Erabaru.net. Kue kacang merah mungil telah mengiringi perjalanan hidup pasutri yang sudah senja ini. Cinta dari generasi dulu memang tidak seromantis generasi muda sekarang, tetapi sangat mengesankam dan menyentuh kalbu.

Seorang netizen yang menjual kue kacang merah membagikan sebuah kisah yang sangat menyentuh kalbunya.

Dia menceritakan, bahwa ada seorang kakek yang hampir setiap hari ke tokonya untuk membeli kue kacang merahnya.

Kakek itu mengatakan kepadanya bahwa istrinya tidak nafsu makan, hanya ingin makan kue kacang merahnya,

“Sudah lebih dari tujuh tahun saya menjual kue kacang merah, tapi untuk pertama kalinya saya meneteskan air mata tanpa bisa ditahan setelah mendengar sekelumit kisah pelanggan setianya,” kata netizen perempuan ini di jejaring sosial Facebooknya.

Kakek itu hampir setiap hari mengayuh sepedanya hanya untuk membeli kue kacang merah di tokonya, dan dia baru tahu kisah sang kakek setelah mengobrol santai dengannya.

“Istri saya selalu bilang badannya tidak enak dan tidak nafsu makan, tetapi dia suka makan kue kacang merah ini,” katanya kepada netizen sekaligus pemilik toko kue itu.

“Orang kalau sudah tua tidak berguna lagi~sementara Anak-anak sudah punya keluarga sendiri, sekarang tinggal istri yang bisa menemani saya sampai ajal menjemput. Saya akan membelikan untuknya setiap hari kalau dia suka makan kue kacang merah ini”

Netizen pemilik toko kue itu sangat tersentuh setelah mendengar ceritanya. “Sepenggal cerita yang sangat sederhana, tetapi entah mengapa hati saya serasa bergetar dan tak kuasa menitikkan air mata, ” ujarnya.

Kakek itu tidak bisa mengungkapkan kata-kata cinta yang manis mengesankan, tetapi tindakan tulus dan nyatanya membantu istri membeli kue kacang merah setiap hari itu jauh lebih hangat daripada sekadar ucapan cinta seromantis apa pun.

Ilustrasi.

“Mungkin itu adalah sesuatu yang paling romantis dalam cinta kakek nenek generasi semasa itu ! semoga istri kakek itu segera sembuh,” kata pemilik toko kue kacang itu mendo’akan yang terbaik untuk kedua pasutri senja itu.

“Saya merasa sangat tersentuh. Semoga isteri kakek segera sembuh, jangan tinggalkan kakek sendirian”,

“Hiks…hikss, betapa indahnya jika saya bisa bertemu dengan sosok pria sejati seperti kakek itu dalam hidup saya.”

“Tak kuasa aku menahan air mata.”

“Kakek benar-benar sosok pria sejati.”

“Wahai wanita zaman now, carilah sosok pria seperti kakek yang tulus-setia itu.”

Demikian ragam komentar netizen.

Generasi dulu tidak akan secara langsung mengungkapkan cinta, tetapi mereka merajut romansa mereka dengan tenang dalam kehidupan sehari-hari.

Berjalan bersama seiring waktu adalah ungkapan yang paling langgeng, dan cinta yang sederhana serta menghangatkan sanubari itu adalah yang paling menyentuh kalbu.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular