- Erabaru - http://www.erabaru.net -

Diungkap Rekayasa ‘Kamp Pendidikan Ulang’ Komunis Tiongkok yang Memutarbalikkan Fakta Sebenarnya

oleh Li Xinru

‘Kamp Pendidikan Ulang’ Xinjiang di Tiongkok menampung jutaan orang warga etnis Uighur. Hal ini mengejutkan komunitas internasional.

Pejabat Xinjiang dari Partai Komunis Tiongkok (PKT) baru-baru ini mengumumkan bahwa tujuan dibentuknya ‘Pusat Pelatihan Keterampilan Kejuruan Karier’ adalah untuk mencegah munculnya terorisme.

Kongres Uighur Dunia mengutuk PKT karena menyimpangkan fakta, mengarang kebohongan dan menuntut pembebasan semua warga Uighur yang ditahan dalam ‘kamp pendidikan ulang’.

Menurut berita yang disampaikan oleh Kantor Berita Xinhua pada 16 Oktober 2018, Ketua Daerah Otonomi Xinjiang Uigur Shohret Zakir menyatakan bahwa Xinjiang sedang melakukan pendidikan keterampilan kejuruan dan pelatihan kepada personel yang terlibat kegiatan teroris ringan.

Otoritas setempat berdalih mendidik mereka agar memiliki keterampilan seperti mengolah makanan, salon kecantikan dan lain sebagainya.

Selain itu, mereka juga harus meningkatkan kesadaran sipil dan menguasai bahasa nasional serta keterampilan bahasa.

Tak disangka hidup begitu penuh warna dan mempesona, ini adalah ungkapan dari para siswa ‘kamp pendidikan ulang’. Hal demikian dikatakan oleh Shohret Zakir dengan bangga.

Sebelumnya PKT telah berulang kali membantah bahwa tidak ada ‘kamp pendidikan ulang’ di propinsi Xinjiang. Namun, ketika dunia luar mengumumkan gambar satelit dari ‘kamp pendidikan ulang’ dan dokumen resmi pemerintah daerah di Internet, PKT langsung mengubah nada.

BACA JUGA : Menyoal ‘Show Off’ Komunis Tiongkok dengan Kamp Konsentrasi Uighur, Membandingkan ‘Show’ Sebelumnya [1]

Pernyataan Shohret Zakir  adalah retorika terbaru yang dikeluarkan oleh pihak berwenang tentang ‘kamp pendidikan ulang’.

Juru bicara Kongres Uighur Dunia, Dilxat Raxit mengatakan : “Jika faktanya benar seperti yang dikatakan PKT bahwa kamp konsentrasi di Xinjiang adalah untuk melatih ketrampilan bagi masyarakat Uighur dan demi mereka mencari nafkah, demi masa depan mereka yang lebih baik.”

“Jika itu bukan bohong pihak berwenang seharusnya membuka pintu kamp konsentrasi lebar-lebar agar reporter media asing dapat masuk untuk meninjau dan berwawancara secara bebas dengan para siswa tanpa dihalang-halangi,” tambahnya.

Nury Turkel, seorang pengacara yang menjabat Ketua Proyek Hak Asasi Manusia (Uighur Uyghur Human Rights Project) kepada Radio Free Asia mengatakan, berbagai bukti menunjukkan bahwa kampanye pembersihan terhadap etnis minoritas sedang berlangsung di Xinjiang, dan PKT berusaha untuk sepenuhnya menghancurkan budaya, agama, dan tradisi Uighur.

PKT Memaksa Warga Etnis Uighur Tidak Menyembah Tuhan

Majalah ‘Bitter Winter’ edisi 15 Oktober 2018 mengutip ungkapan dari seorang wanita Uighur di Kashgar, Xinjiang memberitakan bahwa PKT menghendaki setiap rumah tangga memasang potret Xi Jinping.

Suami wanita tersebut menambahkan : “Sekarang kita tidak berani menyembah Allah. Siapa pun yang menyembah Allah akan ditangkap dan dimasukkan ke ‘kamp pendidikan ulang’ untuk menerima transformasi, dan orang-orang di desa kami hampir habis ditangkapi.”

[2]
Bait yang dipasang di depan rumah warga Tiongkok. (foto internet)

Menurut adat dan kepercayaan orang Uighur, mereka tidak terikat pada pemasangan bait. Namun, untuk melemahkan keyakinan orang-orang Uighur, PKT memaksa keluarga Uighur untuk memasang bait di depan rumah mereka. Mereka yang tidak memasang dapat dicurigai  bermasalah dan bisa dibawa ke kamp untuk menerima ‘pendidikan ulang’ atau kena denda.

Pada saat yang sama, di Kota Shihezi, pejabat pemerintah kotapraja memaksa penduduk desa untuk tidak percaya kepada Tuhan dan memaksa mereka untuk menandatangani persetujuan untuk itu. Pejabat setempat mengancam bahwa jika mereka tidak bersedia menandatangani persetujuan, maka pekerjaan anak-anak mereka akan terpengaruh.

BACA JUGA : Kamp Konsentrasi NAZI Versi Lain di Xinjiang [3]

BACA JUGA : Kisah Muslimah Uighur Berjuang Demi Keadilan dengan 25 Anggota Keluarganya Diciduk oleh Rezim Komunis Tiongkok [4]

Pemda kota Tumxuk, Xinjiang bahkan mengharuskan setiap rumah untuk memasang bendera 5 bintang di atap rumah mereka sebagai tanda bahwa mereka mendukung PKT.

Pada upacara pengibaran bendera setiap hari Senin, rakyat harus melakukan sumpah setia kepada PKT. Jika mereka tidak bersumpah, mereka akan dicurigai memiliki masalah ideologis dan akan ditangkap dan dibawa paksa ke ‘kamp pendidikan ulang’.

Laporan itu mengatakan bahwa ‘kamp pendidikan ulang’ telah menampung tak kurang dari 1,5 juta orang warga etnis minoritas yang sebagian besar adalah pembangkang agama. Sebagian besar kaum Muslim yang ditahan adalah etnis Uighur dan Kazakh di Xinjiang.

Pengalaman seorang ‘siswa kamp pendidikan ulang’ : Dipaksa duduk di bangku harimau

Radio Free Asia (RFA) telah mewawancarai warga Uighur yang ditahan di ‘kamp pendidikan ulang’.

Mereka mengungkapkan bahwa dalam kamp, mereka dipaksa untuk melakukan hal-hal yang melanggar aturan agama Islam seperti makan daging babi dan minum arak, mereka dipaksa menyanyikan lagu-lagu komunis setiap hari.

[5]
Gambar ilustrasi : Seorang pria yang dipaksa menduduki bangku harimau. (foto internet)

Belajar bahasa Mandarin dan menyanyikan lagu yang memuji Xi Jinping. Sebelum makan mereka diminta untuk menyerukan, “Terima kasih Partai (PKT).”

“Bagi mereka yang tidak patuh akan didenda, tidak diberikan makanan, atau dipaksa duduk di bangku harimau, tidak diperbolehkan tidur. Soal mereka mendapat tindak kekerasan seperti pemukulan, itu adalah hal yang sering terjadi,” ungkap mereka.

Menanggapi ucapan pejabat resmi PKT Shohret Zakir, juru bicara Kongres Uighur Dunia Dilxat Raxit mengatakan kepada media ‘Apple Daily’ bahwa kutukan keras terhadap PKT telah disampaikan lewat Kongres.

PKT memutarbalikkan fakta dan mengarang kebohongan tak lain adalah untuk menutupi kejahatan penguasa terhadap etnis Uighur Xinjiang.

Kongres mendesak PKT untuk segera membebaskan jutaan orang yang ditahan dalam kamp konsentrasi dan membiarkan mereka kembali berkumpul dengan keluarga mereka. (Sin/asr)

Video Rekomendasi :