Erabaru.net. Burung beraneka warna langka muncul di museum Ge Hong kota Huizhou, Provinsi Guangdong, Tiongkok kebetulan di dalam museum terdapat patung perunggu dari burung berwarna langka ini.

Dia pada zaman Tiongkok kuno dijuluki “burung bertuah” dan “Phoenix/burung Hong mini” dan dianggap sebagai burung berejeki, kehadirannya melambangkan keberuntungan.

Menurut laporan media Tiongkok pada awal April lalu seekor burung berwarna langka yang salah satu kakinya terluka ringan hinggap di pintu masuk Museum Ge Hong Luo Fu Shan di kota Huizhou, provinsi Guang Dong.

Seorang staf mengaturnya beristirahat di dekat pot bunga. 10 menit kemudian, sang burung Panca Warna ini setelah revitalisasi mengepakkan sayapnya terbang kembali ke alam bebas.

Burung ini badan dan pinggangnya berwarna hijau pupus, kepalanya berwarna merah dan biru, bulu di bawah mulutnya agak lebat, orbitalnya coklat keemasan, kelopak mata hitam pekat luar biasa cantik.

Sang staf menegaskan bahwa burung berwarna ini disebut wuseniao atau burung Panca Warna, the Taiwan barbet (Psilopogon nuchalis), sekarang sudah sangat langka dan telah dimasukkan ke dalam “Daftar Merah Spesies Terancam World Conservation Union.”

Menurut laporan, daerah pemandangan Luo Fu Shan terawat dengan baik dan cocok untuk habitat dan penangkaran beraneka jenis satwa liar.

Zeng Qingxiang kurator museum Ge Hong menyatakan, “Burung ini  tidak sesuai untuk terbang jarak jauh, secara historis telah dikenal sebagai burung bertuah, selama 20 tahun bertugas di gunung Luofu baru pertama kali ini saya melihatnya.”

Konon,burung Panca Warna ini seolah mengenal cuaca, ketika dia muncul disaat kekeringan parah berarti hujan akan turun, ketika hujan berlangsung lama, jika dia menampakkan dirinya, berarti hari bakal cerah, itu sebabnya orang di zaman kuno juga menyebutnya sebagai Burung Rejeki.

Selain itu, kicauan pertama burung Panca Warna pada subuh dini hari, dapat berubah seiring dengan maju mundurnya waktu matahari terbit, itu sebabnya dia melambangkan cahaya, gairah dan kehangatan.  (hui/whs/rmat)

VIDEO REKOMENDASI

Share

Video Popular