen tipe A dan B, atau dengan kata lain, memiliki kelebihan ganda dari golongan darah tipe A dan B.

Kelemahan :

  1. Kadar asam lambung relatif rendah, mempengaruhi pencernaan dan penyerapan nutrisi. (Risiko : gangguan pencernaan)
  2. Bakteri di lingkungan luar mudah masuk ke saluran pernapasan dan paru-paru jika terhirup. (Risiko : penyakit pada saluran pernapasan)
  3. Kadar kolesterol relatif tinggi, lipid darah juga mudah naik. (Risiko : penyakit jantung)
  4. Sistem metabolisme relatif baik terhadap makanan nabati, sebaliknya relatif buruk terhadap makanan hewani, mudah membentuk timbunan lemak. (Risiko: obesitas)

Golongan darah O 

Ilustrasi. (Internet)

Perhatikan asupan nutrisi dan pastikan kualitas tidur

Kelebihan golongan darah O :

Mereka yang bergolongan darah O memiliki sistem autoimun yang kuat dan resistensi terhadap penyakit, dapat melindungi tubuh mereka dari berbagai serangan penyakit dan virus.

Menurut sebuah survei, meskipun orang dengan darah tipe O kerap mengalami “penyakit sepele” dalam kehidupan sehari-hari, harapan hidup rata-rata jauh lebih tinggi di antara golongan darah lainnya.

Kelemahan :

  1. Darah relatif encer, tidak kondusif untuk pembekuan darah. (Risiko: fungsi tiroid tidak stabil)
  2. Kandungan insulin lebih rendah dari golongan darah lainnya. (Risiko: Diabetes)
  3. Kadar asam lambung relatif lebih tinggi. (Risiko: asam lambung)
  4. Kadar adrenalin relatif tinggi, sangat mengkhawatirkan di bawah tekanan tinggi. (Risiko : Sub-kesehatan – Transisi dari kondisi sehat ke kondisi sakit)

Tips sehat

Perbanyak konsumsi daging tanpa lemak: Orang dengan golongan darah O memiliki kapasitas penyerapan yang kuat, terutama makanan berprotein tinggi, seperti makanan dari daging, yang nutrisinya paling baik diserap dalam tubuh. Namun, perlu dicatat, daging yang dokonsumsi harus daging tanpa lemak, kurangi atau hindari daging berlemak untuk mencegah obesitas.

Tidur yang teratur : Orang dengan darah tipe O diklasifikasikan sebagai “penguat dan pengisi energi”, sehingga tidur secara teratur sangat penting bagi mereka, dan secara efektif dapat mengurangi kemungkinan sub-kesehatan (transisi dari kondisi sehat ke kondisi sakit)
Jaga kondisi tidur sebelum jam 11 malam dapat memberi banyak energi setiap hari.
sehat ke kondisi sakit)

Risiko penyakit berdasarkan golongan darah Anda. Artikel ini cukup komprehensif, Anda dapat melakukan pencegahan dini terkait penyakit berdasarkan golongan darah masing-masing, sehingga Anda dapat mengantisipasinya sebelum terjadi.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds