Akureyri — Polisi di Islandia memberi peringatan bagi wisatawan yang ingin menikmati indahnya pemandangan angkasa di Kutub Utara. “Waspadai jalur perjalanan kita di musim dingin,” tulis peringatan Polisi.

Menghabiskan malam musim dingin yang cerah di bawah langit Arktik yang diterangi oleh garis warna spektakuler dari Cahaya Utara adalah ‘Bucket List’ pengalaman yang sering tertulis dalam buku saku traveller. ‘Bucket List’ itu menjadi satu diantara alasan utama kebanyakan orang mengunjungi Islandia, terutama wilayah utaranya.

Daerah terpencil di tepi Lingkaran Arktik adalah salah satu tempat terbaik di dunia untuk melihat fenomena langit yang warna-warni.

Tetapi polisi mengatakan banyak pengunjung asing tidak memiliki pengalaman dan keahlian untuk melalui dan melintasi kondisi jalan musim dingin di Islandia. Mereka semakin khawatir tentang pengunjung yang terlalu fokus mengamati dan mengabadikan langit yang dipenuhi ‘Cahaya Utara’ dan tidak melihat jalan, yang mungkin dingin, berliku-liku, atau sempit. Bahkan, ketiga kondisi itu sekaligus.

“Cuaca di Islandia berubah setiap lima menit, jadi kami mengingatkan bahwa kondisi jalan dapat berubah seketika,” kata Komandan Wilayah Johannes Sigfusson dari Departemen Kepolisian Akureyri, kantor polisi terbesar di wilayah utara. “Dalam hitungan menit, jalan yang kering bisa berubah menjadi dingin dan licin.

Risiko ini diperparah di tengah malam ketika pengemudi yang tidak berpengalaman dilarang mengantuk dan melihat jalan sambil menatap langit.

Dari 18 orang yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di Islandia pada tahun 2018, setengah dari mereka adalah orang asing. Data ini melanjutkan tren yang dimulai tahun sebelumnya, ketika lebih banyak orang asing daripada penduduk lokal yang meninggal, di pulau vulkanik di Atlantik Utara ini.

Aurora Borealis, atau sering disebut Cahaya Utara, terjadi ketika angin matahari magnetik menghantam medan magnet Bumi dan menyebabkan atom di atmosfer atas bersinar. Cahaya muncul cukup tiba-tiba dan intensitasnya bervariasi. Yang paling menakjubkan adalah cahaya hijau cerah dengan garis-garis ungu dan kuning.

Penampakan ‘Northern Lights’ tergantung pada campuran keberuntungan dan usaha. Icelandic Met Office mengoperasikan perkiraan Cahaya Utara 9-skala setiap hari, berdasarkan angin matahari dalam tiga hari terakhir, yang menunjukkan dengan tepat tempat terbaik di negara itu setiap malam untuk mencoba melihat cahaya alam itu. Namun bepergian menjauh dari lampu kota paling sering dibutuhkan. Hal itu menyebabkan beberapa pengemudi mengambil jalan gunung dan perbukitan yang berbahaya.

Polisi mengatakan mereka telah menemukan pengemudi yang kurang tidur di malam hari, serta kendaraan yang mengemudi tanpa lampu untuk mencegah polusi cahaya. Polisi mengatakan beberapa kecelakaan bahkan terjadi di jalan-jalan utama ketika para wisatawan menginjak rem dengan cepat karena tiba-tiba ‘Cahaya Utara’ terlihat dan kemudian tertabrak dari belakang.

Itu tidak membantu bahwa, di musim dingin Islandia, matahari di Akureyri dapat terbit selambat-lambatnya 11:39 pagi dan terbenam pada 2:43 malam, yang berarti bahwa para wisatawan menghabiskan sebagian besar hari mereka mengemudi dalam kegelapan.

Pihak berwenang mencatat bahwa ibu kota, Reykjavik, Akureyri, dan daerah lain memiliki perusahaan pariwisata yang menawarkan tur bus ‘Northern Lights’ setiap malam, hampir setiap hari di musim dingin. Sehingga wisatawan dapat menyerahkan urusan jalur perjalanan kepada para profesional.

Infrastruktur jalan Islandia juga tertinggal dari boomingnya pariwisata internasional. Jalan No.1, yang membentang sepanjang 1.337 kilometer (830 mil) saat menghubungkan kota-kota pesisir dan desa-desa di pulau vulkanik berpenduduk 350.000 orang ini, masih memiliki jalur sempit dan banyak jembatan satu jalur.

Bulan lalu, sebuah SUV yang mengangkut tujuh turis Inggris jatuh dari jembatan satu jalur di Jalan No.1 di Islandia selatan. Insiden ini menewaskan tiga orang dan melukai penumpang lainnya.

Di musim dingin, wisatawan dari negara-negara hangat, yang mungkin tidak pernah mengemudi di jalan bersalju dan es, lebih mungkin untuk mengalami kecelakaan, menurut Otoritas Transportasi Islandia.

“Mengemudi di jalan musim dingin Islandia itu sulit. Pasti,” kata Jeremy Tan, seorang investor dari Singapura yang akan mengendarai mobil sewaannya di jalanan Islandia. “Jalanan gelap dan angin kencang adalah sesuatu yang tidak biasa aku lakukan.”

Dia berhenti di Godafoss, air terjun tengara di Islandia utara, dan berharap bahwa awan dapat tersibak pada perburuannya mencari ‘Cahaya Utara Musim Dingin’. Icelandic Met Office’s Northern Lights memperkirakan malam itu peluangnya ‘moderat’, akan tetapi Tan siap untuk menunggu, dengan pakaian hangat dan makanan ringan untuk malam itu.

Tetapi tengah malam berlalu tanpa tanda-tanda sinar akan menari menjadi hijau, ungu, atau kuning di atas cakrawala. Namun, keakuratan ramalan aurora dapat segera meningkat, dan cahaya utara dapat muncul sewaktu-waktu. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular

Ad will display in 09 seconds