Erabaru.net. Gara-gara memperebutkan seekor anjing golden retriever, dua perempuan ini pun bertengkar hebat, dan tidak ada yang mau mengalah. Masing-masing mengaku sebagai pemilik anjing itu. Lantas siapa pemilik sebenarnya dari anjing itu?

Untuk memutuskan kasus itu secara adil, polisi setempat menggunakan jurus ampuhnya…Biarkan anjing yang memilih sendiri tuannya.

Pada 7 Juni tahun lalu sekitar pukul 10 pagi waktu setempat, polisi yang sedang bertugas di Kantor Polisi Checheng West Road, Provinsi Hubei, Tiongkok menerima telepon pengaduan dari seorang wanita yang mengatakan bahwa dia dipukul seseorang.

Mendapat laporan itu, polisi segera meluncur TKP dan melihat dua wanita paruh baya sedang berdebat di antara kerumunan orang-orang.

Kedua wanita itu bertengkar sambil tarik menarik memperebutkan seekor anjing golden retriever, polisi bergegas melerai keduanya sebelum bertambah runyam.

Setelah diselidiki, wanita yang mengadu ke kantor polisi adalah nyonya Thang dan wanita lainnya bermarga Zhang.

Thang mengklaim bahwa anjing golden retriever bernama “Hua-hua” itu sudah lama dipeliharanya. Anjing itu masih menyusui saat dia membawa pulang untuk dipelihara.

Hua-hua telah dipeliharanya sejak kecil hingga besar sekarang, dan punya ikatan batin yang kental dengannya.

Pada bulan Maret, keluarga Thang mencari-cari Hua-hua anjingnya yang hilang, tapi nihil. Beberapa bulan kemudian, atau tepatnya pada 7 Juni pagi tahun itu, Thang melihat seekor anjing yang mirip dengan Hua-hua anjingnya yang hilang ketika sedang membeli sayuran di pasar.

Karena rindu pada anjingnya dia langsung memanggil anjing itu sambil berlari menghampirinya, dan anehnya anjing itu seketika mengibas-ibaskan ekornya dan menyambar kaki Thang sambil menyalak halus dari moncongnya, tampak sangat akrab dengan Thang.

Ketika dia ingin membawa pulang anjing itu, wanita bermarga Zhang seketika menghadangnya dan keduanya pun berdebat hebat memperebutkan anjing tersebut

Menurut penuturan Zhang, ketika dia dan keluarganya berkunjung ke pasar hewan peliharaan tahun lalu, dia melihat seseorang menjual golden retriever dengan harga 1.500 yuan (sekitar Rp 3,1 juta). Setelah tawar-menawar, akhirnya dia membeli anjing itu seharga Rp. 1.6 juta dan diberi nama Mao-mao.

Hanya ada satu anjing, namun, kedua wanita itu masing-masing mengklaim sebagai pemiliknya, jadi bagaimana menangani masalah itu dengan adil?

Di tempat kejadian, polisi yang mengamati dengan seksama menemukan, anjing itu tampak akrab dan langsung menyambar kaki Thang dengan manja ketika sang nyonya memanggilnya “Hua-hua “.

Ilustrasi. (Internet)

Tapi ketika Zhang memanggil “Mao Mao” , Golden Retriever itu juga berjalan ke sisinya. Tampaknya anjing tersebut telah memiliki ikat batin dengan kedua wanita itu.

Setelah dirundingkan oleh polisi dan dibujuk oleh orang-orang yang berkerumun agar masalahnya diselesaikan secara damai, Thang dan Zhang memutuskan membiarkan anjing itu yang memilih sendiri tuannya.

Akhirnya, polisi bertindak sebagai penengah, dia menuntun golden retriever ke tengah-tengah, kemudian menyuruh kedua pemilik baru dan lama itu masing-masing berjalan ke kiri dan kanan untuk melihat dengan siapa anjing itu akan pergi.

Hasilnya, Golden Retriever itu berlari ke arah Zhang, si pemilik baru. Melihat kenyataan itu, Thang mau tidak mau harus merelakan anjing itu pergi bersama Zhang.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular