Roma – Seorang militan sayap kiri Italia, Cesare Battisti harus mengakhiri masa pelariannya. Buronan yang divonis penjara seumur hidup dalam kasus pembunuhan tiga dekade lalu tiba di Roma pada 14 Januari 2019.

Dia akan mulai menjalani hukuman penjara seumur hidup, setelah sempat menjadi ‘selebritas buronan’. Pelariannya berakhir dengan penangkapannya di Bolivia.

Sebuah pesawat militer Italia yang membawa Cesare Battisti mendarat di bandara Ciampino, Roma, setelah menempuh penerbangan semalam dari Bolivia, baru-baru ini. Ketika penembak jitu terus mengawasi keadaan sekitar, Battisti muncul dan turun dari pesawat, dengan dikelilingi oleh polisi bersenjata.

“Semua keluarga, kami menunggu untuk waktu yang lama. Melihatnya keluar dari pesawat dan pada saat ini akan dipenjara, itu menempatkan kata ‘akhir’ pada cerita ini,” ujar Alberto Torregiani kagum, ketika menonton liputan langsung televisi tentang kedatangan pria yang dihukum karena kematian ayahnya.

Battisti ditangkap Sabtu (12/1/2019) lalu di Santa Cruz, kota terbesar di Bolivia. Dia terdeteksi oleh agen intelijen setelah menggunakan salah satu perangkat selulernya. Italia mengirim pesawat terbang untuk menjemputnya dan membawanya kembali untuk pertama kalinya, sejak melarikan diri dari Italia pada tahun 1981 ketika sedang menunggu persidangan.

Pria berusia 64 tahun itu menjadi penulis sukses selama hidupnya dalam pelarian. Dia sempat hidup secara terbuka di Brasil dan Prancis selama bertahun-tahun. Dia menikmati perlindungan pemerintah sayap kiri di kedua sisi Atlantik, yang sangat mengkhawatirkan Italia.

Presiden Brasil menandatangani sebuah dekrit bulan lalu, yang memerintahkan ekstradisinya. Surat yang tampaknya mendorong Battisti untuk melarikan diri ke Bolivia, di mana permintaannya untuk suaka politik ditolak pada 26 Desember 2018, menurut pejabat Bolivia, Senin (14/1/2019) waktu setempat.

Battisti melarikan diri dari penjara Italia ketika menunggu persidangan atas empat tuduhan pembunuhan yang diduga dilakukan ketika menjadi anggota ‘Proletar Bersenjata’ untuk Komunisme. Dia dinyatakan bersalah oleh pengadilan tanpa kehadirannya di persidangan pada tahun 1990 dan menghadapi hukuman penjara seumur hidup atas kematian dua petugas polisi dan seorang tukang daging.

Battisti mengakui keanggotaan dalam kelompok militan. Namun, dia membantah melakukan pembunuhan. Dia menggambarkan dirinya sebagai pengungsi politik yang akan menghadapi siksaan atau kematian tertentu di Italia.

Setelah sempat melarikan diri ke Meksiko, dia kemudian menetap di Prancis dan bergabung dengan puluhan militan Italia sayap kiri yang menikmati perlindungan resmi dari pemerintah Prancis.

Seperti Battisti, mereka melarikan diri dari Italia ketika era berdarah dan penuh gejolak melanda selama tahun 1970-an dan 1980-an. Ketika itu, para militan sayap kiri dan kanan melakukan pemboman, pembunuhan, dan tindakan kekerasan lainnya untuk mencoba menjatuhkan pemerintah Italia.

Setelah angin politik bergeser di Prancis, Battisti melarikan diri ke Brasil pada tahun 2004 untuk menghindari ekstradisi. Dia ditangkap di Rio de Janeiro pada 2007, dan mendorong pemerintah Italia untuk meminta agar dia diserahkan. Tapi kemudian Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva memberinya suaka politik pada 2010.

Battisti akhirnya dibebaskan dari penjara, tetapi ditangkap lagi pada tahun 2017 setelah kedapatan mencoba menyeberangi perbatasan Brasil-Bolivia dengan membawa uang tunai sekitar 7.500 dolar AS. Dia dibebaskan setelah beberapa hari ditahan.

Setelah insiden itu, mahkamah federal tertinggi Brasil mengeluarkan surat perintah penangkapan Battisti atas tuduhan penghindaran pajak dan pencucian uang. Pelaksana Jabatan Presiden Brazil, Michel Temer menandatangani dekrit pada bulan Desember yang memerintahkan ekstradisi buron. Kemudian, presiden sayap kanan baru Brasil, Jair Bolsonaro, berjanji untuk menindaklanjutinya.

Pada akhirnya, itu tidak perlu, karena otoritas Bolivia menyerahkan Battisti langsung ke pihak berwenang Italia, tanpa melalui Brasil. Kondisi ini akan memungkinkan Italia untuk menegakkan hukuman seumur hidup yang akan dijalani Battisti. Di bawah hukum Brasil, orang-orang yang diekstradisi untuk menjalani hukuman seumur hidup harus dihukum maksimal 30 tahun penjara.

“Hari ini bagi dunia, kami katakan tidak ada yang bisa lolos dari keadilan Italia,” Menteri Kehakiman Alfonso Bonafede mengatakan dari landasan bandara setelah Battisti tiba.

Bonafede telah mengatakan sebelumnya bahwa Battisti akan menjalani masa hukumannya di penjara Rebibbia, Roma. Pada hari Senin, Dia mengumumkan perubahan rencana dengan alasan keamanan. Battisti akan dipenjara di fasilitas keamanan maksimum di Sardinia barat yang terpencil. (AP/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Simak Juga :

Share

Video Popular