Erabaru.net. Akhirnya Aku menikah juga dengan wanita gemuk dan jelek  itu. Jujur saja, Aku merasa malu, terlebih lagi di depan mantan pacarku!

Saat itu aku bekerja sebagai editor dengan gaji 3.000 yuan (sekitar Rp6 juta) sebulan, sementara mantan pacar juga tidak jauh lebih baik. Keluarganya tidak menyukaiku karena tidak punya rumah sendiri dan mobil pribadi, memaksanya menjalin hubungan cinta dengan pria dari keluarga berada, cinta segitiga kami berlangsung lebih dari enam bulan dan akhirnya aku tereliminasi.

Ilustrasi. (Internet)

Aku tidak menghapus nomor kontaknya, aku juga bisa melihat kemesraan cinta mereka setiap hari. Aku merasa benar-benar tidak berguna, tapi aku tetap sangat menyukainya meski dia sudah bersama dengan pria lain!

Sementara orangtuaku di rumah terus mendesakku menikah, dengan alasan usia sudah lebih dari 30 tahun dam mengingatkan agar aku untuk tidak memikirkan wanita itu lagi, jadi mereka mengatur kencan buta untukku.

Aku pernah melihat foto calon yang dipilih orangtuaku, yang menurutku seorang wanita yang jelek dan juga gemuk

Ilustrasi. (Internet)

Aku tidak tahu mengapa orangtuaku mempermalukan aku dengan calon seperti itu. sangat jauh berbeda dengan mantan pacarku, parasnya cantik dan juga bentuk badan yang bagus. Namun, entah mengapa orangtuaku lebih suka dengan tipe wanita gemuk yang dijodohkan untukku itu.

Dari informasi yang aku dapatkan, wanita gemuk itu berasal dari keluarga berada, punya tiga unit rumah mewah di kota.

Sehubungan dengan jodoh atas kehendak orangtua itu, aku pun protes dengan cara mogok makan, namun, ibuku juga melakukan mogok makan, dan akhirnya aku pun menuruti kencan buta yang diatur orangtuaku.

Memang gadis itu sedikit tampak gemuk dan agak jelek dari sisi penampilan, tetapi orangnya baik dan ramah. Mulutnya tidak bisa diam, selalu tanya ini itu, tampaknya dia memang benar-benar tidak menemukan pria yang mau dengannya.

Dia tampak sangat bersemangat saat melihat pria muda yang tinggi dan besar seperti aku.

Aku tidak tahu apakah aku yang beruntung atau sebaliknya. Dia terus menggangguku, dan mengambil hati orangtuaku.

Dia bilang bisa memaklumi kondisi keluargaku, dan terkait pernikahan semuanya akan ditanggung pihak keluarganya, yang penting calon suaminya, yakni aku bersikap baik kepadanya.

Beban keluargaku memang cukup berat, apalagi aku masih memiliki satu adik laki-laki yang kuliah.

Mungkin orangtuaku melihat kekayaan keluarga si gadis itu atau karena gadis itu memang baik, sehingga mereka memaksaku untuk menikah dengannya.

Sekarang usia pernikahan kami baru satu bulan. Terus terang saja, jika bukan karena hidup seatap bersamanya selama satu bulan ini, aku benar-benar tidak tahu apa arti disayangi seseorang.

Di masa lalu, aku selalu lengket sama mantan pacar. Meskipun gajiku kecil, aku tahu barang-barang yang diinginkannya lumayan banyak. Aku selalu menggesek kartu kredit dan membelikan barang-barang untuknya, hanya untuk membuatnya senang, tapi dia selalu mencibir barang yang kubelikan semuanya murahan, tidak berkelas.

Ilustrasi. (Internet)

Dulu, aku selalu membawa barang-barang belanjaannya, dan demi mengambil foto dan dibagikan ke fans clubnya dia selalu mengunjungi tempat-tempat yang mahal. Aku tidak pernah muncul di lingkaran teman-temannya. Dulu, saat dia jatuh sakit, aku yang selalu pertama kali menjenguknya, sebaliknya sikapnya selalu dingin dan acuh tak acuh, seakan tidak peduli saat aku sakit.

Dulu aku sangat menyukainya. aku rela memberikan segalanya untuknya. Tapi sekarang tidak.

Karena sekarang ada istriku yang gemuk tapi perhatian, yang akan membuatkan bubur kesukaanku, membelikan pakaian atau barang-barang lain setiap kali bepergian. Dia akan memosting banyak foto di lingkaran teman-temannya yang tidak aku ketahui kapan dipotret, dan dengan bangga berkata, keren kan suamiku.

Dan aku tidak menyesal telah menikah dengan seorang gadis yang gemuk dan jelek, karena dia adalah seorang wanita yang baik dan penuh perhatian.(jhn/yant)

Apakah Anda menyukai artikel ini? Jangan lupa untuk membagikannya pada teman Anda! Terimakasih.

Video Rekomendasi:

Share

Video Popular