Erabaru.net. Ekonomi dunia yang mengalami kelesuan dalam beberapa tahun terakhir ini telah berdampak pada kehidupan keluarga, dan membuat mereka untuk melakukan beberapa pengorbanan dan perubahan drastis.

Sangat sulit untuk hidup dalam satu gaji, telah memaksa suami istri dalam sebuah rumah tangga untuk mendapatkan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Ini sangat sulit ketika keluarga memiliki anak-anak kecil untuk dirawat karena sementara orangtua pergi berjam-jam untuk pekerjaan masing-masing, tidak akan ada orang yang merawat anak-anak mereka.

Mereka yang mampu mungkin akan mengirim anak-anak mereka ke tempat penitipan atau perawatan anak, akan tetapi karena opsi ini menambah pengeluaran keluarga secara signifikan, banyak orangtua yang melepaskan opsi ini.

Jika mereka memiliki kerabat yang bisa merawat anak-anak mereka maka sebagian besar akan menggunakan bantuan mereka tetapi jika mereka tidak memiliki pilihan itu, apa lagi yang bisa mereka lakukan?

Nah, pria ini merasa lebih mudah untuk hanya membawa anaknya untuk bekerja bersamanya.

Seorang pejalan kaki memperhatikan seorang pria pengantar barang ini menggendong seorang anak di satu lengan sambil menurunkan apa yang tampak seperti kotak-kotak berat, menggunakan lengan yang lain.

Banyak netizen memujinya atas dedikasinya dan ada banyak yang mendukung pria itu, mengatakan bahwa keadaannya pada akhirnya akan membaik.

Ada netizens yang menunjukkan kekhawatiran ketika mereka melihat bahwa mungkin berbahaya bagi pria itu untuk menggendong anak saat menurunkan kotak-kotak berat.

Mereka menasihatinya untuk menggunakan gendongan bayi sehingga dia dapat menggunakan kedua tangannya untuk mengangkat barang-barang tersebut.

Saya pikir kita semua setuju bahwa pria ini harus diberi tepuk tangan untuk dedikasinya. Semoga anak tumbuh untuk menghargai kesulitan yang orangtua mereka harus lalui untuk membesarkan mereka.(yant)

Sumber: goodtimes.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular