oleh Gu Xiaohua, Gu Qinger

Pada 8 Januari 2019 siang, terjadi peristiwa penyerangan oleh seorang pria yang membawa senjata tumpul terhadap sejumlah murid dalam halaman Sekolah Dasar di Beijing, Tiongkok  (Xuanwu Normal School Affiliated No.1 Elementary School).

Saat ini diketahui bahwa setidaknya 20 orang murid terluka dan 3 dari mereka mengalami luka cukup parah.

Menurut laporan media Tiongkok bahwa, sekitar pukul 11:17 itu seorang pria yang membawa senjata tumpul menyerang murid dalam halaman sekolah dasar di Distrik Xicheng yang menyebabkan 20 orang murid terluka dan 3 di antaranya mengalami luka cukup parah. Para korban yang terluka sudah dilarikan ke Rumah Sakit Xuanwu. Kini tersangka sudah diamankan polisi.

Setelah kejadian itu, sejumlah besar orang tua yang berada di luar gerbang sekolah dengan cemas bertanya-tanya tentang situasi anak-anak mereka. Kemudian, kepala sekolah menjelaskan kepada para orang tua mengenai apa yang terjadi hari itu. ‘

Dijelaskan bahwa salah satu pekerja di sekolah mereka telah menyerang ke-20 orang murid di koridor lantai satu sekolah, mereka yang terluka adalah murid-murid kelas 21 hingga 26.

Sebelum kepala sekolah menjelaskan situasinya, seorang wanita yang kelihatannya seperti pejabat melarang para orang tua untuk menggunakan ponsel, juga tidak mengizinkan orang tua untuk mempublikasikannya. Hal ini menyebabkan kemarahan sejumlah orang tua.

Ketika memberikan penjelasan, kepala sekolah tersebut membantah bahwa seorang pekerja di sekolah tersebut menggunakan senjata tajam untuk melukai murid-murid, hanya mengatakan bahwa murid-murid itu cedera akibat diserang, tetapi tidak menjelaskan alat apa yang digunakan. Hal ini menimbulkan ketidakpuasan para orang tua.

Orangtua menggeruduk sekolah (Epochtimes)

Warganet daratan mengatakan : “Setelah menonton video dari sesi pengarahan orang tua terbaru, apa yang guru katakan itu omong kosong, dengan sikap berbicara yang ngotot seperti itu, apakah kejadian ini dianggap kecil, tidak perlu meminta maaf, bahkan melarang para orang tua menggunakan ponsel. Anaknya sudah terluka, masih takut kepada orang tua yang menggunakan ponsel. Selain itu malahan memuji diri mengatakan ia bertanggung jawab terhadap ketertiban di sini. Keselamatan murid di sekolah saja tidak mampu kamu jamin, malahan ingin mengurusi ketertiban orang tua ?”

“Kepala sekolah berulang kali mengatakan bahwa anak-anak itu terluka akibat pukulan. Dungukah ? Untuk melukai 20 orang anak dengan pukulan tangan apakah tidak butuh waktu ? Keamanan sekolah telah bermasalah dan seharusnya ditangani secara serius, Jangan diabaikan,” demikian warganet.

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme : Bagian Tiongkok – Negara yang Menjadi Pusat  Kebudayaan Warisan Dewata (1)

BACA JUGA : Tujuan Terakhir Komunisme : Bagian Tiongkok – Negara yang Menjadi Pusat Kebudayaan Warisan Dewata (2)

Ada yang melaporkan bahwa pekerja sekolah itu menggunakan palu untuk memukul kepala murid. Beberapa warganet memposting : “Anak teman saya bersekolah di sana. Saya baru saja berbicara di telepon dengannya.

Pada saat itu, guru pendidikan jasmani sedang mengatur murid untuk mengikuti olahraga lari, pekerja sekolah yang membawa palu itu dengan sengaja mau melukai kepala murid melalui arah yang berlawanan dengan arah lari. Belasan orang murid terluka dalam 20 detik. Setelah guru pendidikan jasmani menyadari ada masalah. pekerja sekolah itu terpana, tetapi sudah sejumlah murid terluka.”

Seorang warga Beijing yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan kepada Epoch Times bahwa ketika insiden itu terjadi pada murid kelas 2B yang sedang mengikuti pendidikan jasmani, pernyataan pihak sekolah yang diberikan kepada orang tua murid adalah bahwa pekerja sekolah menyerang murid di koridor sekolah.

Warga tersebut juga mengatakan bahwa pihak sekolah berusaha untuk menutupi kebenaran insiden.  Para orang tua percaya bahwa murid yang terluka itu bukan akibat pukulan dengan tangan kosong.

Saat pihak sekolah berbicara dengan orang tua (epochtimes)

Reporter Epoch Times mencoba untuk menghubungi sekolah tersebut. Seseorang yang mengaku sebagai penjaga keamanan menyatakan bahwa dia belum pernah mendengar kejadian itu. Tidak ada kejadian apa-apa di sekolah. Dia menyangkal ada serangan itu.

Warga tersebut juga mengatakan bahwa karena pernyataan pihak sekolah kepada orang tua tidak jelas, jadi orang tua sangat emosional.

Murid-murid yang terluka sudah dikirim ke Rumah Sakit Xuanwu dan Rumah Sakit Anak Beijing untuk perawatan. Teman sekelasnya di Rumah Sakit Xuanwu mengungkapkan kepadanya bahwa ada 9 siswa yang terluka dan sedang dirawat di unit gawat darurat, 4 orang menjalani operasi dan 5 orang dijahit, hampir semuanya cedera di kepala.

Staf Rumah Sakit Xuanwu kepada Global Times mengatakan bahwa setidaknya belasan orang murid dirawat di Rumah Sakit Xuanwu, 2 orang di antaranya berada sedang menjalani pertolongan pertama di ruang bedah saraf dan 1 orang di ortopedi.

Munurut laporan ‘Xia Wen’, dalam kunjungannya ke Rumah Sakit Xuanwu sore hari untuk menengok murid yang terluka, terlihat rumah sakit sudah memasang garis peringatan dan sejumlah besar petugas polisi sedang berjaga-jaga. Kabarnya, masih terdapat beberapa murid yang masih menjalani opaname di rumah sakit tersebut.

BACA : Tujuan Terakhir Komunisme : Partai Komunis Tiongkok- Sejuta Perubahan Tidak Lepas dari Kejahatannya (Bagian 1)

BACA : Tujuan Terakhir Komunisme : Partai Komunis Tiongkok- Sejuta Perubahan Tidak Lepas dari Kejahatannya (Bagian 2)

Menurut laporan itu, pada hari yang sama, sejumlah besar orang tua berkumpul di gerbang pintu sekolah untuk menanyakan keadaan murid yang berada di dalam kepada petugas sekolah. Ketika salah satu orang tua murid bertanya : “Bisakah Anda memberikan konfirmasi kepada kita murid kelas mana saja yang terluka ? Kami tidak punya informasi sedikit pun sekarang. Petugas sekolah tersebut menjawab : “Kalau tidak ada informasi berarti aman”

Setelah insiden itu terungkap, menimbulkan perhatian besar dari para warganet daratan.

Ada warganet menulis : Dengarnya, pekerja sekolah itu melakukan pembalasan terhadap sekolahan karena dipecat.

Setelah dihapus dari pencarian panas, pernyataan dari pihak berwenang mulai ‘beraksi’. Ada 2 hal yang perlu ditanyakan : Mengapa pekerja melakukan balas dendam ? Saat itu guru ada di mana ? komentar lain dari warganet.

Berita tersebut yang dimuat ‘Harian Guangming’ sudah dihapus, pihak berwenang mau mempersatukan konten berita.

Sejumlah posting dihapus, 3 jam setelah kejadian, pihak berwenang akhirnya mengeluarkan juga pemberitahuan.

Mengerikan, Itu perbuatan gila ! Mudah-mudahan para murid itu selamat ! Hukum berat bagi pelaku!

Konon terjadi saat sedang mengikuti kelas pendidikan jasmani, ujian akhir sekolah ..

Bagaimana seseorang bisa melukai 20 orang murid dalam waktu sesingkat itu ? Ada yang cedera serius, di mana para guru dan penjaga keamanan sekolah ?

Pada sore hari itu, laporan resmi Tiongkok menyebutkan bahwa tersangka adalah seorang pria asal Heilongjiang yang berusia 49 tahun. Ia bermarga Jia yang sehari-harinya menangani pekerjaan pemeliharaan di sekolah tersebut.

Kontrak kerjanya akan berakhir pada bulan Januari ini, dan perusahaan tenaga kerja belum memperbaharui kontraknya. Untuk melampiaskan ketidakpuasannya, Pria bermarga Jia ini menggunakan palu untuk melukai banyak murid selama kelas. Saat ini, Jia telah ditahan. (Sin/asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds