Erabaru.net. Ada seorang pria paruh baya di Amerika yang terbiasa hidup hemat, sangat sederhana dari sisi penampilan maupun makanan, padahal memiliki penghasilan yang tinggi.

Dikalangan teman-temannya ia terkenal sebagai sosok orang yang sangat pelit sehingga jadi bahan ejekan, tapi tak disangka saat dia meninggal meninggalkan warisan hingga 11 juta dollar AS (sekitar Rp 154 miliar ) dan menyumbangkan semuanya ke lembaga amal!

Ilustrasi.(Foto: Pixabay)

Pria dermawan dari Negara Bagian Washington ini adalah Alan Naiman, seorang mantan karyawan bank dengan gaji tahunan 67.000 dollar AS (sekitar Rp 938 juta).

Dengan gaji sebesar itu sudah lebih dari cukup untuk pengeluaran sehari-hari, ditambah jutaan dollar AS warisan dari orangtuanya, bisa dikata sudah lumayan kaya.

Namun, ia sering bekerja paruh waktu dan sangat hemat. Selain itu, ia juga sangat piawai dalam berinvestasi, jadi dengan pundi-pundi dollar yang terus mengalir, tabungannya pun semakin menakjubkan.

(Foto: Internet)

Meski Alan punya banyak uang, tapi ia sangat pelit membelanjakan uangnya. Dia memakai pakaian sederhana, menambal sepatu yang rusak dan dipakai lagi

Dia juga selalu berusaha mendapatkan harga murah dari toko roti menjelang toko tutup, dan mentraktir sahabat-sahabatnya makan siang di restoran cepat saji.

Teman-temannya mengatakan Alan memang sosok orang yang tidak suka membelanjakan uangnya sejak lahir, suka menganggap menyimpan uang sebagai permainan, bahkan dia juga akan merasa puas karena tidak menghabiskan satu sen pun saat keluar sepanjang hari.

(Foto:Pexels)

Hingga tutup usia, Alan tidak menikah dan tidak memiliki anak, tapi dia pernah mengurus saudaranya seorang penyandang tunagrahita. Lima tahun lalu, kakak laki-lakinya meninggal dunia.

Dia membelanjakan uangnya untuk membeli sebuah mobil sport – Scion FR-S dengan harga yang tidak terlalu mahal sekitar 26.000 dolar AS, padahal dia mampu membeli mobil sport yang mahal kalau mau.

Alan Naiman (Foto: Internet)

Awalnya, Alan berencana untuk wisata, atau membeli sebuah rumah dengan pemandangan yang indah, namun, karena menderita penyakit, rencananya pun terhenti.

Sebagai mantan bankir, Norman menghabiskan dua puluh tahun terakhir waktunya bekerja di Departemen Sosial dan Layanan Kesehatan, Ia mulai melakukan banyak penelitian tentang amal karena ia memutuskan untuk menyumbangkan uangnya untuk amal di masa mendatang.

Selain itu, Alan adalah sosok pria yang sangat menyukai anak-anak dan pernah mengadopsi beberapa anak.

Karena itu, ia memutuskan untuk menyumbangkan hartanya ke beberapa badan amal untuk kesejahteraan anak-anak.

Pekerja sosial dari negara bagian Washington ini tutup usia tahun lalu akibat penyakit kanker pada usia 63 tahun. Ia mewariskan uang senilai 2,5 juta dollar AS untuk Pediatric Interim Care Center, sebuah organisasi swasta di negara bagian Washington yang merawat bayi-bayi yang lahir dari ibu pencandu narkoba dan membantu anak-anak itu untuk melepas ketergantungannya.

Organisasi itu menggunakan sebagian dari donasi terbesar yang pernah diterimanya untuk melunasi hipotek dan membeli sebuah kendaraan baru untuk mengangkut 200 bayi yang diterimanya dari rumah sakit setiap tahunnya.

“Tidak terbayangkan bagi kami sesuatu seperti ini akan terjadi kepada kami. Saya berharap seandainya saya dapat berjumpa dengan dia. Ingin rasanya menunjukkan bayi-bayi yang ia lindungi kepadanya,” ujar Drennen.

Registration is now open for Pediatric Interim Care Center's Walk for the Babies Saturday, October 6, at Kent Station…

Posted by Pediatric Interim Care Center on Friday, July 20, 2018

Selain itu, the Treehouse Foster Care Organization juga menerima sumbangan uang senilai 900.000 dollar dari Alan, yang digunakan sebagai bantuan siswa.

Badan amal penerima manfaat lainnya termasuk Make-A-Wish dan Father Flanagan’s Boys Town, Alan juga menyumbangkan sebagian uangnya untuk Gereja Katolik orangtuanya dan pensiunan veteran AS yang cacat.

Banyak organisasi yang menerima sumbangan dari Naiman menyatakan mereka tidak mengenalnya, meski pun mungkin pernah berpapasan

(Foto: Treehouse – Facebook)

Jumlah warisannya membuat para penerima warisan dan sahabat-sahabatnya tidak dapat berkata-kata, selain memuji apa yang telah Alan lakukan menjelang peringatan kematiannya pada Januari 2019 ini.(jhn/yantP

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular