Erabaru.net. Zaman sekarang kerap terdengar orang-orang berkeluh kesah sulitnya mencari uang, beban hidup yang semakin berat dan sebagainya. Namun, kehidupan itu adil untuk semua orang. Selama Anda memiliki sikap yang baik, mau bekerja keras dan tegar, maka kebahagiaan akan menghampiri Anda.

Sama seperti kisah pemuda dari Xinjiang, Tiongkok ini. Dia adalah pemuda minoritas biasa dari Xinjiang. Dia dan ibunya berjualan telur dadar di pasar setiap pagi.

Dalam waktu 3 jam, mereka bisa menghasilkan 500 yuan ( sekitar Rp 1 juta). Mereka sekeluarga sangat bersyukur dengan hasil kerasnya itu.

Tampak dalam gambar di atas adalah pasar apel di pusat Kota Aksu, Xinjiang. Setiap pagi di sini selalu ramai karena itu adalah pasar yang sudah aktif di pagi hari. Di pasar ini terdapat aneka buah-buahan, sayur, daging dan barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Di salah satu area di pasar tersebut terdapat area khusus yang menjual sarapan pagi. Di sini banyak ditemukan makanan ringan dengan ciri khas dari seluruh daerah Xinjiang.

Banyak penduduk Aksu biasanya akan ke pasar itu untuk sekadar sarapan. Setelah sarapan mereka biasanya akan membeli buah-buahan dan sayur untuk dibawa pulang yang merupakan kebiasaan mereka di sana.

Di antara kios sarapan di sini, tampak salah satu lapak ibu-anak penuh dengan pelanggan yang mengantri dan bisa menunggu sampai puluhan menit.

Ternyata itu adalah lapak  yang menjual telur dadar khas Xinjiang. Sekilas tampak tidak ada yang spesial, tapi kenapa begitu ramai ?

Menurut penuturan pemuda yang berjualan telur dadar yang baru berusia 20 tahun yang bernama Hazet (Transliterasi-red), di sebelahnya adalah ibunya dan mereka berjualan kira-kira 3 jam sehari di area itu.

Dibandingkan telur dadar pada umumnya tidak ada yang istimewa, sama seperti telur dadar mereka, tapi mereka membuatnya dengan ukuran super besar dan memakai 2 butir telur. Telur dadar sebesar itu harganya 5 yuan (Rp 10 ribu), mungkin harga yang ekonomis dan ukuran telur dadar ini yang menjadi keunggulan mereka.

Setiap hari menjelang pagi, mereka ke pasar itu menjajakan dagangannya sampai pasar tutup.

Menurut kabar, bahwa banyak orang yang antri untuki membeli telur dadar buatan mereka. Bahkan ada yang membeli beberapa porsi sekaligus.

Beberapa pelanggan yang antri saat ditanya jawaban mereka sama, yakni “enak dan murah.”

Menurut penuturan Hazet, mereka punya dua wajan jumbo untuk menggoreng, sehari bisa menjual sekitar 150 porsi.

Saat ditanya berapa keuntungan yang bisa mereka dapatkan ? Awalnya ia agak ragu mengatakannya, namun, akhirnya ia mengatakan sekitar 400-500 yuan sehari atau sekitar (Rp 800 ribu – RP 1 juta).

Mereka juga mengatakan sudah sangat puas dengan pendapatan tersebut. Tapi, setiap selesai berjualan, Hazet masih harus bekerja dengan pendapatan sekitar 3000 yuan (Rp 6 juta) per bulan. Saat ditanya apakah tidak lelah bekerja seperti itu?

“Tidak, karena saya masih muda, lagipula di rumah juga tidak ada kerjaan,” Katanya.

Tampaknya kita juga harus semangat seperti Hazet, bekerja keras selagi muda, terutama untuk kamu-kamu yang masih muda.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular