Erabaru.net. Hanya karena dua potong ayam goreng, seorang penumpang dari Malaysia didenda 30.000 dollar NT (sekitar 14 juta rupiah) pada 27 Desember lalu, setelah tidak melaporkan keberadaan ayam goreng di bagasi yang dibawanya. Kejadian ini telah dikonfirmasi oleh Bea Cukai Taipei.

Ilustrasi. (Foto: Best Dressed Chicken/Twitter)

Menurut Sinchew, para penumpang dilaporkan dalam penerbangan JC International Airlines dan mendarat di Bandara Taoyuan sekitar pukul 3 sore. Sayangnya, ketika di bandara, para penumpang telah menggunakan 6 jalur, yang ditetapkan untuk penumpang yang tidak memiliki sesutaut untuk dilaporkan.

Kemudian, tas penumpang diperiksa oleh petugas bea cukai dan dua 160 gram ayam goreng ditemukan. Ayam goreng itu dilaporkan dibungkus dengan tisu ketika ditemukan.

Juru bicara departemen menunjukkan bahwa ayam goreng digolongkan sebagai produk daging dan karenanya dilarang keras untuk dibawa ke Taiwan. Selain itu, buah-buahan dan sayuran segar juga tercantum dalam daftar larangan.

(Foto: Central News Agency)

Kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah masuknya hama atau penyakit ke Taiwan. Para wisatawan diminta untuk membuangnya ke tong karantina jika mereka didapati membawa produk yang bersangkutan. Diketahui bahwa pemeriksaan pabean semakin ketat karena penyebaran wabah flu babi di Tiongkok.

Mengingat banyak turis telah didenda baru-baru ini, pihak berwenang Taiwan ingin mengingatkan penumpang untuk meninggalkan makanan lebih dari penerbangan mereka dan tidak membawanya ke negara mereka.

Ilustrasi.(Foto: United Airlines)

Bahkan, pengumuman juga dibuat untuk mengingatkan wisatawan dan mereka yang memiliki pertanyaan untuk langsung pergi ke konter nomor tujuh untuk meminta bantuan dan menghindari denda.

Sebagai informasi, makanan ringan, produk daging yang dikemas dalam vakum, dan biskuit adalah beberapa di antara beberapa produk yang menyebabkan penumpang didenda.

Sumber: Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular