Erabaru.net. Beberapa waktu yang lalu, saya dan suami mengunjungi rumah baru teman suamiku, disebut baru karena baru enam bulan ditempati. Saat baru masuk ke dalam, saya terkejut melihat dua balkon di sebelah ruang tamu semuanya terbuka tanpa jendela pengaman. Area balkon cukup luas dan dirancang dengan model pagar besi oleh pengembangnya dengan ketinggian relatif rendah.

Karena dia memiliki dua putra, yang besar akan segera naik ke kelas dua SD, dan yang kecil di TK, jadi saya benar-benar terkejut melihat model balkon seperti itu.

Sementara itu, menurut penjelasan temannya : Karena rumahnya berada di lantai atas, medan penglihatan relatif luas, sehingga suasananya sangat nyaman saat membaca buku di balkon atau menikmati teh senja sambil melihat pemandangan dari atas, oleh karena itu, sejak awal dia tidak mau memasang jendela keamanan.

Lalu bagaimana dengan anak-anak, bukankah itu sangat berbahaya bagi mereka kalau sedang bermain tanpa pengawasan.

Tapi jawabannya membuatku terperangah : “Saya biasanya selalu mengingatkan mereka, mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan mereka sudah bisa memahaminya.” Katanya santai.

Melihatnya begitu yakin, saya pun tidak enak untuk mengatakan apa-apa lagi. Kemudian, satu hal yang membuatku cemas adalah kamar anaknya, pasalnya ada jendela kecil di kamar itu, sementara di atas jendela itu adalah jendela kaca geser, karena itu rumah baru, jadi jendelanya selalu setengah terbuka, saya duduk di atas jendela dan mencoba memandang ke bawah, kakiku langsung lemas melihat tidak ada pagar pelindung sampai ke taman bunga di lantai bawah.

Setelah pulang ke rumah, saya berulang kali memberi tahu suami sebaiknya ingatkan temannya tentang bahaya di balkon rumahnya itu. Atas dasar naluri profesional saya, dan merasa perlu menulis artikel ini untuk mengingatkan orangtua yang memiliki pemikiran seperti itu.

Keselamatan anak-anak adalah segalanya. Tidak boleh bersikap adanya keberuntungan nasib. Selain pengamatan yang cermat terkait keamanan, lebih penting lagi adalah mencoba mencegah segala bentuk bahaya keselamatan dalam aktivitas sehari-hari, upayakan meminimalkan faktor risiko.

Saat mengumpulkan materi yang relevan, saya secara tidak sengaja melihat dua gambar screenshot dari netizen di forum internet.

Sejujurnya, lebih menyedihkan melihat narasi saksi mata yang menyaksikan kejadian tragis itu daripada kita membacanya dari laporan berita.

Saya percaya, siapa pun yang merupakan orangtua pasti perasaannya akan tergugah dan tanpa disadari itu akan menjadi alarm lagi sebagai peringatan !

Jika Anda berselancar secara online, pasti akan dapat menemukan serangkaian kejadian tragis terkait anak-anak yang jatuh terhempas dari gedung tinggi dalam beberapa tahun terakhir ini. Dan beberapa waktu sebelumnya, telah banyak insiden tentang keselamatan anak yang serupa, khususnya di luar negeri.

Pada tanggal 31 Juli, di daerah pemukiman di Yuqiao, Hangzhou,Tiongkok, seorang bocah memanjat ke jendela dan jatuh dari gedung lantai 8 saat orangtuanya lengah, bocah itu jatuh ke atas atap pelindung di lantai 7 dan jatuh lagi membentur pagar pembatas di lantai dua, dan aneh bin ajaib, nyawa bocah itu selamat, namun, tulang kakinya patah.

 Pada 3 Agustus, seorang gadis berusia 6 tahun dari sebuah komunitas di Hefei, Anhui, Tiongkok, jatuh dari lantai 10 dan tewas di tempat. Menurut laporan, sebelum jatuh gadis itu hanya bersama kakak sepupunya di rumah. Gadis cilik itu terhempas dari jendela dan akhirnya meninggal karena cedera berat.

▲ 4 Agustus siang sekitar jam 1 waktu setempat, seorang bocah laki-laki berusia delapan atau sembilan tahun jatuh tewas dari sebuah gedung pemukiman di Zhengzhou, Tiongkok.

Dua jam kemudian, ayah dan ibunya pun segera datang dan menangis pilu mengentahui anaknya telah tewas mengenaskan. “Anak itu baru pulang liburan kemarin,” ratap ibunya sambil terisak …

▲ Pada tanggal 5 Agustus, sebuah tragedi terjadi di depan sebuah bangunan tempat tinggal di dekat persimpangan Xianqian dan Wenhua Road di Kota Tongxiang, Provinsi Zhejiang, : Seorang bocah laki-laki berusia satu setengah tahun tiba-tiba jatuh dari lantai 5 dan meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

Ketika tragedi itu terjadi, nenek anak itu sedang sibuk dengan pekerjaannya di rumah dan kejadian tragis itu baru terjadi setelah sang nenek meningglkan cucunya sendirian selama beberapa menit

▲ Pagi pada tanggal 8 Agustus 2015 lalu, di sebuah pemukiman di Jalan Sichuan, Kota Beihai, seorang gadis cilik berusia dua tahun jatuh dari balkon di lantai 30 dan tewas seketika di tempat.

Pada saat itu, ibunya sedang turun ke bawah untuk membuang sampah, dan tragedi itu pun terjadi hanya dalam waktu dua menit. Sang ibu langsung jatuh pingsan ketika melihat putrinya yang baru berusia dua tahun itu telah terbujur kaku tak bernyawa …

Dilihat dari serangkaian insiden tersebut, kecelakaan jatuhnya anak-anak dari gedung tinggi umumnya memiliki karakteristik seperti berikut:

● Anak-anak yang jatuh dari gedung sebagian besar berusia dikisaran antara 2 – 6 tahun.

● Anak-anak yang jatuh sebagian besar terjadi ketika sedang sendirian di rumah atau tidak terawasi oleh anggota keluarga di rumah.

● Jendela dan balkon adalah area dengan tingkat risiko tinggi jatuhnya anak-anak

Tips Keselamatan: Cara mencegah anak agar tidak jatuh secara tidak sengaja

1. Sebaiknya jangan buat pijakan atau penempatan barang yang bisa dibuat pijakan pada railing balkon. Ukuran aman tinggi railing tidak kurang dari 110 cm. Dan celah antara jaring keamanan kurang dari 10 cm;

2. Desain pagar tidak horisontal, sehingga tidak menyesatkan anak-anak untuk memanjat;
3. Jangan buat pijakan atau penempatan barang yang bisa dibuat pijakan pada railing balkon atau jendela.

Jangan menumpuk barang-barang apalagi meletakkan kursi di area tersebut, agar tidak dibuat pijakan oleh anak-anak untuk memanjat.

4. Pagar balkon harus secara teratur diperiksa dan diperbaiki, agar tidak menjadi longgar ;

5. Jendela di rumah, terutama ruang tamu dan jendela kamar tidur, sebaiknya dirancang dengan model terbuka ke dalam.

6. Awasi anak-anak, jangan sampai meninggalkan garis pandang pengawas, terutama jangan permah meninggalkan anak sendirian di rumah

Di Amerika Serikat, undang-undang menetapkan bahwa anak-anak di bawah usia 12 harus diawasi setiap saat. Setelah meninggalkan sekolah, di mana jika orangtua tidak bisa mengurus, maka harus dititipkan ke orang lain untuk diawasi.

Wahai para orangtua yang terhormat, jangan membiarkan anak-anak kita terluka lagi! Ingat! Ingat dan ingat! (jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular