Erabaru.net. Down syndrome atau sindrom down resmi dinamakan oleh WHO pada tahun 1965. Mongolisma (sindrom down) ditandai oleh kelainan jiwa atau cacat mental mulai dari yang sedang sampai berat. Tetapi hampir semua anak yang menderita kelainan ini dapat belajar membaca dan merawat dirinya sendiri.

“Da Shu anakku, senyummu memberikan kekuatan pada ibu, dan ibu tidak akan marah nak. Kalau kamu mau, ibu akan selalu menemanimu sampai kamu bisa belajar apa pun yang ingin kamu inginkan, dan kamu akan selalu menjadi malaikat 21-ku” ( 21 mengacu pada Hari Sindrom Down Dunia , 21 Maret)

Itu adalah sepotong dialog yang menyentuh dari video pendek untuk kesejahteraan sosial bernama “Angel 21” yang diproduksi Taiwan ROC Down Syndrome Foundation.

“Selamat datang, terima kasih atas kunjungannya, apa yang dapat kami bantu ?”

Beberapa patah kata yang sederhana, penderita sindrom down ini bernama Chen Da Shu yang menghapal dialog berulang kali sambil berjalan dalam perjalanan ke tempat kerja …

Sementara sang mama yang mengikutinya dari belakang tak kuasa menahan linangan air matanya dengan perasaan campur aduk.

Hal itu membuat kita benar-benar merasakan kesulitan yang dialami penderita sindrom down dalam pertumbuhannya.

Bocah dengan sindrom down ini bekerja sangat keras sejak kecil dengan harapan mendapatkan pengakuan dari ibunya.

Saat tumbuh besar, akhirnya dia mendapatkan pekerjaan. Ibunya sangat gembira dan memberi pesan agar selalu semangat.

Pada hari ulang tahunnya ketika itu, dia memberikan satu kejutan untuk ibunya, membalas cinta kasih ibunya yang dicurahkan untuknya selama ini.

Itu adalah dialog mereka yang kita saksikan di awal paragraf, merefleksikan cinta dan kasih sayang yang erat antara ibu dan anak..

Sindrom down pertama kali dilaporkan pada bidang kedokteran oleh dokter asal Inggris bernama John Langdon Down. Pada tahun 1965, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi menamakan penyakit itu sebagai “sindrom down”.

Sindrom down merupakan suatu gejala ketidaknormalan manusia dari bentuk fisik dan mental sejak lahir yang disebabkan terjadinya penambahan jumlah kromosom 21 atau penempelan potongan kromosom 21 pada kromosom lainnya dari hasil translokasi.

Setiap 1.000 bayi baru lahir per tahun terdapat sekitar satu penderita sindrom down.

Penderita sindrom down juga biasa dibilang wajah sedunia karena memiliki ciri yang sama di seluruh dunia.

Gejala umum pada penderita sindrom down, terlambatnya pertumbuhan, karakteristik wajah tertentu, dan keterbelakangan mental ringan sampai sedang. IQ yang dimiliki oleh penderita dewasa sindrom down rata-rata adalah 50 atau setara dengan kemampuan mental anak usia 8 – 9 tahun.

sindrom down dulu dianggap sebagai kondisi genetik yang ditakuti. Namun, kini pandangan terhadap kondisi tersebut mulai berubah berkat semakin baiknya fasilitas medis yang berdampak pada membaiknya layanan kesehatan serta meningkatnya kesadaran masyarakat.

Saat ini, belum ada obat untuk sindrom down. Meski begitu, dengan dukungan yang memadai, anak dengan sindrom down bisa menjalani kehidupan yang produktif. Terapi fisik dan bicara sejak usia dini bisa membantu perkembangan kecerdasan mereka.

Hal positif dari pembuatan film ini adalah supaya masyarakat tidak mendiskriminasi mereka, dan membantu mereka mengembangkan keterampilan, dan memberi kesempatan kepada mereka untuk mandiri.

Cinta dan kasih keluarga akan membuat mereka tumbuh. Kasih sayang dari orang-orang sekitar mereka juga akan membuat mereka merasakan kehangatan.

Karena setiap anak itu adalah “malaika” bai ibu, meski menderita gejala (penyakit) sindrom down sekalipun.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular