Erabaru.net. Orang-orang bilang anak desa jauh lebih cepat dewasa, mandiri. Ah Wei adalah anak desa, dan berkat usaha kerasnya, dia berhasil diterima di sebuah universitas ternama di kota. Setelah lulus dan bekerja, ia membawa serta ayahnya yang sudah lanjut usia untuk tinggal di kota bersamanya.

Ah Wei dibesarkan oleh ayahnya sendirian dengan susah payah karena ibunya sudah tiada sejak dia masih kecil.

Sejak kecil, ia diajari oleh ayahnya untuk rajin belajar agar bisa sukses di masa depan. Dan Ah Wei memang tidak mengecewakan ayahnya, dari SD hingga sarjana ia selalu menjadi siswa yang cakap di kelas dan sering jadi anak yang dibanggakan ayahnya ke kerabat maupun tetangganya di desa.

Ilustrasi. (Internet)

Namun, ketika Ah Wei mengatakan bahwa ia akan membawa ayahnya tinggal di kota, ayahnya kaget dan termangu, dan baru berkata setelah cukup lama hening di ujung telepon:

“Ayah rasa lebih baik tetap tinggal di desa saja karena ayah sudah terbiasa di sini, kalau di kota takutnya tidak betah…”kata ayahnya beralasan.

Namun, Ah Wei terus membujuk ayahnya agar tinggal di kota. Ia beralasan akan lebih nyaman baginya merawatnya jika tinggal bersamanya, dan sangat cocok untuk ayahnya yang sudah pensiun.

Ayahnya yang awalnya tetap tidak mau tinggal bersamanya di kota, , karena Ah Wei selalu membujuknya, akhirnya ayahnya pun setuju untuk pindah ke kota dan tinggal bersamanya.

Sesampainya di kota, dan melihat-lihat rumah anaknya, sang ayah terus memuji-muji anaknya yang membuatnya bangga karena sudah punya rumah sendiri.

Setelah itu, Ah Wei menyuruh ayahnya istirahat dan mengatakan bahwa dia sudah mencarikan seorang pembantu untuk mengurus semua keperluannya saat dia tidak berada di rumah.

Ilustrasi. (Internet)

Setelah itu, ia mengenalkan ayahnya pada Xiao Hua yang sedang memasak di dapur, Xiao Hua tampak tersenyum sekilas kepada ayahnya dan kembali memasak.

“Ayah, kalau mau makan sesuatu bilang saja Xiao Hua,” kata Ah Wei

“Anak bodoh, untuk apa menghamburkan uang kalau hanya untuk itu? Ayah kan bisa masak sendiri, pasti mahal ya mempekerjakan pembantu!”

“Tidak apa-apa ayah, anakmu sekarang sudah punya uang, ayah tenang saja! Kita harus makan makanan yang paling enak!” Kata Ah Wei

Meski kondisi rumahnya sangat bagus, tapi Ah Wei jarang pulang ke rumah. Dalam seminggu, bisa istirahat sehari saja di rumah sudah lumayan, selain itu dia juga sering dinas ke luar kota. Di rumah besar itu cuma ada ayah dan pembantunya.

Kaki ayahnya tidak begitu baik, tidak bisa terlalu sering jalan-jalan di taman. Lama kelamaan dia merasa sangat bosan, sementara pengasuhnya tampak seperti mulai kehilangan kesabaran pada ayahnya…

Ilustrasi. (Internet)

Hari itu, ayahnya tak tahan lagi, lalu menelpon Ah Wei, putranya dan berkata bahwa sudah tiga hari dia tidak makan, Ah Wei pun bertanya di mana Xiao Hua, ayahnya tersedak sejenak lalu berkata bahwa sejak Ah Wei tidak di rumah, Xiao Hua itu seketika berubah dan sering tidak memberinya makan.

Ah Wei sangat marah mendangar cerita ayahnya, dia langsung minta izin dari kantor untuk pulang ke rumah.

Tapi, ia terperangah melihat pemandangan di depan matanya, karena melihat banyak makanan enak di atas meja makan, dan tampak Xiao Hua sedang sibuk memasak di dapur, sementara ayahnya juga sedang duduk di meja makan.

Ilustrasi. (Internet)

Ah Wei yang bingung lalu bertanya pada ayahnya apa yang terjadi sebenarnya?

““Nak, ayah sudah bohongi kamu, Xioa Hua sangat baik sama ayah, setiap hari membuat masakan yang enak untukku, tapi ayah ingin makan bersama kamu. Ayah merasa tidak nyaman makan sendirian…”jelas Ayahnya

Tanpa sadar, Ah Wei pun menitikkan air mata mendengar kata-kata ayahnya, ia berjanji akan sering-sering pulang untuk menemani ayahnya makan.

Ilustrasi. (Internet)

Meskipun ini cerita fiktif, tapi kisah ini mengingatkan pada kita bahwa sesibuk apa pun kita, ingatlah untuk pulang ke rumah. Temanilah orangtua kita, karena yang mereka butuhkan sebagai orang yang sudah lanjut usia itu bukanlah uang kita, tapi waktu kita untuk bersamanya.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular