Erabaru.net. Sejak zaman kuno, laki-laki pernah ditanya oleh wanita tentang dua pilihan antara “menyelamatkan istri atau ibu”.Tidak peduli bagaimana pun mereka menjawab, semuanya menemui “jalan buntu”.

Ilustrasi. (Foto:Pixabay)

Pada malam menjelang Malam Natal lalu, seorang pria yang baru menjadi ayah ini menghadapi dilema sejak zaman dulu itu. Dia harus membuat pilihan antara hidup dan mati, dan apa pun pilihannya, yang pasti akan membuatnya sangat menyesal.

Pada malam ,22 Desember lalu, ketika beberapa orang bersiap merayakan Natal, laut yang terlihat tenang tiba-tiba saja berubah menjadi cakar setan yang menjulang ke angkasa, dan menyapu bersih orang-orang atau benda-benda di permukaan tanah, dan hanyut dalam sekejap mata.

Tsunami yang kejam ini telah menghancurkan banyak keluarga yang bahagia dan telah mencabut lebih dari 400 nyawa, dan melukai ribuan orang dan juga meluluh lantahkan harga benda..

Tsunami yang terjadi Sabtu malam itu membawa duka bagi Udin Ahok. Lelaki 46 tahun yang berprofesi nelayan di Desa Waymuli Timur, Kecamatan Rajabasa yang baru menjadi ayah ini memiliki seorang putra berusia 1 tahun dan tinggal bersama ibunya yang berusia 70 tahun.

Ilustrasi. (Foto:Pixabay)

Malam itu, tsunami yang disebabkan oleh longsornya Gunung Anak Krakatau menghantam pantai. Pada saat itu, ia dan keluarganya tengah siap-siap untuk tidur. Tiba-tiba terdengar suara dengungan seperti kapal dan langsung menerjang rumahnya.

Dia yang panik segera membangunkan ibu dan anaknya yang sedang tidur. Tetapi saat itu dia melihat istrinya hampir tenggelam ditelan laut.

Pada saat kritis itu, Udin Ahok menghadapi dilema siapa yang harus diselamatkan dulu antara ibunya yang berusia 70 tahun dan anaknya yang baru berusia 1 tahun atau istrinya?

Tetapi pada saat yang genting itu, waktu tidak memungkinkannya untuk berpikir lebih jauh. Ibarat air yang jauh tidak dapat memadamkan kobaran api. Dia membawa istrinya dulu ke tempat yang aman dan dipaksa untuk berpisah dengan ibu dan putranya.

(Foto:Youtube)

Setelah kejadian itu, Ahok menemukan ibu dan putranya telah tewas ditimpa reruntuhan. Dia merasa sangat menyesal dan menyalahkan dirinya.

Ilustrasi. (Foto:Pixabay)

Dia berkata sambil terisak kepada reporter AFP di tempat pengungsian,: “Saya tidak sempat lagi menyelamatkan ibu dan anak saya.saya haya berharap mereka sudah tenang disisi Allah,” katanya..

Ya, dihadapkan pada pilihan antara hidup dan mati ini, sangatlah sulit untuk memilih, karena sama-sama merupakan orang-orang terdekat. Tapi diyakini ibunda dan putra Ahok Udin di sana juga berharap agar dia dan istrinya melanjutkan hidupnya dengan baik.(jhn/yant)

Sumber: bldaily.com

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular