Erabaru.net- Bank Dunia mengungkapkan artikel-artikel tentang laporan proyek infrastruktur  mengutip sebuah laporan Bank Dunia yang saat ini tengah difinalisasi dalam kerjasama dengan Pemerintah Indonesia.

Laporan ini berjudul “Indonesia Infrastructure Financing Sector Assessment Program” (InfraSAP).

Laporan ini meninjau kemajuan substansial yang telah dicapai oleh Indonesia dalam membangun infrastrukturnya pada beberapa tahun terakhir, juga berbagai kesempatan dan instrumen yang tersedia untuk pihak yang berwenang untuk terus menutup kesenjangan  infrastruktur yang telah terakumulasi dalam beberapa generasi.

Bank Dunia menyatakan mulai menyiapkan laporan ini pada pertengahan 2017, mengikuti undangan dari pemerintah untuk berkerjasama dalam menemukan solusi untuk menarik lebih banyak pendanaan swasta dan komersial untuk investasi infrastruktur yang diperlukan untuk mencapai ambisi pemerintah dalam menjaga daya saing negara dan meningkatkan tingkat kehidupan semua orang Indonesia.

InfraSAP merupakan analisis yang kompreshensif terkait berbagai kendala yang dapat mengurangi pendanaan infrastruktur komersial dan swasta. Laporan ini termasuk satu set kemungkinan reformasi kebijakan yang dapat dipertimbangkan dan dilakukan oleh negara ini dalam jangka pendek dan menengah.

Laporan ini menyadari bahwa dalam menutup kesenjangan infrastruktur yang telah terakumulasi dalam beberapa puluh tahun terakhir akan memerlukan tindakan perbaikan yang berkelanjutan dalam beberapa periode. Laporan ini juga mengakui kemajuan yang telah dilakukan oleh Pemerintah dan komitmen yang kuat untuk menutup kesenjangan tersebut.

“Dari berbagai diskusi kami dengan kementerian dan instansi pemerintah yang relevan, kami menghargai kemajuan yang telah dilakukan untuk memungkinkan kordinasi yang lebih kuat antara anggaran pemerintah, BUMN, dan sektor swasta dalam pendanaan proyek infrastruktur, termasuk pengadaan lingkungan yang lebih baik untuk sektor swasta untuk berinvestasi pada sektor ini. Kami berharap InfraSAP akan menjadi masukan yang berguna untuk pihak yang berwenang dalam mengembangkan RPJMN 2020-2024,” demikian pernyataan Bank Dunia dalam pernyataannya, Senin (7/1/2018) di situs resminya.

Bank Dunia menyatakan belum mempublikasikan laporan InfraSAP untuk umum. Seperti halnya semua laporan Bank Dunia, kami berkerjasama secara erat dan berdiskusi dengan pihak pemerintah yang relevan termasuk Kementerian Keuangan, Bappenas, berbagai Kementerian Koordinator, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Perdagangan, dan Otoritas Jasa Keuangan.

Sebagai contoh, diskusi tingkat tinggi terkait temuan-temuan kunci dan berbagai rekomendasi InfraSAP dilakukan pada tanggal 4 Desember 2018.

Ketika konsultasi dengan Pemerintah telah selesai, kami mengharapkan untuk membagikan dan mendiskusikan laporan ini kepada pemangku kepentingan lainnya, termasuk sektor swasta, mitra pembangunan, masyarakat sipil, akademisi, dan media.

Sebelumnya, Bank Dunia merilis bahwa pihaknya menyadari dalam beberapa hari tentang sebuah laporan internal Bank Dunia yang telah habis masa berlakunya dan membahas proses perencanaan dan pendanaan infrastruktur telah menjadi topik diskusi di sosial media maupun media lainnya di Indonesia.

“Kami ingin memberikan klarifikasi bahwa laporan ini (a) selesai ditulis pada tahun 2014 sebelum Presiden Jokowi dilantik, (b) bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai keadaan perencanaan dan pembiayaan infrastruktur pada saat itu, dan (c) dimaksudkan untuk pengunaan secara internal di Bank Dunia dan merupakan kesalahan administrasi saat diunggah pada salah satu situs kami pada Juni 2018,” ungkap Bank Dunia.

Dengan demikian, Bank Dunia menyatakan laporan ini sudah tidak terpakai karena tidak mencakup reformasi yang substansial  yang telah dikerjakan sejak laporan ini selesai ditulis hampir lima tahun yang lalu – termasuk beberapa regulasi baru yang penting.

Cukup banyak analisis terkini dalam topik ini yang mencerminkan perkembangan yang substansial yang telah dilakukan pada beberapa tahun terakhir dalam pembangunan infrastuktur dan identifikasi berbagai peluang untuk perbaikan yang terus menerus. Analisis ini termasuk dalam kerjasama antara berbagai kementerian dan instansi kunci Indonesia dan Bank Dunia.

Pembangunan infrastruktur merupakan unsur sangat penting untuk kemajuan Indonesia. Dengan demikian, hal ini layak menjadi pusat dari dialog kebijakan publik di negara ini dan pembicaraan dan diskusi yang berdasarkan pada analisis dan bukti yang terkini. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds