Erabaru.net. Indonesian Corruption Watch (ICW) mendesak pihak kepolisian agar mengungkap hingga tuntas kasus yang meneror terhadap jajaran KPK. Kasus terbaru adalah teror yang menimpa terhadap dua pimpinan KPK yakni Ketua KPK RI Agus Rahardjo dan Wakil Ketua KPK RI Laode M.Syarief.

ICW menyatakan peristiwa pelemparan bom terhadap rumah dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode Syarif, sungguh sangat mengejutkan.

Bagi ICW, pastinya ini merupakan sinyal langsung untuk meneror bukan hanya para pimpinan KPK secara personal tetapi juga institusi dan seluruh jajaran pegawai KPK dalam menjalankan perintah undang-undang.

“Teror ini bukan pertama kalinya terjadi. Sudah ada serangkaian teror lain yang pernah dialami jajaran pegawai KPK,” demikian rilis ICW.

Rinciannya,  penyerbuan fasilitas KPK berupa safe house, ancaman bom ke gedung KPK dan rumah penyidik KPK, penyiraman air keras dan kendaraan milik penyidik serta pegawai KPK, ancaman pembunuhan, perampasan perlengkapan milik penyidik KPK, penculikan dan percobaan pembunuhan terhadap penyidik.

ICW menilai bahwa teror bom terhadap pimpinan KPK merupakan tindakan berani, yang mungkin terinspirasi dari teror-teror sebelumnya yang berhasil, seperti yang dialami Novel Baswedan, mengingat penegak hukum belum dapat mengungkap pelakunya hingga hari ini.

Kedua, teror ini perlu dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi mengingat KPK ada di garda terdepannya.

Ketiga, teror ini perlu diungkap cepat oleh penegak hukum supaya tidak muncul spekulasi yang liar dan makin memanaskan suasana, mengingat ini adalah tahun politik.

Oleh karena itu ICW mendesak:

  1. Presiden Joko Widodo untuk memastikan adanya jaminan perlindungan keamanan terhadap pimpinan dan pegawai KPK, serta dukungan politik terhadap KPK dalam menjalankan kerja-kerja pencegahan dan pemberantasan korupsi;
  2. Kapolri memerintahkan seluruh aparaturnya untuk mengungkap dan menjerat pelaku teror bom terhadap pimpinan KPK dan teror lain yang pernah terjadi;
  3. KPK perlu membangun sistem keamanan yang lebih baik, yang ditujukan kepada seluruh pegawai KPK, terutama yang rawan terhadap target teror;
  4. Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus semangat melawan korupsi.

Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo yang terletak di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat menjadi sasaran teror berupa benda mirip bom paralon yang ternyata hanyalah bom palsu pada Rabu (9/1/2019). Sementara itu, dua bom Molotov menyasar kepada rumah Wakil Ketua KPK Laode M.Syarief yang terletak di Jalan Kalibata Selatan, Jakarta Selatan pada Rabu dini hari dengan lemparan bom molotov. (asr)

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds