Erabaru.net. Adalah umum bagi kita semua untuk menyimpan stok obat-obatan di rumah sebagai persiapan untuk keadaan darurat ketika kita atau anggota keluarga kita tiba-tiba jatuh sakit.

Tetapi kita perlu waspada untuk selalu memeriksa rincian penting tentang obat-obatan seperti tanggal kedaluwarsa dan kandungannya antara untuk konsumsi orang dewasa atau untuk anak-anak.

Seorang ibu di Taiwan baru-baru ini berbagi pengalaman yang mendebarkan ketika putranya dilarikan ke rumah sakit dan hampir meninggal karena anak itu diberi obat resep yang salah.

(Foto: EBC)

Menurut EBC, seorang ibu mengirim posting tentang pengalaman pahitnya melalui halaman Facebook yang mengatakan insiden itu terjadi pada 3 Januari lalu, sekitar jam 15 : 30 .

Sang ibu menerima panggilan darurat dari sekolah TK putranya yang memintanya untuk bergegas ke sana ketika anak itu mengalami kejang-kejang seperti sawan, berkeringat banyak dan muntah sebelum ia tidak sadar.

Ambulans segera datang ke tempat kejadian membawanya ke rumah sakit terdekat. Dokter telah melakukan beberapa tes dan mereka tidak dapat menemukan penyebab penyakit anak ini. Berdasarkan tes darah, jumlah sel darah putih lebih tinggi daripada sel darah merah, dan mereka tidak dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi anak-anak ini.

(Foto: Scientific American)

Para dokter yang bertanggung jawab membuat keputusan menempatkan mereka di unit perawatan intensif (ICU) dan mengamati perkembangan kesehatannya selama 24 jam dan sebagai tindakan pencegahan jika kondisi mereka akan memburuk.

Keesokan harinya, ibu yang cemas ini mendapati anaknya sudah sadarkan diri dan kondisinya membaik sehingga bisa duduk walaupun malam sebelumnya anak itu dalam keadaan setengah sadar.

Akhirnya, hasil tes menunjukkan bahwa anak laki-laki ini didiagnosis telah diberi obat yang salah. Ibu ini merasa sangat terkejut dengan apa yang didengarnya. Kemudian, dia baru ingat sebelum kejadian, kakek dan neneknya telah memberinya obat batuk di tengah malam untuk meredakan batuknya yang tanpa henti.

(Foto: Mirror)

Ibu ini tidak meras khawatir dan bahkan tidak berpikir itu adalah obat batuk untuk orang dewasa. Anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak dapat minum obat batuk dewasa karena mengandung Codeine, yang akan membawa risiko bagi kesehatan anak-anak. Menurut FDA, Codeine tidak aman untuk anak-anak karena termasuk dalam kategori obat-obatan penenang.

Dokter juga menyarankan jika ibu ini terlalu sering memberi obat batuk pada anaknya, itu bisa membahayakan kesehatan si kecil. Obat batuk yang berlebihan bisa berbahaya dan menjadi racun di dalam tubuh.

(Foto: NPR)

Ibu ini menyarankan pada masyarakat dan netizen untuk tidak sembarangan memberi obat tanpa resep yang tepat pada anak-anak mereka karena telah terbukti dapat membahayakan kesehatan anak kecil.

Sebagai pelajaran untuk para orangtua atau orang dewasa di luar sana, tolong jangan mendiagnosis dan memberikan obat berdasarkan pikiran Anda sendiri karena Anda bukan seorang dokter atau apoteker. Jika anak Anda sakit, bawalah ia ke dokter spesialis dan bersertifikat untuk mendapatkan perawatan dan saran.(yant)

Sumber: Erabaru.com.my

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular