Erabaru.net. Beberapa waktu lalu, seorang netizen memosting sebuah artikel di jejaring sosial, mengatakan bahwa ibunya dipukul oleh karyawan toko di sebuah gerai 24 jam Kota Kaohsiung, Taiwan. Hingga ibunya dirawat di rumah sakit, selain cedera kaki dan memar juga mendapat 6 jahitan!

Netizen yang memostng peristiwa itu menybutkan bahwa pada 5 Desember lalu, ia diberitahu ibunya sedang di rawat di ruang gawat darurat karena dipukuil oleh karyawan toko 24 jam di Kaohsiung !

Netizen tersebut belum tahu secara pasti apa sebenarnya yang terjadi di toko. Namun, ketika ingin mengakses CCTV milik toko, karyawan toko tersebut mengatakan tidak bisa memberikan video rekaman dengan alasan manajer toko tidak berada di tempat.

Menurut penuturan salah seorang karyawan toko bagian shift malam kepada netizen yang merupakan putra dari ibunya yang dipukul itu, bahwa ibunya mengganggu karyawan malam yang tengah membersihkan pintu kaca dan menyuruhnya pergi (saat itu, korban mungkin sedang tidur di atas meja), tetapi kronologinya mungkin terjadi kesalahpahaman atau pertengkaran.

Terbetik berita, bahwa korban meludah ke karyawan shift malam, tapi dia tidak bisa memastikan karena belum melihat gambarnya.

(Foto : Video screenshot)

Untuk mengetahui kejadian itu secara detail, netizen atau putra korban memutuskan ke toko terdekat untuk melihat pantauan CCTV. Dan dari CCTV itu tampak jelas korban pemukulan dikejar oleh karyawan toko sampai keluar toko.

“Ibuku berlari ketakutan sambil berteriak minta tolong, tapi karyawan itu tetap mengejarnya!

Namanya juga orangtua, cukup ditakut-takuti saja, tapi kenapa sampai memukulnya,” kata netizen.

Kemudian, netizen ke toko demi toko untuk mencari CCTV, dan salah satu toko di sekitar memberitahunya bahwa memang, “ada suara teriakan keras minta tolong di tengah malam”.

Netizen meminta bantuan toko untuk menyediakan CCTV itu, dan setelah memastikan karyawan itu memang terbukti melakukan pemukulan, dia kembali meminta konfirmasi dari karyawan shift pagi, namun, jawabannya seakan membela pelaku dengan mengatakan bahwa :”Rekannya tidak mungkin memukul orang.”

Mendengar pembelaan rekan kerja pelaku pemukulan, netizen itu mengatakan bahwa ada banyak cara untuk mengusir seseorang.

“ibuku kan sudah tua, usianya hampir 80 tahun, kenapa harus menggunakan cara yang begitu kasar menghadapi orang tua?” katanya, sambil agak marah.

(Foto : Video screenshot)

Dalam rekama CCTV singkat itu, tampak jelas pelaku mengayunkan sesuatu dan mengenai belakang kepala si nenek hingga jatuh tersungkur.

“Ibu saya mendapat 6 jahitan, kakinya juga cedera dan memar. Dan yang lebih menjengkelkan, pelaku langsung pergi usai memukul korban, benar-benar keterlaluan!” kata putra korban.

Netizen itu mengatakan, bahwa sudah tiga kali dia ke toko itu, namun, pemilik dan karyawan toko bukan saja tidak meminta maaf, bahkan tidak memberi penjelasan apa pun, itu artinya mereka tidak peduli sama sekali.

“Saya akan mencari keadilan untuk ibuku !”katanya geram.

Sehubungan dengan itu, dia juga telah melaporkan kasus tersebut ke kantor polisi dan mengatakan bahwa dia akan sepenuhnya bertanggung jawab secara hukum jika membuat laporan terkait tanpa bukti otentik.

Banyak netizen yang membela ibu si netizen yang menjadi korban pemukuluan.

“Dasar tak punya otak memperlakukan orang tua seperti itu, kan bisa panggil polisi.”

“Meski orangtua yang salah juga tidak perlu juga memukul sampai dirawat di rumah sakit?”

Demikian diantara tulisan netizen.

(Foto : Video screenshot)

Sore keesokannya (6/1/2018), netizen meninggalkan pesannya pesan dipostingannya, mengatakan bahwa masalah telah diselesaikan dengan baik.

Polisi telah memberitahunya untuk BAP, dan eksekutif dari pihak toko juga hadir dan meminta maaf langsung kepada ibunya, mengatakan bahwa pihak toko akan bertanggung jawab penuh.

Sementara itu putra korban mengatakan bahwa dia yakin ibunya pasti membuat marah pihak toko, tetapi karena tidak mendapatkan rekaman CCTV dari pihak toko bersangkutan dan mendapatkan jawaban yang tidak dapat diterima, sehingga membuatnya marah lalu melaporkam kasus itu ke kantor polisi dan memostingnya di jejaring sosial.

Jadi, selain menerima permintaan maaf dari pihak toko, pihak korban yang merasa bersalah juga akan meminta maaf kepada toko.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular