Erabaru.net. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengucapkan belasungkawa atas bencana tsunami yang melanda di Banten dan Lampung. Trump menyampaikan bahwa Amerika Serikat selalu berada bersama dengan Indonesia.

“Kerusakan yang tak terbayangkan dari bencana tsunami di Indonesia. Lebih dari dua ratus orang meninggal dunia dan hampir seribu orang terluka atau korban hilang. Kami berdoa untuk kesembuhan dan Perbaikan. Amerika Ada Bersamam kalian!,” demikian cuitan Trump melalui akun Twitternya, Minggu (23/12/2018).

Senada dengan ucapan pernyataan Robert Palladino selaku Wakil Juru Bicara Washington, DC menyatakan Amerika Serikat menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas korban jiwa serta kerusakan yang ditimbulkan oleh tsunami yang melanda bagian barat Jawa dan bagian selatan Sumatra di Indonesia pada tanggal 22 Desember.

“Kami terus memonitor situasi dari dekat dan berkomunikasi secara intens dengan pemerintah Indonesia,” demikian tercantum dalam situs resmi Kedubes AS di Jakarta.  

“Segenap pikiran serta doa kami bersama mereka yang tertimpa bencana alam di Indonesia. Sekarang ini, tidak ada warga negara AS yang terkena dampak langsung, namun kami siap memberikan bantuan yang dibutuhkan,” tambahnya.

Belasungkawa serupa turut disampaikan oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia Dr Wan Azizah Wan Ismail. Dia menyampaikan bersedia meringankan beban rakyat Indonesia berikutan tsunami yang melanda sekitar pantai di Selat Sunda.

 “Saya doakan Indonesia terus tabah menghadapi ujian ini. Malaysia sedia membantu meringankan beban saudara kita di Indonesia. @jokowi #PrayForIndonesia,” katanya di laman Twitter beliau.

Tsunami Selat Sunda melanda Banten dan Lampung, pada Sabtu (22/12/2018) malam. Hingga Rabu (26/12/2018) pukul 13.00 WIB, data yang dihimpun BNPB menyebutkan, korban meninggal dunia mencapai 430 orang meninggal dunia, 1.495 terluka, 159 hilang dan 21.991 orang mengungsi.

Daerah yang paling terparah terdampak tsunami adalah Kabupaten Pandeglang. Di Wilayah Pandeglang, terdapat 299 orang meninggal dunia. 77 orang hilang dan 1.143 orang terluka. Di Pandeglang, sebanyak 17.477 orang mengungsi. Tak hanya itu, 443 unit rumah dan 69 unit hotel rusak.    

Data BNPB menyebutkan sebanyak 924 rumah rusak, 73 penginapan rusak, 60 warung rusak, 1 dermaga dan 1 trmpat berlindung atau shelter rusak. Bencana ini turut menyebabkan kerusakan terhadap 434 perahu dan kapal, 24 kendaraan roda empat, dan 41 kendaraan roda dua. (asr)

Share

Video Popular