Annie Wu & Cathy He- The Epochtimes

Pada sidang pengadilan pada 7 Desember 2018, muncul rincian mengenai dugaan kejahatan Kepala Staf Keuangan Huawei bernama Meng Wanzhou, yang ditangkap di Kanada beberapa hari sebelumnya atas permintaan otoritas Amerika Serikat.

Menurut jaksa penuntut Kanada, Meng Wanzhou telah melakukan penipuan sehubungan dengan pelanggaran sanksi Iran.

Meng Wanzhou telah salah menggambarkan hubungan antara Huawei dan Skycom, sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong yang dilaporkan menjual peralatan komputer buatan Amerika Serikat ke Iran. Huawei, pada kenyataannya, mengendalikan Skycom, yang dituntut jaksa.

BACA JUGA: Akhirnya Terkuak Banyak Rahasia Melalui Investigasi AS Terhadap Huawei

Transaksi Huawei di Iran diisyaratkan pada tahun 2016, ketika Departemen Perdagangan Amerika Serikat menerbitkan dokumen internal dari ZTE, pesaing Huawei.

ZTE juga adalah sebuah perusahaan telekomunikasi besar di Tiongkok, dihukum oleh pihak berwenang Amerika Serikat karena melanggar sanksi untuk menyediakan peralatan elektronik ke Iran.

Kode Nama Pesaing ‘F7’

Dokumen internal ZTE, tertera bulan Agustus 2011, mengutip kode perusahaan pesaing bernama “F7” sebagai contoh bagaimana cara mengendalikan kendali ekspor Amerika Serikat.

Menurut dokumen itu, pedoman tersebut diperlukan karena pada saat itu, ZTE memiliki proyek di lima negara yang diembargo: Iran, Sudan, Korea Utara, Suriah, dan Kuba. Dikatakan bahwa F7 menyewa pengacara yang berspesialisasi dalam undang-undang kendali ekspor Amerika Serikat untuk perusahaan utamanya dan juga anak perusahaannya. Dokumen itu menganjurkan metode serupa untuk ZTE.

BACA JUGA : Buka Kedok Huawei: Sejarah Isyaratkan Ancaman Keamanan Nasional

F7 juga menyewa “perusahaan IT besar” untuk berfungsi sebagai baris depan untuk menandatangani kontrak untuk proyek di negara-negara yang diembargo.

huwaei tidak dipercaya
Personil keamanan di dekat pilar dengan logo Huawei pada acara peluncuran Huawei MateBook di Beijing. (Mark Schiefelbein / AP / File Photo)

Dokumen itu memperingatkan bahwa tindakan F7 telah menarik perhatian anggota parlemen Amerika Serikat.

“Pada 2010, Perwakilan Amerika Serikat melaporkan kepada Kongres mengenai proyek F7 yang sedang berlangsung di negara-negara yang diembargo dan ini memengaruhi akuisisi proyeknya di Amerika Serikat,” bunyi dokumen tersebut.

BACA JUGA : Dokumen Internal Ungkap Huawei Terkait dengan Agenda Nasionalis di Tengah Perang Perdagangan AS-Tiongkok

Secara khusus, “proposal F7 untuk mengakuisisi Perusahaan 3leaf milik Amerika Serikat ditentang oleh pemerintah Amerika Serikat, mengutip dampaknya terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.”

Pada tahun 2011, dilaporkan secara luas bahwa Huawei telah berupaya mengakuisisi perusahaan teknologi server 3Leaf, milik Amerika Serikat. Huawei membatalkan tawaran setelah kekhawatiran pemerintah Amerika Serikat.

Maka, uraian dokumen mengenai F7 secara tepat cocok dengan yang dimiliki Huawei.

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds